Belajar Analisa Fundamental Saham Super Lengkap!

Mungkin banyak dari teman-teman Analis.co.id yang masih pemula dan bingung mau belajar analisa fundamental saham dari mana? Saya kira, baik itu dari file PDF, buku, aplikasi dan makalah yang berisi cara dan contoh kasus analisisnya semua harus dipelajari.

Tapi selain yang disebut di atas, sebenarnya ada cara gampang belajar analisis fundamental saham syariah maupun konvensional, yaitu melalui video tutorial.

Selain gampang belajarnya, dengan video teman-teman bisa lebih mudah paham langkah-langkah dan semua trik rahasia bermain saham yang baik dan menguntungkan.

Tujuan analisis fundamental saham sebenarnya sederhana sekali dan ada 5 pokok yang ingin dicapai, yaitu:

1. Profitabilitas

Dengan analisis ala value investing ini maka akan diketahui seberapa menghasilkankah sebuah perusahaan terbuka yang akan dibeli sahamnya. Atau, apakah perusahaan tidak menghasilkan untuk saat itu.

Atau kalau untung, untungnya berapa besar? apakah dari waktu kewaktu selalu naik atau tidak? dan lain sebagainya.

Nah, profitabilitas ini lebih tepat dengan menilai growth dan rasio atau perbandingannya.

Dan sebenarnya ada beberapa rasio yang sering digunakan untuk menilai profitabilitas sebuah emiten, di antaranya adalah:

Sebenarnya ada beberapa lagi, tapi kalau mau yang simple saja, maka tiga yang disebut di atas sudah cukup.

Rasio NPM ini untuk membandingkan antara laba bersih dengan penjualan bersih perusahaan, sedangkan OPM membandingkan antara laba operasi dengan laba bersih, dan ROA sendiri menilai perbandingan antara laba bersih dengan aset perusahaan.

Yang lebih dominan digunakan dan menjadi titik berat para analis, termasuk Lo Kheng Hong, adalah rasio NPM tersebut.

Ya, karena NPM dihitung dengan membagi laba bersih dengan penjualan atau pendapatan perusahaan. Notabene, penjualan adalah keuntungan real yang diperoleh perusahaan. Berbeda dengan laba operasi yang sudah dipotong dengan bagian beban usaha.

2. Likuiditas

Rasio ini fungsinya adalah untuk mengukur sejauh mana kemampuan suatu emiten dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancarnya.

Secara bahasa, likuid artinya lancar. Jadi likuiditas sendiri dalam hal ini adalah kelancaran proses pemenuhan hutang atau kewajiban dari perusahaan.belajar analisa fundamental saham

Kurang lebih ada 6 rasio keuangan yang umum digunakan dalam cara analisa fundamental ini, di antaranya adalah:

Dan dari ketiga yang disebut di atas, sebenarnya kalau kita katakan mana yang paling akurat? Maka rasio kas lah yang paling bisa menggambarkan ke-likuiditas-an sebuah perusahaan terbuka.

Kenapa? Ya, karena rasio kas membandingkan antara bagian kas dan setara kas dengan utang lancar perusahaan, dimana kas merupakan bagian aset lancar yang paling likuid.

Ada beberapa lagi tujuan dari analisis fundamental, untuk lebih lengkapnya baiknya kunjungi artikelnya di sini: Apa Itu Analisis Fundamental Saham.

Oke, selanjutnya mari membaca satu per satu materi inti dalam blog ini!

Belajar Analisa Fundamental Saham

Artikel di atas bisa dijadikan rujukan untuk makalah, skripsi maupun karya ilmiah lainnya. Selama, mencantumkan sumbernya, yaitu Analis.co.id, dan juga penulisnya, Zulbiadi Latief.

Kedepannya, semoga bisa diluncurkan aplikasi analisa fundamental yang sesuai dengan kebutuhan teman-teman. Dan tentunya akan semakin menarik bila disertai contoh kasus dalam analisisnya.

Dan setelah video tutorial saham yang saya buat selesai, mungkin juga saya akan menerbitkan sebuah buku atau ebook PDF terkait step by step dalam melakukan analisis.

Sebenarnya sih, membaca beberapa artikel di blog Analis.co.id sudah cukup untuk teman-teman mengetahui bagaimana cara menganalisis. Hanya saja, soal tahap dan kerangka analisisnya mungkin tidak cukup hanya dari blog saja. Anda butuh buku yang lebih komprehensif membahas metodenya.

Dan perlu diketahui, sebenarnya dalam segala bentuk analisa bukan hanya ilmu yang dibutuhkan, tapi juga pengalaman dan insting.

Insting seorang trader yang jam terbangnya sudah bertahun-tahun menggeluti dunia investasi saham tentu berbeda dengan yang baru seumuran jagung.

Selain itu, gaya investasi juga sangat mempengaruhi hasil investasi tiap investor. Dan ini bentuknya beragam sekali, ada yang hanya fokus pada penny stock, ada yang hanya bermain di saham LQ45, BlueChip, dan lain sebagainya.

Intinya, semua kembali pada karakter dari masing-masing investor. Seorang trader saham tipe kontrari tentu lebih memilih saham yang volatilitasnya tinggi, yang harganya bisa naik dan turun secara tajam dalam jangka waktu sehari saja.

Lain halnya, untuk yang beraliran fundamentalis dan moderat, lebih banyak memilih saham bluechip yang likuid sekaligus aman ditransaksikan. Ya, semua kembali pada pilihan masing-masing.

Dan satu lagi, dalam proses belajar Anda, sebaiknya melakukan penelitian dan pengamatan yang panjang pada berbagai saham. Hal ini untuk memahami karakter dari masing-masing saham, sekaligus untuk menciptakan metode trading yang bisa menghasilkan cuan melimpah.

Akhir kata, semoga beberapa panduan Belajar Analisa Fundamental Saham Syariah maupun konvensional di atas bermanfaat. Intinya, belajar dengan tekun maka pasti akan ada hasilnya. Entah itu tahun 2019, 2020, 2021 atau 10 tahun kedepan, yang terpenting adalah bertahan dan menang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *