Ciri-ciri Saham Bagus Itu Begini…!

Sepertinya blog Analis.co.id ini mulai akan diisi dengan artikel inspiratif. Berbeda dengan sebelumnya yang artikelnya ‘newbie banget’! Nah, soal ciri-ciri saham bagus ini akan bercerita bagaimana menilai saham yang prospek yang kemungkinan besar akan naik nantinya.

Memang sih, main saham itu jauh berbeda dengan beli properti atau reksadana saham sekalipun. Kenapa? Ya, karena saham itu, sebagaimana sering saya bahasakan, merupakan ‘investasi liar’. Kayak binatang buas aja ya?

Liar maksudnya, terkadang ada yang sudah dianalisa dengan sangat detail, tapi eh… bukannya naik, malah turun sedalam-dalamnya. Dan kadang juga, ada yang pakai analisis sederhana saja tapi malah naik, dan kadang naiknya gak pake lama langsung terbang. Nah, itulah yang saya maksud liar.

Kata banyak pemula, apalagi yang baru investasi saham langsung rugi banyak, baca paragraf di atas pasti akan langsung teriak, “Iya, betul itu!”, malah yang lebih pahit pengalamannya biasanya akan bilang, “Iya, saya kapok main saham! Mending beli properti aja, yang pasti untungnya!”

Tapi kan, itu kalau ilmu dan pengalamannya kurang. Dan kadang juga, kalau hanya banyak ilmu biasanya masih bisa nyangkut (istilah trader yang sahamnya anjlok dan galau antara mau di-hold atau dijual) juga.

Kenapa bisa begitu?

Ya, karena kalau ilmu analisis, ekonomi, dan apa pun itu yang ada kaitannya dengan saham, umumnya baru berupa teori mentah yang belum bersinggungan dengan pasar saham yang sesungguhnya. Sedangkan pengalaman, ia merupakan ilmu juga, tapi lebih kompleks karena sudah dibekali dengan ‘strategi perang’ yang dapat menaklukkan kondisi bursa dan berbagai karakter saham yang ‘sangar-sangar’.

Perlu dipahami bahwa tidak selamanya saham yang murah itu nantinya akan naik, dan tidak selamanya pula saham yang sudah mahal tidak akan berlanjut naik lagi. Jadi, ada banyak faktor penyebab naik turunnya ‘seekor’ saham.

So, dihayati dengan baik teman2 Analis semua, kalau yang namanya saham itu punya karakter masing-masing. Tidak bisa dipukul rata cara analisisnya semua. Apalagi kalau kamu bilang semua saham di BEI cara analisisnya sama., wah parah itu!

Sekarang, mari kita masuk ke inti materinya!

Ciri-ciri Saham Bagus

Kata bagus sebenarnya banyak arti dan konotasinya, tapi di sini yang penulis maksud adalah prospeknya. Jadi kira-kira saham yang bagaimana yang akan naik nantinya kalau dibeli sekarang. Bukan begitu?

Biar mudah memahaminya, saya akan bagi ke dalam 2 kelompok pembahasan, yaitu bagus dari sisi fundamental dan teknikal.

Tambahan info lagi, kalau mau tau cara hitungnya langsung di excel soal pembahasan artikel ini, silahkan download kalkulator saham excel.

1. Perusahaannya sedang untung

Sebenarnya gak usah muluk-muluk kalau mau tau perusahaan itu prospek atau tidak sahamnya. Cukup lihat saja apakah dilaporan keuangannya menunjukkan kalau ia sedang untung atau tidak maka sudah bisa dibuat penilaian awal.

Terus yang mana kita nilai?

Lihat laba bersihnya saja.

Maksudnya begini, di bagian laba/rugi di laporan keuangan perusahaan lihat apakah labanya sedang minus atau tidak. Biasanya akan ditandai dengan angka dalam kurung.

contoh saham rugiPerhatikan yang dilingkari merah, khususnya yang ada tanda panah hitamnya. Nah, angka dalam kurung artinya rugi.

Rugi untuk saham Sarotaga Investama (SRTG) di kuartal 1 2018 berarti 317.618 atau kita baca Rp317,6 milyar karena pembulatan yang digunakan adalah jutaan. Sedangkan di kuartal 1 2019 sebaliknya, ia malah naik menjadi Rp1,125 triliun.

Kalau ketemu contoh seperti ini, misalnya yang tanda kurungnya ada di periode sekarang, maka pastikan jauhi dulu sahamnya. Pokoknya tidak usah dilanjutkan lagi analisisnya, entah itu perusahaannya bagus atau tidak.

2. Labanyak sedang naik dan cukup

Untuk menjelaskan ini, kita pakai lagi contoh gambar di atas.

Sederhananya, kalau mau tau naik atau tidak maka ‘bandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya’. Maksunya, kalau yang dianalisa kuartal 1 2019, maka bandingkan dengan kuartal 1 tahun 2018 juga.

Tapi kalau hanya naik saja belum bisa jadi patokan kalau sahamnya bagus, melainkan harus cukup juga naiknya.

Cara menilainya adalah dengan menghitung rasio ROE nya atau rasio Return on Equity. Baca lebih lanjut di tautan ini.

Rasio tersebut tujuannya untuk membandingkan antara laba bersih dengan ekuitas perusahaan. Kalau nilainya bisa minimal 15% maka itu bisa kita katakan baik, tapi tidak mesti juga seperti itu. Ada juga yang berpendapat minimal di atas bunga deposito.

Bagi penulis pribadi, cukup tidaknya rasio REO akan lebih baik dinilai bila dilakukan perbandingan dengan perusahaan sejenis. Nah, setelah itu baru bisa tau rata-rata angka yang baik.

3. NPMnya oke!

NPM adalah singkatan dari net profit margin. Ini juga merupakan hitungan rasio keuangan.

NPM yang baik adalah kalau angkanya bisa di atas 20%. Semakin tinggi nilainya maka akan semakin bagus karena itu artinya perusahaan bisa menekan biaya dari penjualannya.

Kalau mau lebih paham lagi, kapan dikatakan baik, cukup baik, sangat baik dan kurang baik, maka pastikan Download Kalkulator Saham Excel yang sudah saya buat.

4. Utangnya proporsional

Untuk tau utang perusahaan layak atau tidak maka lagi-lagi dengan menggunakan perbandingan atau yang kita kenal dengan rasio.

Rasio yang dipakai untuk mengukur utang yang bagus adalah di antaranya rasio DER atau Debt to Equity Ratio.

Tujuan rasio DER ini kurang lebih sama dengan ciri kedua di atas, hanya saja yang dipakai membandingkan ekuitas adalah debt atau utang.

Nilai DER yang baik adalah 0,8, dan beresiko bila 1,1 kali. Tapi ini juga tidak umum karena beda sektor beda juga standarnya.

5. Sahamnya murah

Mengenai pembahasan cara mengetahui saham murah atau mahal silahkan di tautan tersebut. Di sana dibahas terkait ciri-ciri saham murah bagaimana. Selain rasio yang digunakan, dijelaskan juga faktor lainnya yang mendukung.

Istilah kerennya adalah ‘valuasi’. Mencari valuasi di sini ada 2 yang digunakan, bisa dengan membandingkan harga saham dengan nilai buku perusahaan, bisa juga dengan pendapatan per sahamnya. Boleh digunakan keduanya atau salah satunya juga bisa.

Nah, di atas itu soal fundamentalnya, belum teknikalnya.

Kalau fundamental kan mengacu pada laporan keuangan perusahaan, nah kalau teknikal ia mengacu pada grafik pergerakan harga sahamnya.

Tapi soal itu belum akan di bahas di artikel ini, mungkin di kesempatan selanjutnya.

Kalau lihat penjelasan saya di atas sepertinya tidak sulit ya menentukan ciri-ciri saham yang bagus di bursa? Tapi biar bagaimana pun teman-teman harus menimba pengalaman sebanyak mungkin untuk tau bagaimana bermain saham yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *