Cum Date, Ex Cum dan Recording Date – Pengertian dan Contoh Pelaksanaannya

Dua istilah saham di atas adalah istilah yang sering digunakan di musim bagi-bagi dividen. Apa itu pengertian cum date dan ex cum date saham tentunya paling banyak ditanyakan oleh orang yang baru dalam dunia saham.

Jadi, sebelum kita membahas soal cum dan ex cum ini maka perlu kiranya teman-teman semua tau, bahwa dalam investasi saham ada dua jenis keuntungan, yaitu Dividen an Capital Gain

Dividen sendiri dibagi sekali setahun, kecuali pembagiannya dilakukan bertahap maka bisa dalam beberapa kali pengiriman ke pemegang saham.

Hanya saja, kalau kita bicara soal siapa saja yang berhak dapat dividen, maka jawabannya singkat sekali, yaitu siapa saja yang memegang sahamnya di hari cum date. Dan ini hanya berlangsung sehari saja. Mudah kan?

Memang tampak mudah, tapi ada ketentuan dan juga efek dari pembagian dividen ini. Sehingga, suatu keharusan bagi yang pemula membaca artikel ini: Bagaimana Investor Mendapatkan Dividen Saham

Kalau dividen, jumlahnya memang tidak banyak, yakni sekitar 2-5% saja. Tapi itu kalau anda baru beli sahamnya. Beda lagi kalau sudah dipegang beberapa tahun dan harganya sudah naik berkali-kali lipat, tentunya bisa lebih banyak dari deposito.

Adapun capital gain, seorang share atau stock investor bisa mendapatkannya kapan saja, selama harganya sudah melebihi harga jualnya di awal dan fee trading yang ditetapkan oleh perusahaan sekuritas.

Kalau saya pribadi, lebih senang berburu capital gain dari pada dividen dari saham. Alasannya sederhana, karena jumlahnya lebih banyak dan bisa kapan saja dilakukan.

Oke, mari kita bahas defenisi cum dan ex cum berikut ini

Pengertian Cum Date, Ex Cum Date, dan Recording Date

Oh ya, saya hampir lupa ngasi tau.

Buat kamu yang baru sekali berkunjung di blog Analis.co.id ini, dan belum terlalu paham soal investasi saham, maka saya sarankan selesaikan dulu menyimak 3 artikel penting ini:

  1. Hukum Trading Saham, Halal atau Haram?
  2. Cara Membeli Saham Perusahaan. Teknik Bermain Saham
  3. Strategi Cara Nabung Saham yang Benar dan Aman

Pokoknya 3 artikel itu dulu yang kamu lahap habis baru lanjut baca soal cum dan ex cum di bawah. Tentunya biar semua ilmu dalam investasi di pasar modal bisa Anda serap dengan baik.

Tidak usah ragu, karena kamu membaca blog dari Analis Saham Syariah langsung. Bukan dari blogger umum yang sama sekali tidak pengalaman di dunia saham.

cum date vs ex cum date

Defenisi Cum Date

Zulbiadi Latief : Tanggal penentuan investor yang berhak mendapatkan dividen dari saham tertentu karena memegang saham tersebut pada hari itu.

Jadi jelas sekali, bila seseorang ingin mendapatkan dividen maka syaratnya ia harus telah membeli saham yang akan membagikan dividen tepat di hari cum date tersebut.

Pertanyaannya, bagaimana kalau ia baru membelinya 1 menit sebelum pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau IDX tutup pada hari cum date-nya?

Ya, investor tersebut tetap akan tercatat sebagai orang yang berhak dapat dividen.

Sekalipun besoknya, pagi-pagi sekali, saat bursa baru buka (jam 9 pagi) ia langsung menjualnya?

Iya, sekalipun ia langsung menjualnya di menit pertama besoknya, pada hari ex cum.

Jadi cum date biasanya hanya berlangsung sehari, dan besoknya sudah masuk hari ex cum date yangmana bila masuk ex cum tersebut maka siapa pun dia yang baru membelinya di hari itu maka tidak lagi dinyatakan sebagai orang yang berhak mendapat dividen dari saham tersebut.

Wow! Jadi enak ya, bisa dapat dividen hanya dalam hitungan menit?

Iya, tapi…. (ada tapinya lho…!)

Itu kalau kamu tau strateginya.

Caranya? Baca dua artikel penting ini:

  1. Pengalaman Dapat Dividen dari Saham
  2. Niat Dapat Dividen dari Investasi Saham? Hati-hati lho!

Kalua kamu sudah baca yang dua itu, baru deh bisa bilang gampang! Karena kalau tidak kamu bahkan bisa rugi berkali lipat dari nilai dividen yang bahkan nilainya hanya rata-rata 2%-5% saja.

Makna Ex Cum Date

Ini adalah hari dimana hari cum date dinyatakan berakhir.

Ex cum date ini selalu menyusul hari cum date satu hari setelahnya, karena memang cum date tersebut juga hanya berlangsung sehari saja.

Contoh, WSBP diumumkan akan bahwa Cum Date pembagian dividennya pada tanggal 1 Maret 2019, maka biasanya hari Ex cum date nya akan jatuh pada tanggal 2 Maret 2019 tersebut.

Jadi, bila sudah masuk tanggal 2 Maret di atas, maka kamu beli berapa pun dan memegang sahamnya hingga setahun kedepan pun, kamu tetap tidak akan dapat dividen.

Tapi sebaliknya, kalau ada trader saham yang membeli saham WSBP di tanggal 1 Maret, tepat 1 menit sebelum bursa saham tutup, yaitu jam 3 lewat 49 menit, maka sekalipun ia menjualnya langsung di hari ex cum nya, yakni tanggal 2 Maret jam 9 lewat 1 menit maka ia akan tercatat sebagai orang yang berhak mendapat pembagian dividen saham dari WSBP.

Jadi kalau mau berburu dividen maka cukup perhatikan cum date dan ex cum date-nya maka kamu sudah bisa untung dari investasi saham ini.

Hanya saja, biasanya kalau belinya baru di hari cum datenya, harga saham tersebut cenderung sudah duluan naik. Sehingga, bisa dibilang, kalau tidak membelinya jauh hari sebelumnya maka kita hanya akan dapat harga mahalnya saja. Tentunya ini sangat beresiko bila ternyata besok harganya langsung anjlok di sesi pertama pembukaan bursa.

Penyebab harga saham anjlok pada hari ex cum adalah karena pada hari tersebut banyak trader yang ramai-ramai melakukan aksi ambil untung dengan langsung menjual sahamnya sekaligus.

Kondisi tersebut tentu sesuai dengan prinsip ekonomi ‘Demand and Supply’ dimana bila permintaan jual lebih tinggi dari penawaran beli maka mau tidak mau harganya pasti akan jatuh.

Lalu, Apa Artinya Recording Date?

Pengertian dari recording date adalah tanggal pencatatan trader saham yang berhak mendapatkan dividen.

Perlu diketahui bahwa dalam pembagian dividen ada namanya pasar regular dan tunai.

Jadi dari masing-masing cum dan ex date di atas sebenarnya ada cum date pasar tunai dan juga cum date pasar regularnya. Demikian halnya ex date tersebut ada hari untuk pasar tunai dan regulernya. Itu artinya ada total 4 hari kan.

Nah, waktu dari recording date ini biasanya jatuh pada tanggal cum date pasar tunai.

Urutannya seperti ini, pertama hari cum date untuk pasar regular dulu, kemudian disusul oleh ex date dari pasar reguler tersebut. Selanjutnya hari cum date untuk pasar tunai lalu disusul juga dengan ex cum pasar tunai tersebut. Nah, recording datenya ada pada tanggal cum date pasar tunai tersebut.

Setelah urutan di atas apa lagi selnjutnya?

Ya, apalagi kalau bukan Payment Date. Kalau dibahasa-Indonesia-kan ini artinya ‘hari pembayaran’.

Hari tersebut adalah hari dimana dividen yang didapat dari masing-masing pemegang saham yang berhasil tercatat di cum date akan dikirimkan ke akun masing-masing di perusahaan sekuritas tempat mereka melakukan trading.

Bisa dipahami maksudnya kan?

Kalau ‘gagal paham’ jangan sungkan berkomentar. Kalau ada waktu dan saya lagi tidak sibuk ngurusi analisa share or stock (bahasa Inggrisnya saham), InsyaAllah saya bantu jawab, atau mungkin dari pengunjung lain ada yang mastah soal cum date ini juga boleh.

Dengan membaca pemaparan di atas, pasti semua sudah paham apa itu pengertian cum date dan pengertian ex cume date dan juga hari recording saham. Jadi setelah ini jangan bingung lagi kalau sudah  masuk musim bagi-bagi dividen. Biasanya para emiten melakukannya di kuartal pertama, yakni bulan Maret hingga April.

9 thoughts on “Cum Date, Ex Cum dan Recording Date – Pengertian dan Contoh Pelaksanaannya

    1. Iya tetap dapat dividen, karena pada tanggal pencatatan biasanya dilakukan setelah cum date dan ex cum date pasar reguler.

    2. Intinya, selama hari cum date sahamnya dipegang maka tetap dapat dividen… catat saja tgl berapa hari cum datenya. Mau dibeli pas 5 menit sebelum pasar tutup di hari cum date tersebut juga tetap bisa dan masih tercatat sebagaiinvestor yang berhak menerima dividen.

  1. Mas, kalau saya beli sahamnya sehari sebelum cum date, dan mau menjualnya pas ex date, apakah saya tetep dapat dividen?

  2. Mas, kalau kasusnya kita sudah lama pegang saham dan waktu cum date masih dihold sahamnya, tapi trus besok/lusa setelah cum date nya kita jual di pasar tunai (saham lgs berpindah tangan). Kl begitu apa masih bisa dapet dividen? Soalnya pas akhir recording date kan sahamnya tdk di rekening kita lagi.
    Mohon pencerahan. Trrima kasih

    1. Iya, tetap dapat dividen sekalipun besoknya, setelah cum date, sahamnya langsung dijual. Karena yang dihitung hanya pada hari cum datenya saja, adapun recording date tidak mempengaruhi siapa yang berhak menerima dividen. Itulah sebabnya saya katakan bahwa walau hanya semenit memegang sahamnya tetap bisa dapat dividen karena yang terpenting adalah hari cum datenya.

      Misalnya, pak teguh membeli saham di hari cum date di jam 03.49 dan perdagangan saham tutup jam 03.50, maka sekalipun di awal perdagangan besok ia langsung menjualnya maka ia akan tetap mendapatkan dividen. Asalkan pada jam 03.49 tersebut saham yang ia beli sudah terlihat keterangan ‘match’ pada bid-nya. Sedang yang masih status ‘open’ maka itu tidak dianggap sudah berhasil membeli sahamnya.

      Adapun, yang sudah lama memegang sahamnya, mau itu setahun bahkan 10 tahun sekalipun, sama sekali tidak menjadi hitungan. Bahkan kalau investor memegang saham tertentu selama 10 tahun kemudian menjualnya di menit-menit terakhir hari cum date-nya maka ia tetap tidak akan mendapat dividen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *