Teori Total Asset Turnover + Pengertian, Rumus, Contoh Perhitungan Rasio Aktivitas Perputaran Aset

Teori tentang total asset turnover ratio ini masuk dalam kategori rasio aktivitas. Pembahasan soal TATO kali ini akan membahas pengertian, rumus total asset turnover dan contoh perhitungan atau soalnya.

Inti dari rasio ini sebenarnya ingin mengukur sejauh mana efektivitas perusahaan dalam mengelolah asetnya dalam menghasilkan penjualan.

Atau bisa juga dikatakan, untuk membandingkan antara perolehan penjualan dengan aset yang dimiliki. Semakin tinggi tentunya semakin baik, dan semakin rendah menandakan bahwa motode penjualannya belum maksimal.

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan penjualan maksimal atau stagnan, bahkan turun, di antaranya adalah metode dan waktu penagihan piutang dagang yang diterapkan emiten.

Semakin panjang periodenya maka akan semakin mempengaruhi nilai penjualan atau pendapatan bersihnya.

Selain itu, ketidakmampuan ‘memaksa’ costumer untuk melakukan pembayaran tunai terhadap output yang dijual juga menjadi faktor penyebab rendahnya tingkat penjualan. Dan masih banyak lagi penyebabnya.

Pengertian Total Asset Turnover menurut Kasmir dan para Ahli Lainnya

Jika kita bahasakan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, maka artinya adalah rasio perputaran total aset.

Namun, lebih lengkapnya kita sebut dengan ‘rasio perputaran total aset atas pendapatan atau penjualan bersih’.

Kenapa seperti itu?rumus dan pengertian total asset turnover

Ya, karena dalam formulanya, rasio aktivitas ini membandingkan antara total aset yang dimiliki suatu emiten dengan rata-rata penjualan yang berhasil dibukukuan dalam satu periode penuh.

Secara sederhana, mungkin kita artikan seperti itu. Tapi untuk defenisi yang lebih sempurna sebenarnya sesuai dengan tujuan rasio perputaran total aset yang diterjemahkan oleh para pakar.

Oleh salah satu ahli, yakni Hanafi (2009:78), menyebutkan bahwa :

“Rasio total asset turnover mengukur sejauh mana kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan penjualan berdasarkan total aktiva yang dimiliki dari perusahaan tersebut.”

Adapung pengertian Total asset turnover menurut Kasmir (2008:185) adalah:

“Rasio yang dipakai untuk menilai perputaran semua aktiva yang dimiliki sebuah perusahaan dan juga menilai berapa jumlah penjualan yang didapat dari setiap rupiah yang dihasilkan”.

Sedangkan defenisi yang dibuat oleh Lukman syamsuddin (2000:62) adalah:

“Total asset turnover memperlihatkan tingkat efisiensi penggunaan seluruh aktiva perusahaan di dalam  menghasilkan volume penjualan tertentu.”

Jadi singkatnya, rasio TATO ini sebenarnya untuk menghitung berapa jumlah penjualan yang diperoleh dari tiap rupiah aktiva.

Hanya saja, menghitung rasio ini bisa berbeda-beda hasilnya kalau tidak memahami tiga penyesuaian dalam menghitung laporan keuangan, yaitu terkait pembulatan apa yang digunakan, apa mata uang yang digunakan, dan laporan keuangan periode apa yang dipakai, apakah kuartal 1, 2, 3 atau tahunan.

Mengenai masalah-masalah seperti itu, penulis menyarankan memiliki Kalkulator Saham Excel yang sudah dipublikasikan di blog ini. Tujuannya, anda bisa terbebas dari salah hitung karena belum menyesuaikan data rasio yang akan dihitung.

Selain itu, dari tools sederhana tersebut teman2 Analis bisa juga mengetahui rumus cara perhitungan rasio keuangan lainnya, bahkan sampai 35 rasio keuangan.

Dan menariknya lagi, hasilnya ditampilkan secara ototmatis dan dilengkapi juga input data untuk analisa trend dan growth.

Teori dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Rasio Perputaran Aset

Berdasarkan hipotesis awal yang dirumuskan dalam salah satu penelitian disebutkan bahwa “diduga Total Asset Turnover, berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan tingkat laba.”

Dan kemudian dari hasil penelitian pada skripsi tersebut disimpulkan bahwa semakin cepat tingkat perputaran aktiva suatu usaha maka jumlah laba bersih yang dihasilkan juga akan semakin tinggi.

Hal tersebut karena perusahaan sudah dapat memanfaatkan aktiva untuk meningkatkan penjualan yang berpengaruh terhadap pendapatannya.

Dengan demikian, semakin efektif perputaran asset perusahaan maka akan semakin mampu perusahaan tersebut menghasilkan kinerja perusahaan yang lebih baik.

Hai itu ditandai dengan meningkatnya laba perusahaan dan juga pada peningkatan tingkat return yang akan diperoleh oleh para investor.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi, maka hal tersebut tentu merujuk pada penjualannya karena penjualan inilah yang dijadikan pembanding dengan aset tersebut.

Adapun faktor yang dimaksud adalah:

  • Kondisi dan Kemampuan Penjual. Dalam hal ini strategi marketing dan SDMnya.
  • Kondisi Pasar. Hal ini juga dipengaruhi banyaknya pesaing, jenis barang yang dijual dan daya beli masyarakat terhadap produknya.
  • Modal
  • Kondisi Organisasi Perusahaan
  • Faktor lainnya, seperti teknologi yang digunakan, periklanan, dan tawaran hadiah.

Hal di atas sebagaimana dikemukakan oleh Basu Swastha (2009;129) dalam bukunya yang berjudul “Manajemen Penjualan”.

Sedangkan Investopedia sendiri mengemukakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi besar kecilnya nilai rasio Assets Turnover Ratio adalah dari sisi lamanya waktu penagihan piutang dari perusahaan.

Semakin lama periode penagihannya maka akan semakin memperkecil nilai TATOnya.

Selain itu, nilai aset tetap yang tidak dimanfaatkan dengan maksimal juga bisa mempengaruhi nilai rasio aktivitas ini.

Rumus Total Asset Turnover

Menurut Kasmir (2014), rumus rasio aktivitas untuk mencari perputaran total aktiva, yaitu:

Perputaran Total Aktiva = Penjualan/(Total Aktiva)

Dalam laporan keuangan, penjualan bisa juga disebut dengan ‘net sales’ atau penjualan bersih. Kadang juga dengan sebutan ‘pendapatan’. Dan letaknya ada di bagian laporan laba-rugi di baris pertama.

Adapun untuk total aktiva maka yang dimaksud adalah total aset yang dimiliki perusahaan, yang mana ini gabungan dari aset lancar dan aset tidak lancar. Atau kalau dalam bahasa Inggris disebut current dan non-current assets.

Tapi, menurut hemat saya, rumus yang dinyatakan oleh Kasmir belum sempurna dan hasilnya kurang akurat.

Ini karena rumus yang ditampilkan, khususnya soal total aset yang dihitung, bukan menggunakan rata-rata dari total asetnya.

Adapun rumus TATO yang dipublikasikan oleh Investopedia adalah:

Asset Turnover = Sales / Average Total Assets

Jadi dengan menggunakan nilai rata-rata atau average dari keseluruhan aset maka hasilnya akan lebih baik.

Adapun cara mencari rata-ratanya, maka langkahnya adalah:

Average Total Assets = (Total Aset Awal Tahun + Total Aset Akhir Tahun) / 2

Jadi untuk mendapatkan nilai rata-rata asetnya dalam setahun maka kita harus memiliki 2 data keuangan, yakni data pada awal tahun dan pada akhir tahun.

Selain itu, harus juga diperhatikan dari sisi periode laporan keuangan yang sedang dianalisa. Jika itu dari LK kuartal 1 atau triwulan pertama, maka penjualannya seharusnya tidak langsung dihitung, tapi harus dengan rumus lanjutan lagi. Dan kebetulan semua caranya sudah ada dalam Kalkulator Saham Excel yang sudah saya buat (lihat di sidebar, di samping).

Contoh Soal Perhitungan Total Asset Turnover

Sebagai contoh perhitungan TATO yang real dari emiten yang terdaftar di BEI langsung, maka kali ini kita akan menggunakan llporan keuangan dari PT. Waskita Karya Tbk langsung.

Sayangnya, untuk data menghitung rata-rata total aset, data awal tahun sebenarnya lebih baik pakai LK kuartal 1, tapi karena saya belum sempat download jadi kita pakai dari total aset akhir tahun sebelumnya.

Adapun total aset WKST pada akhir tahun 2017 adalah sebesar Rp97.895.760.838.624 sedangkan akhir tahun 2016 yang kita anggap sebagai data aset awal tahunnya adalah sebesar Rp61.433.012.174.447.

Sedangkan pendapatan usaha atau penjualan Waskita adalah senilai Rp45.212.897.632.604.

Jadi, nila rasio perputaran aset WSKT adalah sebagai berikut:

= Sales / (Average Total Assets)

= Rp45.212.897.632.604 / ((Rp61.433.012.174.447 / Rp97.895.760.838.624) / 2)

= Rp45.212.897.632.604 / Rp79.664.386.506.536

= 0,57 kali atau 56,75%

Jadi, nilai rasio asset turnover WSKT adalah sebesar 56,75%. Dengan kata lain, penjulan yang dihasilkan oleh WSKT dari total aset yang ia miliki adalah lebih dari separuh total asetnya.

Semakin tinggi nilai TATO ini maka akan semakin baik karena itu artinya perusahaan mampun memaksimalkan aset yang ia miliki untuk menghasilkan penjualan yang lebih tinggi.

Selain itu, penjualan yang tinggi juga akan berdampak pada tercukupinya kas perusahaan serta nilai laba bersih yang semakin tinggi pula.

Dan penting juga diketahui, bawah nilai rasio Total Asset Turnover yang baik pada dasrnya tidak ada patokan bakunya.

Hanya saja, bila ingin mendapatkan berapa nilai rata-ratanya maka sangat disarankan membandingkan dengan nilai rasio TATO dari perusahaan lain yang masih dalam sekter yang sama.

Caranya tentu dengan menghitung semua rasio perputaran aset masing-masing emiten yang dimaksud kemudian membagi TATOnya sesuai jumlah perusahaan tersebut. Kemudian hasilnya bandingkan dengan rasio khusus pada emiten yang jadi objek analisis.

Jika ada pertanyaan terkait teori, rumus, pengertian total asset turnover, maupun contoh soal perhitungan rasio perputaran aset ini, silahkan ajukan melalui komentar.

Dan terkait faktor-faktor yang mempengaruhi serta nilai yang baik untuk rasio aktivitas satu ini, juga sudah dijelaskan di atas, walau tidak dalam sub judul yang terpisah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *