Dividend Payout Ratio adalah…? (Pengertian, Analisis dan Rumus Dividend Per Share – DPR)

Dividen adalah salah satu dari dua penghasilan dalam investasi saham, selain capital gain. Nah, bagi trader, tau apa itu pengertian dividend payout ratio adalah merupakan keharusan, termasuk pada analisis rumus dividend per share ini.

Mengapa demikian? Ya, karena rasio ini masih termasuk dalam rasio valuasi, yang tentunya memudahkan dalam menilai harga wajar suatu saham agar tidak salah memilih saham yang overvalued.

Mungkin saya perlu mengulang juga bahwa pada dasarnya keuntungan dari dividen tidaklah sebesar keuntungan dari capital gain maupun deposito sekalipun.

Rata-rata pendapatan dividend dari saham berada dikisaran 2%-5%.

Hanya saja, perlu diketahui bahwa dividen bukanlah imbal hasil investasi yang membutuhkan waktu lama untuk mendapatkannya.

Bahkan, saya bisa katakan bahwa untuk bisa mendapatkan atau tercatat sebagai investor penerima dividen, seorang investor hanya butuh waktu 1 menit saja. Ya, tentunya timing membeli saham tersebut harus pas pada hari cum date dan menit terakhir dari hari cum date tersebut.

Selain itu, nilai yang tidak lebih 5% mungkin akan terdengar sedikit sekali jika kita baru membeli saham tersebut, tapi bila saham tersebut sudah lama kita pegang dan harganya sudah melonjak tinggi, maka nilai 5% dari harga per lembar Rp1000 misalnya, tentu tidak akan sama dengan 5% untuk harga saham Rp10.000 per lembar.

Oke, mari kembali ke pembahasan utama kita soal analisis dividend payout ratio. Semoga penjelasan di bawah bisa membantu teman2 mahasiswa yang sedang menyusun makalah, skripsi dan lainnya.

Pengertian Dividend Payout Ratio Menurut Para Ahli

Sebelum membahas lebih detail apa itu devenisi dari rasio DPR ini, maka ada baiknya kita ketahui dulu pengertian dividen secara khusus dan rasio valuasi lainnya:

  1. Rasio PER
  2. Rasio PBV

Tapi, kali ini saya tidak merujuk pengertian menurut Kasmir, melainkan dari pakar yang lain.

Menurut Halim (2007:16),

“Dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham tersebut atas keuntungan yang diperoleh perusahaan”.

Jadi simpelnya, dividen ini diberikan oleh emiten kepada pemegang saham manakala emiten tersebut memperoleh keuntungan yang cukup.

Itu sebabnya, dalam praktek pasar saham yang sesungguhnya, terkadang ada, bahkan banyak, perusahaan yang tidak membagi dividen secara rutin. Bahkan banyak juga yang sama sekali tidak pernah membagi dividen.

Di antara alasannya adalah karena sebagian perusahaan jauh lebih memilih menggunakan laba bersih yang diperoleh untuk ekspansi maupun pengembangan usaha.

Terlebih, hasil pengembangan tersebut juga akan semakin meningkatkan penghasilan perusahaan bersangkutan yang pada akhirnya akan semakin mengangkat harga sahamnya di pasar dan si investor bisa mendapat capital gain lebih tinggi.

Selain itu, dividen juga baru bisa diputuskan diberikan pada pemegang saham bila dalam rapat RUPS komisaris bersama pemegang saham pengendali menilai laba bersih yang diperoleh di tahun tersebut cukup dan tidak mengganggu jalannya operasional usaha.

Rumus Dividend Payout Ratio – Rumus Berapa Persen Saham yang akan Dibagi!

Mengenai formula perhitungan rasio pembayaran dividen ini sebenarnya tidak bisa selalu dilakukan. Karena, ada beberapa emiten yang ditahun tertentu tidak membagikan dividend.

Adapun rumusnya:

DPR = Total Dividend / Laba Bersih

Untuk info mengenai berapa jumlah dividen yang akan atau telah dibagi maka kita bisa menggunakan media online atau pun situs terkait perdagangan saham, seperti IDX, KSEI dan lainnya.

Adapun laba bersih yang dimaksud adalah laba bersih dalam setahun penuh atau yang telah disetahunkan. Tentunya beda periode atau kuartal maka beda pula cara menghitungnya.pengertian dividend payout ratio adalah

Mengenai rumus menyetahunkan menggunakan excel ini sudah ada dalam kalkulator saham yang saya buat. Silahkan didownload.

Selain itu, perlu juga diperhatikan bila emiten mengumumkan total dividen yang akan dibagi dengan mata uang dollar, sedangkan laporan keuangannya rupiah, maka salah satunya harus disamakan dulu mata uangnya.

Contoh Soal Dan Analisis Rasio Pembayaran Dividen

Salah satu cara terbaik membuat contoh soal dividend payout ratio adalah dengan merujuk langsung pada laporan keuangan emiten yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kebetulan, kali ini penulis akan mengambil contoh dari laporan keuangan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk – MPMX langsung.

Data perhitungan di bawah di ambil dari laporan tahunan MPMX untuk tahun 2017 dan dividen yang dibagikan pada bulan Mei 2018.

Dan berikut adalah contoh perhitungannya.

= Total Dividend / Laba Bersih

= 443 Milyar / 384 Milyar

= 115,36%

Jadi total DPR dari MPMX adalah sebesar 115,36%.

Kalau kita mau bandingkan besaran dividen ini dengan emiten lain maka kita bisa katakan bahwa ini adalah jumlah yang sangat besar. Mengingat, rata-rata dividen yang dibagikan emiten lain dikisaran 2%-5% saja.

Ada banyak alasan kenapa perusahaan mau membagikan semua laba bersihnya dalam bentuk dividen. Bisa jadi, karena alasan untuk mengangkat harga sahamnya di pasar. Karena dividend juga bisa dijadikan pertimbangan untuk membeli saham tertentu.

Perbedaan Dividend Yield Dengan Dividend Payout Ratio

Hal yang paling mendasar dari kedua rasio valuasi ini sebenarnya pada rumus dan tujuan analisisnya.

Untuk rasio DPR sebagaimana telah disebutkan di atas, rumusnya dihitung dari membagi total dividen yang akan dibagikan dengan laba bersih yang berhasil diperoleh. Tujuannya sudah tentu untuk mengetahui berapa persentase dividen yang dibagikan dari total laba bersih yang didapat.

Adapun DYR atau rasio dividend yield ratio, rumusnya adalah dihitung dari membagi besaran dividen per lembar saham yang diterima dengan harga saham terbarunya saat pembagian dividen tersebut.

Tujuan dari penghitungan rasio DYR adalah untuk mengetahui berapa persen nilai dividen yang di dapat dari per lembar saham yang dibeli oleh investor.

Jadi perbedaannya adalah kalau DPR untuk mengetahui besaran dividen yang dibagi dari pendapatan bersih yang diperoleh perusahaan, sedangkan rasio DYR untuk mengetahui berapa rupiah keuntungan dividen yang akan didapat dari per lembar saham yang dibeli.

Kalau dalam istilah lazimnya, DYR ini lebih sering juga disebut dengan Dividend Per Share atau dividen per saham. Sedangkan DPR lebih tepat disamakan dengan ungkapan ‘rasio pembayaran dividen’.

Karena memang rasio finansial DYR menunjukkan berapa persen atau jumlah kali yang didapat dari per lembar sahamnya. Dan DPR menunjukkan berapa total dividen yang akan dibagi dari total laba bersihnya.

Menurut saya pribadi, dari rumus dan tujuan analisis kedua rasio dividen di atas, maka dividend yield ratio jauh lebih baik dijadikan pertimbangan utama.

Kenapa?

Ya, karena dari DYR tersebut kita bisa langsung tau dan bahkan menghitung total pendapatan dividen yang akan diterima, dengan cukup mengalikan hasil perhitungan rasionya dengan jumlah lembar saham yang dimiliki.

Dibanding dengan DPR dimana kita hanya sekedar tau bahwa perusahaan bersangkutan akan membagikan dividen sekian persen dari total labanya. Tentunya ini belum mewakili berapa hak dan keuntungan yang didapat si investor.

Baca juga rasio keuangan lainnya:

  1. Rasio Profitabilitas
  2. Rasio Likuiditas
  3. Rasio Aktivitas
  4. Rasio Solvabilitas
  5. Rasio Valuasi atau Harga Pasar

Lengkap sudah materi rumus dan Perbedaan Dividend Yield Dengan Dividend Payout Ratio dari Analis.co.id. Jadi, pengertian dividend payout ratio adalah merujuk pada total dividen yang akan dikeluarkan emiten dari total laba bersihnya. Dan sisa dari itu barulah disebut dengan retained earnings atau laba ditahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *