Arti & Contoh Bullish dan Bearish Market dalam Saham/Pasar Modal. Syarat Rebound?

Satu lagi istilah pasar modal yang sering digunakan para trader saham maupun instrument investasi lainnya. Ya, kali ini Analis akan mengulas soal pengertian dan contoh bullish dan bearish market dalam saham maupun pasar modal serta syarat terjadinya kedua trendline tersebut.

Kita bicara soal bullish dan bearish ini maka itu artinya belajar bagaimana menjadi trader. Nah, kenyataannya, sebagian trader ada yang hanya memprediksi grafik selanjutnya yang akan muncul, sebagian lagi hanya memprediksi pada satu candle yang akan terbentuk selanjutnya.

Namun sesungguhnya, antara ‘memprediksi grafik’ atau pun ‘memprediksi satu candle’ itu adalah sebuah analisa yang sama saja. Kenapa? Karena satu candle ini jika ditampilkan dalam time frame yang lebih kecil jam atau harinya, maka akan membentuk sebuah grafik juga.

Begitu pun dengan sebuah grafik, jika time framenya dirubah menjadi lebih lebih besar maka akan membentuk satu buah candle juga.

Dengan demikian, untuk membaca satu candle maka diperlukan juga membaca grafik yang membentuk candle tersebut, tentunya pada time frame yang lebih kecil.

Sampai di sini sudah paham? Kalau belum lanjut baca sampai selesai. Mungkin artikel ini tidak bisa membuat kamu langsung jago analisa teknikal, tapi paling tidak bisa paham dasarnya dulu.

Pengertian Bullish dan Bearish Market Adalah…

Sebenarnya antara trendline uptrend dan downtrend (atau sideways) dengan bullish dan bearish masing-masing memiliki pengertian yang hampir mirip. Lebih jelasnya baca : Pengertian Uptrend dan Downtrend.

Tapi sekalipun begitu, antara trendline (uptrend dan downtrend) dengan bullish dan bearish terdapat perbedaan yang mendasar. Untuk trendline mengacu pada beberapa titik atau level kenaikan atau penurunan harga dari saham atau indeks tertentu, sedang untuk bullish dan bearish hanya mengamati pada satu candlestick saja, tapi candle yang diamati memiliki jarak yang sama besar dengan sebuah trend.

Kata bullish merupakan kata sifat berasal dari bahasa Inggris yang diambil dari kata ‘bull’ yang berarti ‘banteng’. Demikian juga kata bearish berasal dari bahasa yang sama yang diambil dari kata ‘bear’ yang berarti ‘beruang’.

a. American Heritage

Dalam salah satu kamus bahasa Inggris ternama, American Heritage, masing-masing istilah saham ini diartikan dengan:

  • Bullish (adj.) – a. causing, expecting, characterized by rising stock or share market prices. b. optimistic or confident.
  • Bearish (adj.) – a. Causing, expecting, or characterized by falling stock or share market prices. b. pessimistic.

Jika kita terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia secara maknanya, bukan secara harfiah, maka keduanya dapat diartikan dengan sebab, espektasi atau harapan, atau dicirikan dengan naiknya atau turunnya harga saham (tertentu atau indeksnya secara umum) di bursa.

Adapun pada poin b dari kedua defenisi di atas, mencirikan sifat dari pelaku pasar, yakni bila bullish maka kecenderungannya optimis dan percaya diri atau yakin, dan bila bearish pesimis.

b. Google

Oleh Google Translate sendiri mengartikan dengan:

  • Bearish is characterized by or associated with falling share prices. (Bearish adalah ditandai atau dikaitkan dengan jatuhnya/turunnya harga saham.)
  • Bullish is characterized by rising share prices. (Bullish adalah ditandai atau dipercirikan dengan naiknya harga saham.)

c. Wikipedia

Pasar bullish adalah A bull market is a period of generally rising prices. The start of a bull market is marked by widespread pessimism. This point is when the “crowd” is the most “bearish”. (Sebuah periode dari naiknya harga saham secara umum. Awal dari terjadinya bull adalah ditandai dengan semakin meningkatnya pesimisme pasar. Poinnya adalah saat transaksi semakin ramai.

Makna bullish juga dipersamakan dengan rebound dalam pasar modal. Karena pada dasarnya kedua kata tersebut sama saja.

Adapun bearish market adalah a general decline in the stock market over a period of time. It is a transition from high investor optimism to widespread investor fear and pessimism. (Penurunan secara umum dalam pasar saham selama periode waktu tertentu. Dan titik reversal atau pembalikan ke arah bearish adalah saat para investor mulai panik dan pesimis yang ditandai dengan menurunnya jumlah transaksi.)arti bullish dan bearish

Dan sebagai pengertian yang lengkap dan lebih terarah dari semua defenisi di atas maka kesimpulannya adalah:

Bearish dan bullish adalah penamaan atas naik atau turunnya harga saham dalam periode tertentu yang ditandai dengan optimisme atau pesimisme para investor di pasar saham. (Zulbiadi Latief, April 2018)

Tingkat optimisme yang semakin tinggi yang dinilai dengan bantuan candlestick adalah ditandai dengan harga penutupan saham yang lebih tinggi dari harga pembukaannya dan juga nilai transaksi yang semakin meningkat. Demikian pula sebaliknya pada tingkat pesimisme yang semakin meningkat.

Banyak spekulasi mengenai asal mula penggunaan kedua nama binatang buas di atas sebagai indikasi kondisi pasar saham atau pun pasar modal di bursa.

Ada yang bilang, sesuai dengan bentuk katanya, yakni adjective (kata sifat), bahwa banteng dijadikan sebagai lambang kenaikan harga saham karena sifat gerakan banteng yang menanduk dari bawah ke atas, persis sesuai dengan saham yang lagi uptrend.

Adapun beruang, jika kamu sering menonton film documenter soal binatang buas, maka ciri utama binatang ini saat menyerang musuhnya selalu dari atas ke bawah dengan menggunakan cakarnya yang tajam. Tentunya ini sesuai dengan ciri dari saham yang lagi downtrend atau tampak cenderung turun.

Selain itu, ada juga beberapa trader yang mengemukakan alasan melambangkan saham yang lagi naik dengan banteng karena banteng punya ciri yang selalu bersemangat menerjang rintangan, dalam hal ini optimis, sebagaimana pengertiannya di atas.

Dan beruang, walau buas, dalam waktu tertentu harus melakukan hibernasi (tidur berbulan-bulan) dan bersikap pesimis melakukan aktifitas berburu karena harus tidur dalam jangka waktu yang lama.

Contoh dan Syarat Terjadinya Bearish dan Bullish

Secara umum sebenarnya ada dua jenis analisa yang dilakukan trader saham, yaitu analisa fundamental dan anlisa teknikal. Dan khusus untuk istilah saham bullish dan bearish ini masuk dalam bagian analisa teknikal.

Kata syarat sebenarnya kurang tepat digunakan untuk menentukan judul dari sub bab ini. Menurut saya lebih tepat kalau tools yang digunakan untuk mengetahui apakah sebuah saham sedang bearish atau bullish.

Dan berikut adalah beberapa cara atau alat yang seharusnya digunakan dalam menganalisa:

1. Menentukan time frame dengan Moving Average (MA) serta Trendline-nya

Sebelum mulai menganalisa maka perlu ditentukan dulu time frame pergerakan harga sahamnya atau yang dikenal dengan Moving Average. Dan Moving Average ini bertujuan untuk menampilkan nilai rata-rata data
harga dalam periode waktu tertentu. (lihat gambar soal candlestick di bawah)

Sebagian trader merekomendasikan untuk menggunakan 50MA atau moving average 50-hari sebagai cara yang relatif mudah untuk menemukan saham yang kuat atau saham yang lemah. Hal ini berlaku untuk saham bearish maupun bullish.

Terutama untuk value investor, sekalipun ini tidak termasuk dalam cakupan analisanya, sangat disarankan untuk berhati-hati dalam bertransaksi saham dengan terlebih dahulu melihat grafik dalam rentang waktu tertentu. Hal ini untuk menghindari membeli saham yang sedang downtrend, sekalipun saham tersebut bisa dikatakan sudah sangat murah.

Dan bagi growth investor yang membeli saham berdasarkan analisa teknikal dari grafik harganya maka rentang waktunya bisa saja lebih cepat, dalam hitungan jam atau pun dalam interval hari dalam 1 minggu saja.

Nah, sekarang soal garis trendnya.

Sebenarnya, kalau kamu menggunakan tools dari situs Yahoo Finance (https://finance.yahoo.com/) maka pada saat menentukan moving average-nya sudah akan akan tampak garis trend-nya, tinggal memilih jenis indikator lainnya di sebelah kanan, apakah menggunakan candlestick atau line.

Hanya saja, bagi trader sejati, umumnya mereka melakukan draw atau membuat garis trend sendiri lagi untuk mengetahui apakah saham lagi downtrend atau uptrend.

Selain itu ada juga yang dinamakan ADX atau Average Directional Index Movement yaitu indikator untuk mengukur kekuatan dari sebuah trend, sehingga investor dapat mengetahui apakah pasar sedang sideways, sedang
trend naik, trend melemah, atau malah membentuk trend baru.

Garis ADX ini terbentuk bersama dua garis lain yang disebut dengan Directional Movement Indicators (DMI). ADX sendiri merupakan rata-rata dari kedua garis tersebut. (bentuknya, lihat di gambar di bawah)

Jika kamu mau menampilkan garisnya maka caranya cukup klik menu ‘indicators‘ di Yahoo Finance setelah kamu masuk di tampilan full screen-nya.

2. Menentukan jenis candle yang akan terbentuk dengan CandleStick

Analisa dengan candlestick adalah untuk menentukan jenis candle yang akan muncul atau terbentuk, apakah candle bullish atau candle bearish. Artinya investor hanya membidik 1 candle saja (sebagian mengatakan 1-2 candle yang dianalisa), namun candle yang dibidik ini memiliki jarak yang sama besar dengan sebuah trend, dalam hal ini moving average di atas.

Perhatikan gambar di bawah:

contoh bullish dan bearish dengan MA

Candlestick berwarna merah yang ditunjuk oleh tanda panah di atas adalah menunjukkan long black candlestick yang berarti saham tersebut sedang mengalami strong bearish.

Jika anda seorang trader maka itulah waktunya menjual saham tersebut, tapi bagi anda yang value investor tentunya analisa di atas tidak bisa dijadikan alasan menjual atau membeli saham, melainkan dengan data laporan keuangannya dan pertimbangan lainnya.

Jadi, di atas jelas sekali bahwa candle yang dianalisa hanya 1-2 candle saja, tapi dengan memperhatikan garis trend MAnya juga yang tampak downtrend atau uptrend.

3. Membandingkan antara pergerakan harga saham dengan indeks market secara umum, dalam hal ini menggunakan data pergerakan IHSG.

Soal harga saham, untuk untuk tau cara mengeceknya maka kamu wajib baca dulu artikel ini: 4 Cara Mencari Harga Saham.

Adapun soal IHSG, selain mengetik langsung katanya di Google, tutorial 4 cara di atas juga bisa dilakukan. Dan untuk bisa melihat juga detail MA dan candlestiknya maka dengan Yahoo Finance juga bisa dilakukan. Ketik di Google ‘IHSG Yahoo Finance’ maka akan muncul di ranking 1 alamat ini: ^JKSE : Summary for Composite Index – Yahoo Finance. Tinggal klik saja.

Jika suatu saham harganya tampak naik bersamaan dengan IHSG yang sedang trend naik juga maka saat itu bisa dilakukan pembelian saham.

Hanya saja, keputusan membeli tidak boleh dengan pertimbangan itu saja, tapi harus tau juga valuasi sahamnya, apakah sudah mahal atau masih murah. Untuk ini kamu wajib baca soal Cara Menghitung Price to Book Value (PBV) dan Cara Mengetahui Valuasi saham dengan PER.

4. Bearish/Bullish Reversal

Pola pembalikan (reversal) bearish dapat terbentuk dengan satu atau lebih candlestick. Pembalikan yang aktual adalah menunjukkan bahwa tekanan jual melampaui tekanan beli untuk satu hari atau lebih, tetapi masih belum jelas apakah penjualan berkelanjutan atau kurangnya pembeli akan terus berlanjut menekan harga menjadi lebih rendah.

Dan karena pola candlestick bersifat jangka pendek dan biasanya efektif selama 1-2 minggu, maka konfirmasi bearish baru akan tampak jelas dalam waktu 1-3 hari.

Konfirmasi bearish artinya terjadinya penurunan lebih lanjut melalui, seperti gap down, long black candlestick atau pun penurunan volume transaksi yang tinggi.

Dari 3 paragraf di atas, hal sebaliknya berlaku untuk indikasi pembalikan untuk bullish juga.

Contoh Analisa:

syarat terjadinya bearish

Dari  gambar di atas terlihat bahwa telah muncul candle jenis continuation (pola candlestick yang menunjukkan terjadinya pause pada trend dan selanjutnya trend tersebut akan berlanjut kembali). Dari sini kita bisa memprediksi bahwa candle yang muncul selanjutnya akan turun.

Untuk memastikannya, maka caranya adalah dengan melihat pola grafik-nya pada time frame yang lebih kecil, lalu kamu analisa lagi apakah grafik tersebut menunjukan akan terjadi trend turun juga.

contoh saham akan bearish

Dari gambar grafik di atas dapat ditemukan 3 hal yang menunjukan bahwa trend saham akan turun yaitu :

  1. Adanya puncak yang tampak merendah
  2. Garis support yang berhasil ditembus
  3. Penembusan garis trend support ini dikonfirmasi dengan sebuah koreksi yang lalu dibalikkan lagi ke bawah oleh sebuah candle panjang .

Dan karena analisa teknikal di atas cukup akurat, maka inilah hasilnya beberapa hari selanjutnya:

contoh grafik saham turun

Jadi dari teknik analisa di atas jelas sekali bahwa yang diamati dalam candlestick adalah pada satu candle saja. Dan sebagai tambahannya adalah melihat beberapa titik puncaknya dan garis supportnya apakah berhasil ditembus atau tidak.

Karena artikelnya sudah terlalu panjang, sepertinya cukup sampai di sini dulu artikel kita soal Arti dan Contoh Bullish dan Bearish Market dalam Saham/Pasar Modal. Dan penjelasan lebih lanjut soal ini akan ditampilkan di halaman lain. Jadi terus berkunjung di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *