Covid 19 Masih Berlanjut! Kapan Penurunan Saham akan Berakhir dan Mana Saham Terbaik Dipilih?

Salam teman2 Analis.co.id! Banyak yang tanya kira-kira kapan penurunan saham akan berakhir dan pasar saham kembali pulih? Dalam hal ini tentunya IHSG yang jadi penilaian kita. Selain itu, apa saham terbaik dipilih saat pasar jatuh juga jadi pertanyaan trending di berbagai sosial media.

Terkait dengan Covid 19, bisa dibilang inilah faktor utama IHSG anjlok alias ambruk beberapa minggu terakhir ini. Karena dampak ‘musuh tak terlihat’ (virus corona) ini terjadi secara global, maka peluang bursa saham Indonesia untuk bangkit kembali tentu tidak saja dipengaruhi oleh faktor domestik, namun juga faktor isu global terkait penanganan Covid19 ini.

Ini artinya, untuk bisa betul-betul melihat pasar saham kembali bergairah maka baik secara global, kondisi Indonesia juga harus bisa betul-betul menunjukkan perkembangan keberhasilan penanganannya.

Coba kita menelaan sejenak kasus ketika Cina diberitakan berhasil memutus penyebaran infeksi virus ini yang mana kata kuncinya adalah “berkurangnya pertambahan kasus penduduk baru yang terinfeksi Covid19“. Pada saat itu, pasar, khususnya IHSG langsung ijo dan sebagian besar saham-saham yang sudah dihargai sangat murah beberapa hari sebelumnya langsung pada ‘terbang’ semua.

Namun, seperti yang biasa saya sampaikan di beberapa video review saham di channel AnalisSaham Syariah, bahwa pasar saham di Indonesia tidak akan betul-betul berbalik arah dari penurunannya, selama penanganan covid 19 di Indonesia juga belum bisa menunjukkan hasilnya. Dan betul saja, walau IHSG sempat bergairah beberapa hari karena sentimen positif dari Cina tersebut, akhirnya dalam sepekan ini IHSG kembali terkoreksi lagi. Karena faktanya, hingga hari ini, penambahan kasus positif baru setiap harinya masih terus bertambah, bahkan semakin tinggi jumlahnya dari hari ke hari.

Kapan penurunan saham akan berakhir dan Saham Terbaik Dipilih apa saja?

Melanjutkan penjelasan di atas, dengan kata lain, jawaban dari pertanyaan “Kapan penurunan saham akan berakhir? Tentunya kata kuncinya ada pada “pertambahan kasus positif Corona yang tampak menurun grafiknya” atau akan lebih menggiurkan lagi bila pertambahan kasus positif Corona setiap harinya sudah terhenti 100%. Dan pada saat itulah waktu yang saya kira saham-saham akan mulai bergerak naik dengan cepat.

Selain tantangan dari wabah Covid19 di atas, sebenarnya teman2 juga jangan melupakan isu resesi 2020 yang santer terdengar di akhir tahun sebelumnya. Jika ternyata si Covid ini tuntas di tahun ini, dan karena rata-rata pertumbuhan perusahaan terhenti beberapa kuartal karena dampak wabah ini dan menurunnya daya beli masyarakat, maka mau tidak mau IHSG tentu akan kena dampaknya lagi. Walau bisa jadi kasusnya akan sama dengan isu Covid yang berhasil teratasi di Cina sebelumnya dimana IHSG akan naik sebentar dulu setelah itu mulai ambles lagi.

Ditambah lagi, soal nilai tukar rupiah yang tampak sedang ikut-ikutan ‘sakit’ layaknya IHSG karena efek Corona ini, saya kira walau terjadinya hanya karena efek beruntun dari Corona, tentu punya andil juga dalam menyeret IHSG ke posisi terendahnya selama 5 tahun terakhir ini.kapan saham berhenti turun

So, dari campur aduk tantangan pasar saham Indonesia ini, jika Anda lebih memilih analisis teknikal tentunya harus selalu siaga jika sudah terlanjur masuk. Atau jika belum hold sama sekali, harus nunggu timing pas untuk masuk, walau mungkin tak bisa dapat harga semurah investor aliran value investing karena kalah ambil star, tapi paling tidak bisa beli di level aman.

Dan bila Anda memilih analisis fundamental saham seperti saya, maka fokus utama Anda seharusnya pada valuasi sahamnya saja. Terus kinerja bagaimana? Menurut hemat saya, kalau kinerja menurun karena terdampak Covid19 maka wajar, tapi kalau perusahaannya memang sudah hobi rugi dari dulu maka jauhi saja walau valuasinya murah.

Terus valuasi saham yang seperti apa yang menarik?

Pada kondisi pasar yang belum menentu seperti ini, maka usahakan pilih saham-saham yang valuasinya murah secara relatif dan histori.

Murah secara relatif artinya secara rasio PBV dihargai di bawah 1 kali. Karena saham dengan PBV di atas 1 kali kita anggap mahal secara relatif.

Kemudian, saham yang murah secara histori artinya kalau ada saham yang selama ini di hargai dengan PBV di atas 3 kali dan pada saat IHSG mengalami crash turun hingga PBV 1 kali saja, maka itu kita anggap lebih murah dari biasanya.

Dari dua contoh di atas, saham terbaik yang dipilih adalah saham yang murah secara valuasi relatif dan murah juga secara valuasi historinya. Contohnya, kalau saham PTPP pada saat sektornya booming dihargai hingga PBV 4 kali lebih dan dalam kondisi normal dihargai dengan valuasi rata2 PBV 1 sampai 2 kali lebih, sedang saat ini hanya 0,3 kali maka itu artinya saham ini layak ditabung dalam jangka menengah ke depan karena murah dalam pandangan dua penilaian valuasi tersebut.

Tentunya ada banyak sekali contoh saham seperti PTPP di atas, tinggal bagaimana analisis yang teman2 lakukan dan seberapa baik timing masuknya.

Oke, cukup sekian pembahasan kita soal Kapan penurunan saham akan berakhir dan apa saja saham terbaik dipilh di saat bursa saham terkoreksi? Jika ada pertanyaan silahkan komentar di bawah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *