Selama IHSG Masih Downtrend, Analisa Fundamental Libur Dulu!

Disampaikan untuk semua teman ANALIS bahwa selama IHSG masih downtrend maka saya libur dulu mempublish artikel soal analisa fundamental saham-saham yang valuasinya teramat murah. Sebagai gantinya, saya mau melengkapi dulu semua panduan dasar bermain saham yang belum sempat saya tulis.

Kenapa saya katakan ‘teramat murah’? Ya, karena sekarang ini banyak sekali saham unggulan yang secara kinerja bagus bahkan sangat bagus, tapi dihargai dengan begitu murahnya. Bahkan, banyak saham yang PER-nya hanya 3 kali padahal labanya bisa lebih 100% di kuartal I 2018 ini, jadi bagaimana saya tidak bilang begitu kalau faktanya memang demikian.

IHSG Masih Downtrend

Tapi sayang, karena IHSG saat ini dalam masa downtrend, dimana kalau teman2 sudah belajar kapan sebaiknya mulai menjual saham, maka kondisi IHSG yang seperti ini adalah salah satu timingnya.

Sentimen negatif terhadap IHSG diawali saat nilai rupiah yang kian melemah terhadap Dollar US. Belum lagi, banyak juga analis yang memperkirakan bahwa siklus 10 tahun anjloknya IHSG mungkin akan terjadi tahun ini. Ya, memang secara angka tahun betul, karena krisis dan anjloknya IHSG terjadi di tahun 2008, dan kebetulan sekarang tahun 2018. Tapi kita juga tidak bisa langsung mengiyakan kalau itu memang akan terjadi, selain karena hanya anggapan saja, tidak ada juga trader yang bisa memastikan kondisi pasar akan bagaimana selain Tuhan sendiri. Walau ada yang namanya analisa teknikal, tapi tetap saja itu juga hanya prediksi dan bukan kepastian.

Hanya saja, saya pribadi menilai bahwa pemaparan banyak analis soal akan berulangnya keadaan seperti 2008 lalu adalah sebagai bahan pertimbangan yang bagus. Toh, nyatanya sebulan terakhir ini IHSG memang sudah menunjukkan pelemahannya. Jika kita menghitung mulai dari level puncak tertingginya, yakni di level 6.689 pada 19 Februari 2018 dan saat ini (tanggal 8 Mei 2018) yang berada di level 5.777 di jam perdagangan bursa, maka dapat kita katakan kalau IHSG telah anjlok sebanyak 13,63%. Sungguh ini bukan koreksi yang biasa jika kita mengamati dengan kacamata histori IHSG di masa lalu.

Jika diamati lebih dalam mengenai histori pergerakan IHSG, khususnya di tiap bulan Mei, sejak tahun 2008 sampai dengan tahun 2017, IHSG hanya turun 3 kali pada bulan Mei, tapi 2 diantaranya turun cukup dalam. Pada tahun 2010 turun diketahui turun hingga 5.87% dan pada tahun 2012 turun 8.32%. Nah, khusus di tahun ini, pada bulan Maret turun  6.19% dan hingga  tanggal 27 April sudah turun lebih dari 3%.

Pola koreksi IHSG di tahun 2018 saat ini tampak ada kesamaan dengan tahun 2008, 2013 dan 2015. Tapi apakah akan terjadi hal yang serupa seperti tahun-tahun tersebut? Saya pribadi tidak bisa menjawab pasti. Semua saya kembalikan pada anlisa dan pendapat masing-masing trader.

Saya pribadi punya pandangan sendiri seperti apa laju IHSG selanjutnya. Karena sehubungan dengan kalender utama makroekonomi dan politik, jadi saya kira IHSG dalam 2 bulan kedepan masih akan sangat votalitas, mengingat BI telah mengumumkan akan adanya ruang kenaikan suku bunga dan mengenai Rapat Dewan Gubernur BI yang juga akan dilaksanakan pada 16-17 Mei dan selanjutnya pada tanggal 27-28 Juni. Belum lagi, ditambah dengan rencana libur lebaran yang telah diumumkan pemerintah antara tgl 11 hingga tgl 20 Juni dimana sudah pasti waktu itu pasar saham akan tutup sementara.

Jadi kesimpulannya, kemungkinan pelaku pasar banyak yang wait-and-see dulu untuk sementara (termasuk yang ngomong, he he!), sampai indikasi reversal dari IHSG terlihat dengan jelas. Teman2 bisa memilih pendapat di atas, atau bisa juga berhati-hati dengan masuk dengan dana sedikit dulu pada saham-saham yang yang sudah sangat murah, mungkin yang PBVnya di bawah 1 kali atau lebih rendah lagi, di bawah o,5. Tapi dengan syarat fundamentalnya juga mendukung untuk kuartal I 2018 ini dan sektornya lagi hot (tips soal ini baca: Timing Beli Saham – Kapan Mulai Investasi Saham). Selmat berinvestasi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *