Cara Analisa Fundamental Saham serta Kerangka dan Teori Analisisnya

Arti analisa fundamental adalah metode analisis yang fokus pada fundamental ekonomi suatu emiten. Nah, pada artikel soal Cara Analisa Fundamental Saham ini akan dibahas tuntas kerangka dan juga teori analisisnya.

Sebelum itu, mari kita cari tau dulu pengertian fundamental secara khusus.

Dalam KBBI disebutkan bahwa fundamental adalah ‘bersifat dasar’ (pokok) atau ‘mendasar’. Maksud dari dasar atau pokok pada perusahaan adalah pada kinerja bisnis atau ekonomi perusahaan tersebut.

Sebenarnya banyak sekali ilmu terkait analisa fundamental yang harus diketahui, tapi harus mulai dari mana dan apa saja yang dianalisa adalah hal yang masih membingungkan bagi pemula. Oleh karena itu, di sini akan dibahas tahap demi tahap prosesnya.

Dan karena fundamental perusahaan yang akan dianalisa maka objek analisis yang seharusnya digunakan adalah laporan keuangan emiten itu sendiri.

Buat yang belum tau cara mendapatkan datanya, silahkan cari tau di sini: Cara Download Laporan Keuangan Perusahaan Terbuka di IDX.

Sebenarnya pembahasan kita kali ini kurang lebih sama dengan artikel sebelumnya soal “Yang harus diperhatikan dalam analisa fundamental saham“. Hanya saja, di sini lebih fokus pada laporan keuangannya langsung, bukan kerangka analisisnya.

Biar paham alurnya, sedikit saya jelaskan artikel sebelumnya tersebut.

Jadi dalam analisa saham, ada 3 hal yang harus diperhatikan, yaitu:

  1. Makroekonomi
  2. Sektor
  3. Emiten

Mengenai mana yang lebih dulu dianalisa, apakah kondisi makroekonomi dulu atau kah emiten-nya dulu. Nah terkait ini silahkan baca lagi karangka analisis di artikel sebelumnya. Sudah saya berikan linknya di atas.

Intinya, kalau memilih Top-Down analisis maka yang mulai dianalisa adalah makroekonomi dulu baru terakhir emiten atau perusahaannya.

Sedangkan, bila memilih cara Bottom-Up maka yang pertama jadi objek analisa adalah dari kondisi fundamental perusahaannya dulu, yaitu dari laporan keuangannya.

Sampai di sini sudah paham kan gambaran umum dalam langkah analisa fundamental. Jika ya, mari kita mulai materi intinya.

Tapi pembahasan di bawah bentuknya bukan PDF lho. Kalau mau yang bentuknya pdf, nanti kalau sudah jadi saya kabari teman-teman semua. Saat ini sedang merampungkan 50 lebih video tutorial saham, kalau mau bisa langsung pre-Order di halaman kontak.

Cara Analisa Fundamental Saham

Pertanyaan awal sebelum mengulas langkahnya, sebenarnya siapa sih yang butuh cara analisis ini?

Jadi, untuk analisa fundamental sebenarnya lebih tepat untuk trader atau investor beraliran value investing. Adapaun bagi penganut growth investing, maka analisanya lebih cenderung pada analisa teknikal.

Objek analisa teknikal adalah dari grafik harga saham itu sendiri. Dari pergerakan saham tersebut dianalisa kira-kira dari indikasinya apakah harga sahamnya akan bergerak naik atau turun. Istilah sederhananya uptrend dan downtrend.

Oke, prolognya sudah terlalu panjang. Kita mulai saja belajar proses dan caranya.

#1. Analisa Manajemen

Dalam tahap awal kerangka analisis fundamental ini, sengaja persoalan manajemen saya letakkan di awal. Bukan karena Lo Kheng Hong juga melakukan hal yang sama, tapi memang secara fakta memang menilai dan memilih saham perusahaan paling pas dari sisi ini.

Bicara soal manajemen di sini maka yang dimaksud bisa orangnya dan bisa juga sistemnya.

Dan berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan untuk tahap analisis ini:

Siapa pemimpinnya?

Ini penting sekali diketahui, karena yang namanya perusahaan semua kembali ke nahkodanya. Jika pola pikir, sifat dan kemampuannya tidak memadai maka untuk apa mempertimbangkan membeli sahamnya.

Secara, pola pikir menentukan bagaimana dia mengambil keputusan bisnisnya, sifat soal bagaimana memperlakukan bisnisnya. Jujurkah atau tidak? Sedangkan kemampuan, bagaimana dia menjalankan bisnisnya.

Jadi kalau ketiganya bisa terpenuhi maka prospek perusahaan tentu semakin baik.

Dan pemimpin di sini bukan hanya manajernya saja, tapi semua pihak yang bisa mempengaruhi pengambilan keputusan pada perusahaan tersebut. Jadi termasuk di dalamnya komisaris dari pemegang saham pengendali.

Skil karyawannya?

Kualitas karyawan sangat dipengaruhi oleh bagaimana proses rekrutmen perusahaan tersebut serta umur dari perusahaannya.

Makanya, umur perusahaan yang lebih tua akan lebih menjanjikan sahamnya dipilih, ketimbang perusahaan yang baru seumur jagung. Kenapa? ya, karena jam terbang sangat menentukan kemampuan instansi maupun tiap pribadi dalam perusahaan tersebut.

Hal ini sudah termasuk bagaimana program manajemen dalam meningkatkan skil karyawannya dari waktu ke waktu, seperti membuat pelatihan berkala, target kemampuan, standarisasi dan sebagainya.

Budaya kerjanya?

Banyak perusahaan dengan budaya kerja yang menarik, modern dan unik ternyata mampu menjadi perusahaan yang berkelas.

Contohnya Google. Salah satu budaya kerja yang kita kenal di Google adalah dimana tiap karyawan ditantang menemukan ide dan model bisnis yang profitable. Siapa yang sanggup melakukannya dan ternyata berhasil maka ia akan dibayar mahal oleh Google sendiri.

Atau budaya kerja sederhana seperti kerja cepat dan tepat bagi karyawan garmen, disiplin menggunakan helm bagi pekerja proyek dan lain sebagainya.

Teknologinya?

Tantangan bisnis saat ini selalu dihadapkan pada teknologi. Siapa yang sanggup dan unggul menggunakan teknologi terbaru maka dialah yang mampu merebut pasar.

Contoh kasus sederhana, layanan mobile banking BCA saat ini yang dengan modal QR Code sudah bisa melakukan transfer, tanpa harus menggunakan alat token.cara analisa fundamental saham

Atau misalnya, saat sistem 4G pada provider pulsa ditemukan, maka saat itu juga, siapa saja yang terlambat mengupdate teknologinya maka mau tidak mau akan langsung ditinggal oleh banyak pelanggannya. Nah, inilah bukti nyata bahwa keunggulan teknologi menjadi salah satu penilaian fundamental yang penting.

Produknya?

Khusus mengenai produk ini, maka anda wajib baca artikel ini: 6 Prinsip Poduk Berkualitas dari Manajemen Perusahaan yang Baik.

Disana anda akan menemukan beragam indikasi atau ciri dari perusahaan yang bagus yang merupakan salah satu cara dalam melakukan analisis fundamental saham.

#2. Analisa Laba

Sebelum membaca lebih jauh materi ini, wajib baca dulu bagian-bagian laporan keuangan. Karena ini penting untuk mengetahui letak dari masing-masing pos dalam laporan keuangan perusahaan terbuka.

Laba dalam hal ini adalah ‘laba bersih’ emiten. Sedangkan laba bersih dalam laporan keuangan sering juga disebut dengan net sales.

Sederhana sekali kerangka cara analisis fundamental saham yang satu ini. Untuk mengetahui mana perusahaan yang labanya baik, maka ada 3 hal yang harus anda perhatikan, yaitu:

1. Perusahaan sedang untung diperiode saat ini.

Cara tau kalau perusahaan untung, maka cukup lihat laba bersihnya. Apakah minus atau tidak?

Sedangkan untuk tau labanya minus atau tidak maka umumnya ditampilkan dengan tanda ‘dalam kurung’.

Jika menemukan laba bersih yang ditampilkan demikian, maka tidak usah berpikir panjang, langsung saja tinggalkan sahamnya dan tidak usah dilanjutkan analisanya. Cari saja saham lain yang lagi untung.

2. Labanya sedang ‘growth’

Growth artinya tumbuh. Tumbuh di sini berarti antara laba di periode saat ini dengan periode yang sama di tahun sebelumnya tampak meningkat.

Seperti ini bentuk rumus growth dalam teori cara analisa fundamental:

G = ((Xn / Xo) / Xo)) x 100

Keterangan:

Xn : Nilai akhir

Xo : Nilai awal

Misalnya pada kuartal 3 tahun 2019 perusahaan ASII menghasilkan laba bersih Rp. 100 milyar (contoh saja), sedangkan kuartal 3 2020 laba ASII ternyata Rp130 milyar. Ini artinya laba ASII bertumbuh 30% dari sebelumnya.

3. Terjadi trend pertumbuhan pada labanya.

Ada yang bilang sama saja growth sama trend, tapi sebenarnya beda. Kalau growth hanya membandingkan dengan satu periode sebelumnya dan tujuannya hanya untuk analisa fundamental saat ini.

Adapun trend, umumnya menilai kinerja dari beberapa periode sebelumnya. Tujuannya juga beda, yaitu untuk memahami seberapa baik prospek perusahaan kedepannya.

Terkadang ada yang menilai di 5 tahun terakhir, dan ada juga yang sampai 10 tahun terakhir. Tergantung seberapa hati-hati dan detail analisa yang akan dilakukan oleh si trader.

Adapun bentuk rumusnya, sudah saya share di artikel sebelumnya () :

= (Xn / Xo)^(1/n) -1

Keterangan:

Xn = Nilai terakhir

Xo = Nilai Dasar

n = Jumlah Tahun

Adapun simbol (^) maksudnya adalah ‘pangkat’. Caranya menggunakannya cukuk pakai tombol Shift + 6 di keyboard.

4. Rasio labanya cukup atau lebih dari espektasi

Ini juga bagian penting dalam contoh analisa fundamental yang pernah saya share.

Dalam analisis rasio maka kita bisa mengetahui secara pasti kualitas laba yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan, apakah hanya karena menjual aset atau memang murni karena operasional perusahaan itu sendiri.

Rasio laba ini disebut juga dengan rasio profitabilitas, yaitu rasio untuk mengukur tingkat profit yang mampu dicapai oleh perusahaan dibandingkan dengan aset yang dimilikinya.

Ada beberapa rasio yang digunakan dalam analisis laba sebuah perusahaan, dan di antara yang rasio yang penting digunakan ada 2, yaitu:

  1. Rasio Return on Equity (ROE)
  2. Rasio Net Profit Margin (NPM)

Silahkan kunjungi kedua artikel tentang rasio di atas. Disana anda akan tau apa saja defenisi, rumus dan nilai yang baik dari tiap rasio tersebut.

Selain kedua rasio profitabilitas di atas, ada lagi beberapa rasio yang bisa digunakan untuk menilai profit dari sebuah perusahaan. Di antaranya adalah:

Masih ada beberapa rasio lagi yang bisa digunakan untuk menilai laba emiten. Tapi lebih baiknya gunakan kalkulator saham excel yang sudah saya buat, karena di dalamnya sudah lengkap rumusnya dan keterangan nilai rasio yang baik.

5. Labanya lebih unggul dari perusahaan lain yang sejenis (benchmarking)

Di tahap ini kita tidak lagi fokus pada fundamental emiten itu sendiri, tapi sudah melakukan benchmarking atau tolak ukur dari perusahaan lain yang sejenis.contoh

Selain dari sektor yang sama, perlu juga diperhatikan bahwa dalam melakukan analisis perbandingan dengan perusahaan lain maka timingnya harus sama.

Apa maksudnya timingnya sama?

Jadi begini, kalau kamu menganalisis saham PGAS di kuartal 2 2019, maka seharusnya perbandingannya dari laporan keuangan emiten lain di kuartal yang sama pula, yaitu kuartal 2 2019 juga.

Adapun caranya, misalnya ada 5 perusahaan yang sama, maka catat dan jumlahkan semua tingkat pertumbuhan labanya, kemudian setelah itu tinggal bagi sesuai jumlah perusahaannya. Kurang lebih sama kalau teman-teman menggunakan rumus rata-rata pada umumnya.

Selanjutnya, selain 2 langkah analisis di atas, maka ada lagi beberapa cara analis fundamental saham yang perlu anda ketahui di bawah ini. Hanya saja, karena artikel ini sudah terlalu panjang, jadi saya tidak lanjutkan.

Kalau mau penjelasan lengkap dari langkah analisis fundamental, plus sebagian cara analisis teknikal, maka saya sarankan memiliki VIDEO TUTORIAL INVESTASI SAHAM yang saya sediakan.

Videonya sudah hampir selesai. Ada 50 video lebih di dalamnya. Yang mau bisa pre-Order sekarang dan dapatkan diskon menarik.

Nah, inilah beberapa teori analisis fundamental yang masih perlu dilakukan jika ingin paham tahap analisa dengan benar.

#3. Analisa Penjualan

#4. Analisa Kas

#5. Analisa Hutang

#6. Analisa Valuasi / Harga Pasar Saham

Untuk ulasan soal harga wajar saham, sudah dipublikasikan artikelnya di blog ini, termasuk soal rasio PBV dan PER saham.

Butuh penjelasan yang panjang untuk menuntaskan teknik dari beberapa tahap analisis di atas. Untuk itu, sangat disarankan memiliki video panduannya.

Jadi, mungkin ada dari teman2 yang malas membaca, entah itu bentuknya buku atau ebook PDF, untuk itu saya sarankan beli video tutorial investasi saham yang sebentar lagi jadi.

Di dalamnya sudah termasuk step by step analisa fundamental. Mulai dari basic hingga advance dijelaskan dengan lengkap dan rinci dalam tutorial tersebut.

Kalau ada yang bertanya bagaimana rumus PER untuk mengetahui valuasi saham, nah di dalamnya juga sudah lengkap tersedia.

Oke, sampai disini dulu jawaban dari pertanyaan teman2 Analis soal Cara Analisa Fundamental Saham serta kerangka analisis fundamental saham dan juga teori analisisnya. Semoga kedepannya aplikasinya bisa dibuat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *