Receivable Turnover – Contoh Soal & Rumus Rasio Perputaran Piutang Yang Baik Menurut Para Ahli Saham

Ilmu analisis fundamental rasio keuangan kali ini akan membahas contoh soal receivable turnover dan rumus receivable turnover. Tak ketinggalan, rasio perputaran piutang yang baik menurut para ahli saham dan akuntansi akan ANALIS ulas dalam artikel ini.

Saran juga nih, sebelumnya sudah diulas juga berbagai rasio profitabilitas dan rasio likuiditas, jadi baiknya sempatkan baca juga artikelnya biar lima kelompok rasio dalam analisis saham bisa Anda pahami semua.

Sebelum bicara mengenai pengertian dan semua terkait dengan rasio aktifitas ini, mungkin perlu kita perjelas dulu apa bedanya piutang dengan hutang atau utang?

Kalau ‘hutang’ sebenarnya bentuk tidak baku dari kata ‘utang’ sebagaimana disebutkan dalam kamus KBBI. Dan ‘utang’ sendiri, dalam ilmu akuntansi diartikan dengan uang atau barang yang dipinjam dari orang lain atau kewajiban membayar kembali apa yang sudah diterima.

Dan secara spesifik, khusus mengenai laporan keuangan perusahaan, maka yang dimaksud dengan utang usaha adalah kewajiban emiten pada pihak ketiga karena transaksi yang pernah terjadi sebelumnya, yang dibayar dengan uang atau menyerahkan aset dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

Adapun pengertian ‘piutang’ adalah uang yang dipinjamkan perusahaan atau tagihan perusahaan kepada pelanggan atau pihak ketiga dikarenakan transaksi penjualan atau penyewaan barang secara kredit.

Jadi, kalau piutang = pihak lain yang berutang ke perusahaan, sedangkan utang = perusahaan yang berutang ke pihak lain.

Dan pengertian receivable turnover adalah suatu ukuran akuntansi yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam memperluas kredit dan menagih piutang pada kredit.

Menurut  Kasmir (2012:176), perputaran piutang adalah rasio yang dipakai untuk mengukur berapa  lama  penagihan  piutang  selama  satu  periode  atau  berapa  kali  dana  yang tertanam  dalam  piutang  ini  berputar  dalam  satu  periode.

Sederhananya, rasio perputaran piutang ini digunakan untuk mengukur sejauh mana efektifitas perusahaan dalam menagih penjualan kreditnya untuk diubah menjadi kas.

Rasio perputaran piutang termasuk dalam rasio aktivitas yang mengukur seberapa efisien suatu perusahaan menggunakan asetnya.

Jadi sebenarnya yang ingin dinilai dari rasio ini adalah sebaik apakah pengelolaan piutang perusahaan.

Perusahaan yang nilai rasio perputaran piutangnya besar maka itu artinya perusahaan baik dan cepat dalam menagih utangnya.

Ujungnya, kalau perusahaan cepat menagih atau bisa menagih berkali-kali dalam satu periode, maka nilai piutang dalam laporan keuangannya juga kceil.

Dampaknya lagi, bila piutang perusahaan kecil, maka kemungkinan nilai piutang gagal tagihnya juga akan kecil. Dan dari analisis ini kita bisa berasumsi bahwa kas perusahaan tidak akan terlalu terganggu karena uang masuk dari pelanggan tetap terjaga.

Baca: 35 Rasio Keuangan Saham

Rumus Receivable Turnover / Perputaran Piutang Menurut Para Ahli

Rumusnya sederhana sekali. Saya sering bilang kalau rumus rasio keuangan itu semudah pelajaran matematika anak kelas 1 SD. Jadi tidak usah berpikir kalau melakukan analisis saham itu sulit.

Adapun rumus yang ditampilkan di bawah termasuk dalam buku yang ditulis oleh Kasmir, tahun 2011, yang berjudul “Analisis Laporan Keuangan”, dan diterbitkan oleh Rajagrafindo Persada, Jakarta.

Sebenarnya banyak pendapat ahli, tapi rumus yang ditampilkan sama saja. Jadi penulis hanya mengambil satu saja.

Formulanya adalah:

Rasio Perputaran Piutang = Penjualan Kredit / Piutang Usaha Rata-Rata

atau

RTO = Net Credit Sales / Average Accounts Receivable

Penjualan kredit sering juga dibahasakan dengan kredit bersih atau pendapatan kredit. Sedangkan dalam bahasa Inggrisnya sering juga disebut dengan ‘net credit sales’. Dan letaknya ada di bagian laporan laba/rugi.

Adapun letak piutang usaha ada di bagian laporan aset, tapi karena kita ingin menghitung rata-rata piutangnya dalam setahun, maka data piutang yang digunakan yang ada dalam aset lancar, bukan piutang yang ada di aset tidak lancar.

Dan mengenai bagaimana mengetahui rata-rata piutang perusahaan maka caranya cukup menambahkan piutang usaha awal tahun dengan piutang usaha pada akhir tahun kemudian hasilnya bagi 2, maka itulah rata-ratanya.

Baca dulu: Kalkulator Saham Excel untuk Analisa Fundamental

Contoh Soal Receivable Turnover

Karena penulis baru saja memposting analisa saham LPPF, jadi sekarang kita gunakan laporan keuangan Matahari Departement Store sebagai sampelnya.

Jika ada yang mau tau seperti apa analisis singkatnya, silahkan baca : Analisa Saham LPPF dan Prospeknya.

Mungkin buat teman-teman yang sedang menyusun makalah, skripsi, atau pun tesis dan tugas akhir lainnya, bisa menggunakan data perhitungan ini sebagai referensinya.

DIKETAHUI :

Pada tanggal 26 April 2017, LPPF merilis laporan keuangannya untuk kinerjanya pada kuartal I 2017. Adapun Piutang Usaha LPPF saat itu adalah sebesar Rp46.167.000.000.

Kemudian, pada 21 Februari 2018, LPPF mempublikasikan lagi laporan keuangannya untuk kinerjanya setahun penuh di tahun 2017, dengan nilai piutang usahanya sebesar Rp134.276.000.000 dan pendapatan bersihnya sebesar Rp10.023.961.000.000

PERTANYAAN :

Berapakah nilai RTO LPPF tahun 2017?

JAWABAN :

= Penjualan Kredit / Piutang Usaha Rata-Rata

= Rp10.023.961.000.000 / (Rp46.167.000.000 + Rp134.276.000.000) / 2

= Rp10.023.961.000.000 / Rp90.221.500.000

= 111,10 kali

Dari nilai di atas, tampak kalau perputaran piutang LPPF cukup cepat karena dalam setahun terjadi 111 kali lebih. Umumnya, receivable turnover tidak lebih dari 10 kali perputaran dalam setahun.

Hal ini mungkin dikarenakan jenis usaha LPPF yang bergerak di bidang penjualan baju secara retail atau eceran dan hampir tak ada penjualan kreditnya, sehingga sangat wajar kalau perputaran piutangnya cukup cepat.

Dalam prakteknya juga, LPPF hanya menerima barang dari supplier, tanpa memproduksi sendiri, kemudian langsung menjualnya melalu gerai-gerai Matahari yang ada di seluruh Indonesia. Jadi wajar kalau perputarannya cepat.rumus receivable turnover

Jika ingin tau lebih lanjut cara menghitung Receivable Turnover ratio ini, maka disarankan memiliki Kalkulator Saham Excel.

Di dalam file excel tersebut sudah tersedia 35 rasio keuangan, termasuk rasi RTO ini, yang otomatis muncul hasilnya begitu diinput data  dikolomnya.

Perlu diketahui juga bahwa penghitungan rasio ini bisa berdasarkan laporan kuartal dan bisa juga tahunan. Jadi, kalau misalnya mau menghitung tahunannya kira-kira berapa dari laporan kuartal 1 nya, maka caranya harus disetahunkan dulu.

Nah, kebetulan kalkulator yang saya buat sudah termasuk di dalamnya. Karena ada 4 file yang tersedia, yaitu file kalkulator saham untuk analisa laporan kuartal 1, 2, 3, dan 4 atau tahunan.

Baca Juga: Interpretasi Working Capital To Total Assets Ratio

Berapa rasio perputaran piutang yang baik?

Tidak ada patokan pasti berapa angka yang pas untuk tiap saham. Tapi, ada satu cara untuk mengetahui nilai rasio receivable turnover yang baik, yaitu dengan menghitung rata-rata RTO dari berbagai saham yang masih dalam sektor yang sama.

Caranya, ya tentu kita harus hitung satu per satu dulu rasio perputaran piutang tiap saham yang akan kita bandingkan. Setelah itu, baru cara nilai rata-ratanya.

Selain itu, bandingkan juga dengan RTOnya di periode yang sama tahun sebelumnya untuk mengetahui apakah rasionya naik atau turun.

Misalnya, RTO yang sedang dianlisis saat ini adalah dari laporan keuangan kuartal 2 tahun 2019, nah perbandingannya dengan laporan keuangan kuartal 2 tahun 2018. Paham kan?

Baca Juga : Rasio Perputaran Persediaan

Terkait rasio RTO ini, ada lagi rasio yang hampir mirip, yaitu rasio Average Collection Period, silahkan disimak. Dan selanjutnya akan dibahas soal days sales in receivables dan lainnya. Jadi simak terus!

Saya kira demikian ulasan pengertian, contoh soal receivable turnover dan rumus receivable turnover kali ini. Terkait rumus rasio perputaran piutang yang baik menurut para ahli sebenarnya semua sama saja karena formulanya juga diambil dari pakar terdahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *