IHSG : Pengertian Indeks Harga Saham Gabungan Menurut Para Ahli dan Sejarah

Mengenal dunia trading saham maka pasti kenal juga dengan Indeks Harga Saham Gabungan. Nah, pengertian IHSG menurut para ahli ini ditujukan untuk pemula. Sekaligus sejarah, fungsi, teori cara menghitung/membaca data Indonesia Composite dan lainnya akan dibahas di artikel ini.

Walau IHSG merupakan nilai rata2 dari semua saham di Indonesia, tapi poin angka yang ditampilkan tidak hanya sekedar untuk diketahui sejauh mana level tertinggi atau terendahnya, melainkan ada banyak efek dan manfaatnya pada perekonomian negara ini.

Dengan mengetahui trend pergerakannya maka investor akan tau seperti apa kondisi bursa saat itu, dan bila hasil penilaian itu diimplementasikan dalam bentuk investasi maka akan berdampak pada perputaran dana yang signifikan pada perekonomian kita, dan seterusnya efek domino akan tercipta dari indeks tersebut.

Pengertian IHSG Menurut Para Ahli

IHSG adalah singkatan dari Indeks Harga Saham Gabungan. Yang dimaksud dengan indeks harga di sini adalah harga rata-rata dari semua saham yang ada di Bursa Efek Indonesia.

Kalau dalam bahasa Inggris IHSG ini disebut dengan Indonesia Composite Index, disingkat ICI, atau IDX Composite.

Kalau di Amerika Serikat ada namanya Dow Jones Industrial Average (DJIA). Secara umur, DJIA ini merupakan indeks tertua yang ada di US dan masih aktif digunakan hingga saat ini.

Pendapat Pakar:

Jogiyanto (2013 :147) : “Indeks Harga Saham Gabungan merupakan angka indeks harga saham yang sudah disusun dan dihitung dengan menghasilkan trend, dimana angka indeks adalah angka yang diolah sedemikan rupa sehingga dapat digunakan untuk membandingkan kejadian yang dapat berupa perubahan harga saham dari dari waktu ke waktu.”

Zulbiadi Latief (Analis.co.id, 2018): “IHSG adalah indeks untuk seluruh saham yang diperdagangkan di BEI, yang mencerminkan trend pergerakan dan nilai rata-rata keseluruhan saham dari emiten yang ada di Indonesia.”

Dalam prakteknya, oleh banyak trader saham, mereka menggunakan pergerakan IHSG ini tujuannya sebagai pertimbangan untuk melakukan trading atau transaksi saham. Ini dikarenakan kondisi Bullish atau Bearish dari IHSG selalu mempengaruhi pergerakan harga saham pada umumnya di BEI, khususnya dari saham Blue Chip.

Memang tidak selamanya jika IHSG sedang downtrend maka saham yang kita pegang juga akan ikut turun. Tapi, khusus untuk saham-saham yang tergolong dalam indeks LQ45 sering kali pergerakannya dipengaruhi oleh kondisi IHSG.

Dari pengalaman saya selama ini dalam mengamati karakter pergerakan harga dari tiap-tiap saham di bursa menunjukkan bahwa saham yang likuid seringkali pergerakannya kurang lebih setara dengan dengan pergerakan IHSG.

Maksudnya, jika IHSG turun banyak maka saham-saham tersebut juga akan turun banyak, dan demikian sebaliknya.

Namun, bagi saham-saham yang tidak terlalu ramai ditransaksikan atau istilahnya second liner, sering kali pergerakannya sangat ‘liar’, dalam artian tidak terlalu menyesuaikan dengan kondisi IHSG.

Terkadang walau IHSG hanya turun atau naik sedikit, saham jenis tersebut merespon dengan pergerakan yang selisihnya lumayan jauh dari indeks.

Hal tersebut lazimnya dikarenakan para investor memahami bahwa resiko berinvesatasi di saham yang tergolong lapis kedua lebih besar di banding saham blue chip yang fundamentalnya lebih baik.

Tapi, bagi saya pribadi, kalau memang dari awal kita sudah beli saham yang murah dan fundamentalnya juga bagus, ngapain harus khawatir? Apalagi kalau penyebab turunnya hanya karena sentiment negative yang tidak jelas.

Contoh sederhana dari saham LPCK. Banyak yang khawatir membeli dan bahkan banyak yang melepas saham tersebut karena takut sahamnya akan berlanjut turun, tapi saya sendiri tetap hold saham ini karena alasannya jelas sekali bukan karena fundamentalnya yang bermasalah.

Fungsi Indeks Harga Saham Gabungan

Berdasarkan defenisi IHSG di atas, maka fungsi IHSG adalah

  1. Untuk mengukur kinerja pertumbuhan pasar saham di Indonesia. Semakin tinggi nilainya, maka akan menandakan bahwa harga rata-rata saham semakin meningkat dan semakin besar pula Market Cap nya.
  2. Untuk mengetahui arah pergerakan perdagangan saham secara keseluruhan di Bursa Efek Indonesia. Dengan mengetahui pergerakan tersebut, apakah sedang downtrend atau uptrend, maka kita bisa mengetahui apakah kondisi pasar sedang lesu atau tidak.
  3. Sebagai dasar pertimbangan bagi para trader saham untuk mengambil keputusan transaksi, apakah membeli atau menjual saham yang ia pegang. Mengapa? Karena seperti telah disebut di atas bahwa saham-saham likuid umumnya sangt terpengaruh oleh pergerakan IHSG.
  4. Sebagai patokan kinerja portofolio trader. Maksudnya, bagi orang yang bermain saham, ia bisa menilai sejauh mana kinerja investasinya jika dibandingkan dengan IHSG. Jika misalnya IHSG telah naik 15% dalam setahun terakhir sedang portofolionya 20% dalam setahun, maka itu artinya kinerja investasinya lebih baik. Tapi, bila ternyata lebih rendah dari IHSG maka itu artinya imbal hasil trading sahamnya kalah dengan IHSG dan dia harus memperbaharui strategi pemilihan sahamnya pada tahun berikutnya.

Cara Membaca IHSG

Sebenarnya yang ingin diketahui dari IHSG adalah bagaimana kondisi pergerakan harga saham secar akeseluruhan yang terkini. Hanya saja, untuk membaca kondisi IHSG tentu kita butuh ilmunya.

Baik itu membaca kondisi transaksi dari 1 saham atau semua saham sekaligus, dalam hal ini IHSG, sebenarnya And acuma perlu tau 2 istilah berikut:

  1. Downtrend, Uptrend, dan Sideway
  2. Bullish dan Burish

Selebihnya tinggal baca rentang pergerakannya saja.

Kalau saya sendiri nih, selama menjadi analis saham syariah, ada standar sederhana yang saya buat sendiri khusus membaca IHSG yang sedang downtrend, yaitu: apabila IHSG turun dalam range 2% ke atas dalam sehari, atau 5-10% dalam beberapa hari saja, maka sebagai investor yang tidak ingin berinvestasi secara jangka panjang sebaiknya harus cepat-cepat mengecek penyebabnya. Jika memang karena ada masalah ekonomi – seperti pelemahan nilai rupiah, stabilitas keamanan, politik dan apa pun itu yang dinilai sangat berat dan mempengaruhi pasar, maka sebaiknya cepat menimbang apakah akan menjual sahamnya atau tetap memegangnya.

Dan khusus bagi yang baru merencanakan membeli saham tertentu maka disarankan untuk ‘wait and see’ dulu hingga kondisi pasar pulih kembali.

Dan terkait mengenai bagaimana cara mencari IHSG atau cara menemukan kisaran angka dari indeks harga saham gabungan terbaru, maka jawabannya adalah dengan mengecek langsung di halaman berikut:

Cek IHSG Terkini

Perlu diketahui bahwa angka yang tertera akan terus bergerak selama jam bursa buka, dan terhenti setelah jam penutupannya dan mulai lagi bergerak esok harinya.

Khusus hari sabtu dan minggu serta hari-hari libur yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan BEI sendiri maka selama hari tersebut IHSG tidak akan akan bergerak dan tetap seperti hari penutupan sebelumnya.

Ada juga yang bertanya, apa saja jenis-jenis IHSG?

Ini sebenarnya pertanyaan yang keliru karena IHSG itu sendiri sudah salah satu jenis indeks.

Jadi pertanyaan yang benar adalah apa saja jenis indeks di Indonesia maupun global? Nah, kalau ini baru mudah menjawabnya.

Jadi, di Indonesia ada banyak pengindeksan saham, dan IHSG adalah salah satunya yang dibuat oleh BEI sendiri. Lebih jelasnya baca:

Jenis-Jenis Indeks

Indeks ini sebenarnya kurang lebih seperti pertarungan merek dari berbagai media. Kenapa demikian? Karena umumnya tiap media atau perusahaan yang membuat indeks saling berusaha mempopulerkan ciptaannya yang tujuannya untuk meanikkan trafik web mereka.

Sebut saja, Kompas yang membuat indeks Kompas100, sebenarnya tujuannya adalah untuk menarik pengunjung sebanyak mungkin ke situs mereka dan juga sebagai pertarungan merek dari media lainnya.

Sejarah Berdiri dan Perjalanan IHSG

IHSG sederhananya adlaah indeks pasar saham yang digunakan oleh BEI sebagai acuan dalam menilai pergrakan saham secara keseluruhan.

Tanggal 1 April 1983 adalah awal dimana IDX composite ini diperkenalkan kepada investor di Indonesia.

Indeks dalam IHSG ini mencakup semua sham biasa maupun preferen yang tercatat di BEI. Adapun hari dasar yang dijadikan sebagai awal perhitungannya adalah pada tanggal 10 Agustus 1982.

Tanggal di atas merupakan tanggal pertama kali indeks ditetapkan. Adapun nilai dasar atau awalnya adalah 100, sedangkan jumlah emiten atau saham yang baru terdaftar kala itu baru berjumlah 13 saham saja.

Jika kita mengamati kinerja IHSG atas poin tertinggi yang pernah ia capai maka itu terjadi pada 29 Desember 2017 pada poin 6.368,322 pada posisi intraday-nya dan 6.355,65 poin pada posisi penutupannya.

Ilmu seputar pengertian IHSG, funsi dan rumus cara menghitung Indeks harga saham gabungan ini sebagai pemahaman dasar saja soal investasi saham. Bila ada pertanyaan dan jawaban soal ini, termasuk jenis indeks, silahkan berkomentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *