Pengertian Capital Gain dan Loss, Contoh & Rumusnya di Pasar Modal

Dalam investasi saham sebenarnya ada dua keuntungan yang bisa kita peroleh, yaitu dividen dan capital gain. Dan pada ulasan ini kita akan belajar apa itu pengertian capital gain dan capital loss dalam pasar modal menurut para ahli dalam dunia investasi.

Sedang jika kamu mau tau apa itu dividen silahkan simak beberapa artikel berikut ini:

  1. Pengertian Dividen Menurut Para Ahli
  2. Bagaimana Investor Mendapatkan Dividen
  3. Pengalaman Dapat Dividen Saham

Kalau Anda bertanya bagus mana investasi saham untuk dapat dividen atau capital gain, maka saya yang sudah pengalaman kurang lebih 4 tahun di pasar saham akan menjawab bahwa capital gain jauh lebih menguntungkan dari pada hasil dividen.

Kenapa bisa seperti itu?

Ya, karena dividen dibagikan oleh perusahaan hanya sekali setahun, dan kalau pun diberikan beberapa kali itu hanya karena pembayarannya yang dilakukan bertahap.

Selain itu, dividen hanya akan diberikan bila perusahaan mampu menghasilkan laba yang cukup dari hasil usahanya selama setahun. Dan bila tidak untung? Ya, biasanya di RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) diputuskan tidak ada bagi-bagi dividen di tahun tersebut.

Jadi kalau tidak ada dividen maka tidak ada hasil yang kamu dapat.  Kecuali kalau kamu mau bersabar menunggu tahun depannya lagi. Tapi dalam prakteknya tidak semua emiten membagikan dividen, bahkan ada perusahaan yang sama sekali tidak pernah memberi dividen karena alasan dananya digunakan untuk keperluan ekspansi usaha.

Buat kamu yang masih awam soal dunia saham mungkin akan bilang ‘Wah gak enak investasi di saham seperti itu!”

Tapi itu Anda! Sedang para investor kawakan sekelas Lho Keng Hong malah menganggap itu bagus karena pikirnya perusahaan akan lebih cepat berkembang dan pak LKH ini nantinya bisa mendapatkan capital gain yang lebih besar lagi jika usahanya semakin maju dan harga sahamnya naik. Oh begitu ya??

Oke, masih lanjut pernyataan saya di paragraf dua di atas mengenai perbedaan capital gain dan dividen.

Adapun capital gain bisa didapatkan kapan pun, selama harga saham yang dibeli lagi naik.

Maksudnya bagaimana suhu?

Jadi karena capital gain itu keuntungan dari selisih antara harga jual dengan harga beli saham, maka si investor bisa menjual sahamnya bila ia sudah merasa memperoleh untung dari selisih kenaikan harga tersebut.pengertian capital gain dan loss

Hanya saja, sebelum menjual saham yang sudah untung harus dipertimbangkan dulu aspek lainnya, terutama pada fee trading atau biaya transaksi beli maupun jualnya dari perusahaan sekuritas tempat kamu melakukan trading saham. Tentunya, biar nilai keuntungannya cukup walau telah dihitung biaya tradingnya.

Dan perlu diketahui juga bahwa capital gain bukan hanya dari saham saja, tapi semua bentuk investasi yang menghasilkan keuntungan juga termasuk di dalamnya, seperti properti, tanah, emas, reksadana, kendaraan dan lain sebagainya.

Apa itu Pengertian Capital Gain dan Capital Loss?

Oleh situs ensiklopedia dalam bahasa indonesia diartikan dengan keuntungan modal. Memang karena bicara soal CG ini tidak hanya pada saham, tapi semua instrumen investasi sebagaimana disebut di atas.

Para trader saham sering kali menyebut realisasi dari capital gain ini dengan ‘cuan‘ atau untung dari saham yang harga jualnya lebih tinggi dari harga belinya.

a. Capital Gain

Wikipedia : suatu keuntungan / laba yang seseorang dapatkan dari investasi dalam bentuk surat berharga atau istilahnya efek, termasuk di dalamnya saham, reksadana, obligasi atau pun dalam bidang properti, yang mana nilainya melebihi harga beli awalnya.

Ellen May : yaitu keuntungan yang diperoleh dari kenaikan harga saham.

Zulbiadi Latief : laba yang didapatkan oleh investor atas surat berharga dari selisih antara harga jual yang lebih tinggi dari harga belinya.

Teguh Hidayat : keuntungan yang anda peroleh dari kenaikan nilai aset dari perusahaan-perusahaan yang sahamnya yang anda pegang.

Untuk pendapat yang terakhir di atas lebih memandang pada dampak awal dari emiten yang berhasil menaikkan nilai asetnya dimana pemegang sahamnya sudah dianggap mendapat keuntungan dari kenaikan tersebut, walau ia belum menjual sahamnya.

Jadi, dapat dipahami bahwa capital gain merupakan imbal hasil investasi seseorang pada efek yang dimiliki setelah dijual kembali kepada orang lain.

Kalau kita mau menghubungkan ini dengan kehidupan sehari-hari kita sebenarnya mudah saja, karena apa pun bentuknya kalau bisa menghasilkan keuntungan setelah dibeli beberapa waktu sebelumnya maka itu juga termasuk dalam pengertian di atas. Contohnya, beli tanah kemudian harganya naik setelah beberapa tahun, maka selisihnya itu juga dinamakan capital gain.

b. Capital Loss

Kalau dalam dunia trading saham, aksinya dinamakan dengan ‘cut loss‘, yaitu tindakan menjual saham dalam kondisi rugi atau lebih rendah dari harga belinya.

Adapun pengertian capital loss adalah, sebaliknya dari pengertian di atas, yaitu selisih harga jual yang lebih rendah/murah dari harga belinya yang lebih mahal.

Contoh capital loss dalam saham, misalnya kamu beli saham MAMI di harga 126 pada tanggal 22 September 2017, kemudian pada tanggal 1 Maret 2018 ternyata harganya turun jadi 94, maka selisih pengurangan nilainya tersebut yang dinamakan capital loss.

Jadi 126-94 = 32 atau setara dengan 25,8% kerugian / loss yang anda alami jika merealisasikan kerugian dengan menjual sahamnya.

Rumus dan Contoh Cara Menghitung Capital Gain dan Loss

Sebenarnya ini sesuatu yang gampang sekali menghitungnya, bahkan menurut saya tidak perlu rumus segala karena ini sama halnya beli barang murah kemudian dijual saat harganya sudah naik.

Tapi karena banyak yang bertanya bagaimana rumus capital gain ini jadi ada baiknya saya sampaikan juga. Jadi rumusnya adalah:

Capital Gain/Loss = harga penjualan (-) harga beli (x) jumlah barang/produk yang dibeli/diinvestasikan

Ya, sesimpel itu  cara menghitungnya.

Sebagai contoh, Lo Kheng Hong membeli saham UNTR seharga 16.000 per lembar pada tahun 2016 dan pada tahun 2018 ternyata harganya di bursa saham BEI naik menjadi 26.000. Maka, keuntungan atau capital gain dari pak LKH adalah

26.000 – 16.000 = 10.000 atau setara dengan 62,5% dalam 2 tahun.

Nah, tinggal kalikan saja berapa jumlah saham yang dibeli pada waktu itu. Misalnya 20 lot (per lot 100 lembar saham, jadi totalnya 2000 lembar saham).

Sehingga hasilnya adalah : 10.000 x 2.000 = Rp. 20.000.000

Itulah keuntungan yang di dapat pak LKH dari nilai investasinya sebesar 32 juta (16.000 per saham dikali 2000 lembar saham)

Adapun capital loss sudah saya berikan contohnya di pengertiannya di atas, yakni soal saham MAMI.

Ketentuan Memperoleh Untung dari Saham

Jika kamu ingin mendapat capital gain maka kamu juga harus tau apa saja ketentuannya, di antaranya adalah:

  • Capital gain baru akan didapatkan bila si pemegang saham menjual sahamnya. Berbeda dengan dividen karena si pemiliknya harus tetap memiliki saham tersebut pada hari cum date nya bila ingin mendapatkan dividen.
  • Keuntungan dari capital gain hanya boleh didapat bila harga jualnya lebih tinggi dari harga belinya serta fee trading pembelian dan penjualannya.
  • Menjual saham pada saat untung saja, sedang jika dijual saat harga saham turun dan lebih rendah dari harga belinya maka dinamakan capital loss. Ini juga baru akan bekerja kalau Anda juga tau kapan waktunya beli saham sehingga investasinya tepat.

Selain itu, seorang investor saham baru akan dinamakan untung dari saham bila antara jumlah persentase keuntungannya sebanding dengan lama waktu investasinya pada saham tertentu.

Apa lagi nih maksudnya, memangnya ada juga capital gain yang bikin rugi?

Ya, bisa saja.

Contohnya begini, kamu beli saham PGAS seharga 2.000 per lembar kemudian menjualnya di harga 2.200 per lembar. Tapi, sayangnya kamu baru bisa menjualnya di harga segitu setelah dipegang selama 10 tahun.

Nah, kalau keuntungannya hanya 10%, tapi investasinya 10 tahun, apakah itu tidak merugikan?. Padahal kalau uangmu didepositokan dan bisa dapat untung sekitar 5% per tahun, kan hasilnya lebih lumayan?

Jadi, capital gain bisa saja tidak ada artinya kalau masa investasi Anda di saham tertentu terlalu lama.

Sehingga saran saya, pastikan sebelum berinvestasi di saham agar terlebih dahulu menganalisa saham yang akan dibeli.

Tentunya, jika kamu value investor harus bisa dan paham soal analisa fundamental saham, baik itu yang syariah maupun konvensional.

Itulah penjelasan panjang dari pengertian capital gain dan capital loss serta rumus cara menghitungnya. Saya pribadi berharap semoga artikel ini membantu anda yang masih pemula.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *