7 Cara Daftar Saham Online untuk Newbie

Pertanyaan soal “Bagaimana cara daftar saham online?” mungkin mudah dijawab bagi yang sudah berpengalaman, tapi bagi pemula tentunya masih sangat membingungkan.

Nah, berikut langkah-langkahnya…

Cara daftar Saham Online:

  1. Sediakan modal deposit
  2. Pilih dan Daftar perusahaan sekuritas
  3. Tentukan aliran investasimu
  4. Lakukan analisis saham
  5. Mulai jual-beli saham dengan melakukan bid atau offer
  6. Jual saham saat sudah mahal atau fundamentalnya jelek.
  7. Lakukan manajemen portofolio

Itulah 7 langkah cara daftar saham online. Akan tetapi, mungkin di atas belum terlalu jelas dan butuh keterangan. Jadi akan saya jelaskan satu per satu maksudnya.

Pertama, yang harus dilakukan adalah memastikan modal yang disiapkan cukup berdasarkan standar pembukaan rekening trading saham yang ditetapkan oleh perusahaan sekuritas.

Umumnya, minimal deposit awal adalah Rp2 juta. Seperti halnya di Mandiri Sekuritas juga mensyaratkan minimum deposit yang sama.

Tapi, bukan berarti semua minimal segitu. Karena kalau mahasiswa atau ibu rumah tangga mungkin masih berat dengan biaya segitu.

Ada beberapa yang syarat deposit awalnya ringan, seperti Indopremier yang hanya Rp200 ribu saja untuk pertama kali membuka rekening di sistemnya.

Namun, semua kembali pada fitur yang dikehendaki calon investor. Buat yang punya modal besar mungkin berapa pun tidak jadi masalah yang peting layanannya memuaskan.

Kedua, yang harus diketahui bahwa beli saham atau daftar saham online tidak di bank, baik itu BCA, BNI, Mandiri dan sebagainya. Tapi, tempat pembuatan rekening trading melalui perusahaan pialang atau broker yang sering disebut dengan ‘PERUSAHAAN SEKURITAS‘.

Nah, dari broker inilah semua transaksi nasabah diteruskan ke Bursa Efek Indonesia. Jadi tidak bisa langsung.

So, ada 2 pelajaran penting untuk pemula di sini, bahwa beli saham bukan di bank dan belinya harus lewat pilang, tidak bisa langsung.

Baca juga:

jika sudah punya akun untuk investasi saham di perusahaan sekuritas, selanjutnya tentukan dulu aliran investasi yang sesuai dengan karaktermu.

Kan biasa banyak yang bilang kalau “investasi saham itu susah karena harus natap komputer dan grafik harga seharian!”

Pernyataan di atas bisa benar dan bisa juga salah. Jika aliran yang dipilih adalah growth investing maka itu benar. Tapi, bila value investing maka itu keliru.

Mengapa demikian? Ya, karena kalau growth alirannya maka dia harus banyak meluangkan waktu di depan komputer karena yang diamati bukan fundamentalnya, tapi harga sahamnya. Sedangkan harga saham terus bergerak selama di jam bursa buka.

Berbeda dengan aliran fundamental, karena belinya dari analisa fundamental yang cenderung bertahan hingga laporan keuangan selanjutnya dirilis, sehingga ia tak harus selalu memantau harga sahamnya. Biasanya, dilakukan 3 bulan sekali, tergantung kehendak si investor.daftar saham online_

Di sini teman Analis.co.id sudah tau kan kalau ada 2 aliran dalam bermain saham.

Kalau value investing membeli saham berdasarkan valuasi dan fundamental perusahaan yang dinilai dari laporan keuangan perusahaan. Sedangkan, growt investing berinvestasi saham berdasarkan analisis teknikal yang objek analisanya dari grafik harga saham.

Keempat, setelah punya akun dan sudah menetapkan mana aliran yang pas dengan karaktermu, selanjutnya tinggal lakukan analisis saham.

Prinsip penting dalam investasi saham adalah “Jangan beli saham tanpa melakukan analisa terlebih dahulu!”

Jangan pernah melanggar aturan main tersebut. Karena, jika tidak, teman2 bisa saja salah membeli saham dan berujung pada kerugian.

Terlebih, di BEI ada banyak sekali saham yang tidak layak dikoleksi dikarenakan fundamentalnya yang buruk.

Seperti halnya aliran bermain saham, cara analisisnya juga ada 2, yaitu:

  1. Analisis teknikal dilakukan oleh growth investor, dan
  2. Analisis fundamental dilakukan oleh value investor.

Khusus analisis fundamental, maka teman-teman bisa belajar dari video tutorial yang saya sediakan. Jika penawarannya sudah ada di sidebar blog ini atau di menu atas silahkan order saja. Kecuali belum dirilis, maka bisa pre-Order dulu.

Kelima, saatnya masuk ke tahap transaksi saham.

Jika ingin membeli saham maka yang dilakukan adalah ‘bid’ atau penawaran beli. Sedangkan, jika ingin menjual maka yang dilakukan adalah ‘offer’ atau penawaran jual. Ya, sesederhana ini!

Ada juga istilah ‘match‘ artinya saham yang sudah ditawar berhasil terbeli dan sudah masuk di dalam portofolio rekening sahammu.

Selain itu, ada juga istilah ‘reject‘ yang artinya transaksi sahammu ditolak karena mungkin transaksi di luar jam bursa buka atau harga saham tersebut sudah melebihi batas atas kenaikannya dalam sehari, yaitu sebesar 35%.

Keenam, pertanyaan yang selalu ditanyakan: “Kapan menjual saham yang sudah dibeli?”

Mengenai ini silahkan baca di artikel berikut:

Ketujuh, setelah memahami semua alur investasi saham, selanjutnya tinggal lakukan manajemen investasi. Terkait materi ini bisa anda baca di sini: Teknik Manajemen Portofolio Saham.

Dengan demikian, ke-7 proses investasi saham di atas sudah penulis ulas. Baik itu investasi saham syariah atau konvensional caranya sama saja. Yang membedakan adalah jenis akun yang digunakan. Untuk yang syariah, pastikan bukan akun khusus syariah di broker yang menyediakan layanan tersebut.

Video:

Sampai di sini dulu materi Cara Daftar Saham Online. Jika ada yang kurang jelas, silahkan bertanya via komentar di bawah. Salam investor syariah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *