27 Lembaga Penunjang Pasar Modal serta Profesi dan Pelakunya

Terkait soal 27 Lembaga Penunjang Pasar Modal di Indonesia serta pelaku dan profesi penunjang pasar modal itu sendiri, maka itu artinya kita bicara soal instansi dan orang yang terkait di dalamnya.

Untuk lebih memudahkan memahaminya, maka kali ini penulis akan mengurutkannya mulai dari awal emiten tersebut melakukan persiapan IPO, hingga pengajuan ke OJK dan listing di bursa efek Indonesia.

Lembaga penunjang sendiri maksudnya adalah lembaga yang mendukung terlaksananya segala aktivitas pasar modal mulai dari perusahaan akan listing hingga resmi terdaftar di BEI. Bahkan hingga aksi korporasi perusahaan terjadi saat proses perdagangan efeknya sudah berjalan.

Sebenarnya, kalau kita kelompokkan secara global, maka yang menunjang terlakasananya perdagangan efek di pasar modal hanya ada 3, yaitu lembaga itu sendiri, profesi dan para pelakunya.

Adapun pengertian pasar modal atau capital market adalah pasar atau wadah untuk memperjualbelikan berbagai instrumen keuangan jangka panjang maupun jangka pendek, konvensional maupun syariah, baik itu surat utang (obligasi), reksa dana, ekuiti (saham), instrumen derivatif serta instrumen lainnya.

Selain berfungsi sebagai tempat berinvestasi bari para pemilik modal atau investor, pasar modal juga menjadi tempat terbaik dalam mencari sumber pendanaan bagi instansi resmi yang telah berbadan hukum.

Nah, berikut ini beberapa lembaganya!

27 Lembaga Penunjang Pasar Modal

Untuk lebih memudahkan menangkap fungsi dari masing-masing lembaga penunjang tersebut, untuk itu mari kita urut mulai dari awal perusahaan menyusun rencana go-public nya.

A. Sebelum Perusahaan Listing di Bursa

Berikut ini adalah beberapa lembaga sekaligus pelaku dan profesi penunjangnya. Ini sebagaimana diungkapkan oleh OJK dan BEI dalam proses awal persiapan IPO oleh perusahaan.

  1. Penjamin Emisi Efek (underwriter) yang akan menjadi konsultan IPO sekaligus membantu menawarkan saham si perusahaan pada calon investor;lembaga penunjang pasar modal
  2. Akuntan Publik yang akan melakukan audit terhadapa laporan keuangan dari perusahaan yang akan IPO;
  3. Konsultan Hukum yang akan melakukan pemeriksaan dari segi kelayakan hukum dan memberikan konsultasi terkait hukum dalam pasar modal;
  4. Notaris yang akan membantu proses perubahan Anggaran Dasar, serta membuat akte-akte dan perjanjian-perjanjian terkait pelaksanaan IPO;
  5. Penilai, untuk menilai aset tetap berupa tanah atau pun bangunan yang memerlukan penilaian yang sifatnya independen;
  6. Biro Administrasi Efek yang akan membantu mengadministrasikan kepemilikan saham perusahaan.

Underwriter sendiri sebenarnya dilaksanakan oleh Perusahaan Sekuritas. Hanya saja, tidak semua perusahaan sekuritas fokus pada layanan ini.

B. Profesi yang Berperan Saat RUPS dan Perubahan AD/ART sebelum IPO

Setelah perusahaan mempersiapkan segala dokumen yang diperlukan dalam melakukan penawaran saham perdana, selanjutnya akan dilakukan yang namanya RUPS atau Rapat Umum Pemegang Saham. Tapi pemegang saham yang dimaksud di sini adalah dari pendiri, karena pada tahap ini perusahaan belum resmi go-public.

Adapun profesi penunjang pasar modal di tahap ini adalah:

  1. Sekretaris Perusahaan
  2. Audit Internal
  3. Komite Audit

Sekertaris perusahaan tentu orang yang sudah ditunjuka sebagai sekretaris dalam operasional perusahaan. Adapun audit internal dan komite audit ini bisa dari karyawan bebas yang ditunjuk oleh lembaga. Tapi biasanya dari bagian keuangan yang paham akuntansi.

C. Saat Pengajuan Listing

Setelah semua berkas disipakan, termasuk prospektus dan dokumen pendukung lainnya seperti perubahan AD/ART dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan Terbukan (Tbk.), maka saatnya melakukan pengajuan ke 3 lembaga berikut:

  1. Bursa Efek Indonesia (BEI) – Di tahap ini, tim dari lembaga yang akan IPO melakukan Penyampaian Permohonan Pencatatan Saham ke Bursa Efek Indonesi.
  2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (Sebelumnya BAPEPAM) – Di tahap ini Penyampaian Pernyataan Pendaftaran ke OJK dilakukan untuk selanjutnya berkasnya diperiksa, termasuk Prospektus yang sudah dibuat.
  3. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) – Selain dua lembaga utama di atas, maka pihak perusahaan juga wajib menyampaikan permohonan pendaftaran sahamnya untuk dititipkan secara kolektif atau scripless di lembaga KSEI.

D. Lembaga dan Pelaku Pasar Modal Setelah Perusahaan Tercatat di Bursa

Beberapa yang disebut di bawah ini adalah lembaga yang berperan dalam menunjang jalannya transaksi di pasar modal.

  1. Mentri Keuangan.
  2. Perusahaan Sekuritas (Silahkan kunjungi untuk tau defenisinya)
  3. Bank. Memberikan pinjaman kepada emiten atau pun untuk rekening dana investor.
  4. Manager Investasi. Inilah lembaga pendukung pasar modal yang membantu mengelola dana investor dengan sistem fee atau pun performance dari hasil investasi investor.
  5. Agen Penjual Efek. Funsinya membantu menjual produk efek seperti reksadana, obligasi lainnya. Di antara yang sering kita temui seperti Bukalapak.
  6. Wali Amanat. Ini merupakan pihak yang mewakili kepentingan pemegang Efek yang sifatnya utang. Misalnya dalam transaksi margin (haram lho…).
  7. Lembaga Kliring dan Penjaminan, saat ini dikuasakan pada PT. Kliring Penjaminan Efek Indonesia (PT. KPEI)
  8. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, saat ini diamanatkan pada PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (PT. KSEI)
  9. Dewan Syariah Majelis Ulama Indonesia – DSN-MUI – Fungsinya memutuskan saham yang masuk kategori saham syariah maupun konvensional.
  10. Emiten / Perusahaan Terbuka.
  11. Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal (LSP-PM). Salah satu instansi yang dibentuk oleh BEI sendiri adalah TICMI. Di samping itu, menyediakan wadah untuk sertifikasi para pelaku pasar modal juga, seperti WMI, WPPE dan lainnya. Lihat profesi pasar modal di bawah.
  12. AAEI (Asosiasi Analis Efek Indonesia). Perkumpulan untuk para analis efek, termasuk analis saham.
  13. Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Ini fungsinya memberi peringkat tiap emiten, apakah gradenya A, B, dan lainnya.
  14. Lembaga penyedia sistem Akuntansi (Accounting System). Ini salah satu bisnis yang membantu perusahaan menyiapkan laporan keuangannya dengan bantuan software atau aplikasi, seperti Zahir Accounting.
  15. Perusahaan penyedia data analisis, seperti id.investing.com, Bareksa, TICMI dan di blog ini juga.

Adapun profesi dan pelaku pasar modal di Indonesia di antaranya:

  1. Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) atau broker. Bekerja sebagai broker di perusahaan sekuritas atau pun agen penjual efek.
  2. Wakil Manager Investasi (WMI). Orang-orang yang sudah dipercaya melakukan pengolaan dana nasabah dan umumnya bekerja di perusahaan sekuritas atau di lembaga fund manager. Sama halnya 2 yang disebut berikutnya.
  3. Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE)
  4. Ahli Syariah Pasar Modal (ASPM)
  5. Investor. Orang yang menginvestasikan dananya di pasar modal.
  6. Analis Saham atau efek. Profesi ini khusus melakukan analisis pada saham atau efek seperti yang saya lakukan.
  7. Konsultan atau penasehat investasi
  8. Web Programmer untuk Sistem Perdagangan Saham
  9. Wartawan di bidang pasar modal. Umumnya mereka bekerja di perusahaan berita online atau pun media cetak.
  10. Blogger pengulas pasar modal. Ya, contohnya seperti penulis artikel ini. Tapi saya sekaligus sebagai analis saham syariah, jadi bukan hanya blogger saja.

Empat profesi pasar modal yang disebutkan di atas boleh didapatkan dengan mengikuti pelatihan dan sertifikasi dari pihak penyedia sertifikasi terdaftar di OJK.

Asosiasi yang menjadi penjunjang telaksananya sistem pasar modal yang sehat dan adil

Selain Asosisi Profesi di Pasar Modal, dalam hal ini AAEI (Asosiasi Analis Efek Indonesia), maka ada lagi beberapa asosiasi sejenis yang juga memiliki peran dalam terlaksananya pasar efek, seperti:

  1. APPMI (Asosiasi Profesi yang terdiri dari Asosiasi Profesi Pasar Modal Indonesia)
  2. AWP2EI (Asosiasi Wakil Perantara Pedagang Efek Indonesia)
  3. AAEI (Asosiasi Analis Efek Indonesia)
  4. IPEI (Ikatan Pialang Efek Indonesia)
  5. AKAB (Asosiasi Kepatuhan Anggota Bursa)
  6. AATI (Asosiasi Analis Teknikal Indonesia)
  7. APERKEI (Asosiasi Perencana Keuangan Indonesia) yang mendirikan LSP-PM (Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal), yaitu lembaga pelaksana sertifikasi profesi berbasis kompetensi di Pasar Modal.

Masing-masing instansi yang disebutkan di atas memiliki produk dan sejarah berdirinya masing-masing. Umumnya dibentuk dan diawasi oleh pemerintah karena terkait dengan wewenangnya dalam menjamin pertumbuhan investasi di Indonesia.

Demikian penjelasan singkat soal 7 lembaga penunjang pasar modal serta pelaku dan profesi pasar modal yang ada di Indonesia. Intinya, apa pun lembaganya selama memiliki keterkaitan dengan berlangsungnya pasar efek maka ia bisa dikatakan sebagai instansi maupun pelaku penunjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *