Investasi Syariah yang Paling Menguntungkan, Ini Dia!

Pertanyaan soal apa Investasi Syariah yang Paling Menguntungkan? Sebenarnya mudah saya menjawabnya jika sudah punya pengalaman dalam berbagai instrumen investasi di Indonesia. Tapi bagi yang pemula tentu masih membingungkan.

Di Indonesia sendiri ada banyak sekali jenis investasi yang bisa dipilih, di antaranya adalah:

  1. Deposito
  2. Emas
  3. Reksadana
  4. Saham
  5. Properti dan Tanah
  6. Obligasi
  7. Waralaba

Kalau deposito kan sudah jelas berapa persen keuntungannya per tahun. Kalau konvensional biasanya sudah ditetapkan sekian persen per tahun. Biasanya 3,5% sampai 5,5%.

Deposito yang sifatnya berjangka umumnya lebih tinggi. Dan kalau penulis amati jarang ada yang lebih dari 6%. Dan bila ada yang di atas 7,5% biasanya pajaknya juga tinggi.

Emas sendiri kenaikannya per tahun ditentukan dari pergerakan harganya. Mulai tahun 2011, rata-ratanya dikisaran 10% per tahun.

Sedang properti dan tanah, bisa sampai 20%-30% per tahun. Tapi, itu pun tergantung pemilihan lokasi dan kondisi ekonomi saat itu. Kalau lokasinya baik mungkin jumlah itu bisa tercapai, tapi kalau lagi apes milih lokasinya maka jangankan naik, harganya malah bisa jatuh.

Untuk Waralaba, selain dipengaruhi nilai brand dari usahanya tersebut, pemilihan lokasi dan promosinya juga sangat menentukan.

Kalau obligasi bagaimana? Ya, ada yang untungnya juga sudah tetap tiap tahun. Biasanya ada yang sampai 8% per tahun. Tapi bukan berarti tidak ada resikonya. Karena, kalau bisnisnya gagal maka si investor juga harus menanggung kegagalan tersebut.

Tapi, menurut hemat penulis, pilihan terbaik sebenarnya tergantung dengan karakter dari masing-masing investor.

Buat yang bertipe Moderat, sebenarnya lebih tepat memilih yang aman-aman saja, seperti deposito, properti, tanah, dan emas.

Tapi buat anda yang memiliki tipe investor kontrari atau yang suka melawan arus, maka sangat tepat kalau memilih investasi seperti saham dan reksadana.

Kedua jenis investasi yang saya sebut di atas, yaitu saham dan reksadana, masuk kategorihigh risk high return‘, yaitu investasi yang beresiko tinggi sekaligus untungnya yang paling tinggi juga.

Dan penulis pribadi, lebih memilih saham syariah. Selain karena untungnya yang paling tinggi dan tanpa batas. Menurut saya, kalau Anda mau mencari jalan untuk bisa melipatgandakan uang secara halal maka inilah solusinya.

Kenapa begitu?

Ya, karena kalau properti mungkin harus menunggu hingga setahun baru bisa dapat 20%-30%, tapi kalau saham itu bisa didapatkan sehari saja. Wow… luar biasa kan?

Jadi Investasi Syariah yang Paling Menguntungkan adalah?

Dari pemaparan singkat di atas, jadi jelaskan mana yang tinggi keuntungannya?

Jadi, sekarang karena sudah mengerucut pada dua instrumen investasi syariah di atas, maka sekarang saya hanya akan fokus membahas apa itu saham & reksadana dan keuntungannya, serta apa saja resiko berinvestasi dari keduanya.

Kalau bicara soal aman tidaknya, sebenarnya aman juga bisa dalam beberapa persepsi. Apakah aman dari segi resiko investasinya atau aman dari hal penipuan?

Terkait resiko dari saham dan reksadana jelas paling tinggi dari beberapa solusi investasi syariah yang saya sebut di atas. Hanya saja, itu semua kembali pada keahlian orang yang berinvestasi. Kalau tidak mau belajar dan asal beli saham saja maka pasti bisa rugi besar.

Nyatanya, saya sendiri sudah beberapa tahun berinvestasi saham tapi tetap aman-aman saja. Dan kalau pun rugi, sebenarnya itu hanya karena gejolak pasar saja dan beberapa bulan kedepannya berbalik arah menjadi cuan lagi.

Terkait keamanan dana dari penipuan dan sebagainya, maka ini jelas bisa saya katakan aman. Karena berinverinvestasi saham maupun reksadana kita sendiri yang mengelolanya dan sama sekali tidak melibatkan orang lain mengelola akun kita. Jadi untung atau rugi semua kembali ke kita sendiri.

Dan soal perusahaan sekuritas yang jadi broker atau perantara dimana kita berinvestasi, maka itu juga sudah di-backup oleh OJK dan BEI dengan sistem yang rapi dan terstruktur. Di antaranya, ada yang namanya KSEI, yaitu lembaga yang bertugas mengadministrasikan transaksi dan dana yang dikelola oleh sekuritas sehinga lebih aman.

Oke, sekarang mari mulai mengulas kedua investasi syariah yang paling menguntungkan tersebut.

1. Saham

Untuk jenis investasi yang satu ini, bisa dibilang sudah hampir semua ilmu dasarnya sudah saya share di blog ini. Ya, secara, karena memang tema saham ini merupakan pembahasan utama di blog ini.

Dan biar teman-teman bisa langsung belajar, berikut saya berikan list artikelnya:

Untuk memperoleh ilmu lengkap soal saham silahkan baca satu per satu artikel di atas atau bisa juga search di bagian samping (sidebar) blog ini.

Adapun cara kerja saham sebenarnya sederhana sekali. Dimulai dari perusahaan yang sudah berbadan hukum PT yang butuh tambahan modal usaha. Ia kemudian mengajukan pengajuan sebagai anggota bursa di BEI.

Setelah melengkapi semua persyaratan seperti prospektus, underwriter dan lainnya, maka selanjutnya saham perusahaan dilepas ke publik untuk pertama kalinya. Di tahap ini diistilahkan dengan IPO (Initial Public Offering), yaitu penawaran saham perdana emiten di bursa.

Setelah proses IPO selesai dan jumlah lembar saham yang ditawarkan sudah habis diborong, maka berikutnya saham perusahaan sudah tercatat dan listing di bursa.

investasi syariah yang paling menguntungkan

Itu artinya, pihak yang pertama kali membeli saham IPO tersebut sudah bisa memperjual-belikan sahamnya, termasuk investor yang belum kebagian jatah IPO juga sudah bisa menawar saham milik orang lain.

Adapun dana yang diperoleh oleh perusahaan dari penjualan sahamnya ke public setelah Go-Public, nantinya akan digunakan untuk berbagai keperluan bisnisnya, termasuk membeli mesin baru, membuka cabang, atau pun untuk membayar utang.

Dan bila di akhir periode ternyata usaha dari perusahaan terbuka tersebut untung dan cukup untuk dibagi, maka barulah akan dibagikan bagihasil ke para investornya. Dan inilah yang disebut dengan dividen.

Apa bedanya saham syariah dengan konvensional?

Nah, untuk ini lebih pas kalau kita kembalikan ke OJK sebagai pihak yang paling berwenang soal ini. Keputusan dari OJK sendiri sebenarnya bersumber dari Majelis Ulama Indonesia.

Untuk lebih jelasnya, silahkan baca artikelnya di sini: Perbedaan saham syariah dan konvensional.

Lalu dari mana keuntungan saham di dapat?

Keuntungan dari saham ada 2, yaitu dari Capital Gain dan Dividen.

Capital gain didapat dari selisih penjualan saham dengan harga belinya pertama kali. Jadi ini sederhana sekali memahaminya. Kurang lebih sama kalau teman-teman beli barang lalu dijual kembali, maka keuntungannya itu yang disebut dengan capital gain.

Kalau capital gain bisa didapatkan kapan saja. Asalkan saham yang sudah dibeli itu sudah untung, minimal lebih tinggi dari fee trading nya maka kita sudah bisa menjualnya. Entah itu baru 1 jam yang lalu atau setelah beberapa bulan dibeli, maka sah-sah saja.

Adapun Dividen, ini biasanya baru akan diperoleh setelah 1 tahun menghold sahamnya. Tapi itu pun ada tekniknya karena kita bahkan bisa dapat dividen dengan hanya memegang sahamnya 1 menit sebelum cum date-nya berakhir.

Nah, itu dulu penjelasan sederhananya. Selebihnya silahkan pelajari semua di blog ini. Atau kalau mau yang lebih mudah, silahkan gunakan Jasa Konsultasi di menu atas.

2. Reksa Dana

Bedanya reksadana dengan saham sederhana sekali. Kalau saham, kita yang langsung melakukan dan mengelola dana investasi kita dengan membeli saham langsung melalui perusahaan sekuritas.

Sedangkan reksadana, si investor tidak melakukan investasinya sendiri, melainkan mewakilkan dananya untuk dikelola oleh fund manager ke berbagai instrumen investasi, baik itu di saham, properti dan lainnya.

Jenis reksa dana sendiri ada beberapa jenisnya, ada reksa dana campuran, reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang.

Untuk 2 yang terakhir disebut yang objeknya pasar uang dan hasilnya tetap, maka saya pribadi sebagai Analis Saham Syariah sangat tidak merekomendasikannya.

Ya, alsannya sederhana. Karena keduanya tidak menggunakan sistem syariah. Untuk pasar uang jelas haram karena uang bukan termasuk komoditi dan tidak bisa jadi objek jual beli (kecuali karena alasan untuk digunakan bertransaksi secara real).

Selain beberapa alasan dan pejelasan yang saya sebut di atas, baik reksa maupun saham masing-masing masuk ketegori investasi syariah modal kecil.

Cukup dengan modal 100ribu saja maka kita sudah bisa memulai investasi di sana. Ya tentunya harus melalui pialang yang disebut perusahaan sekuritas.

Di samping itu, ia juga termasuk investasi syariah online yang bisa ditransaksikan langsung lewat HP smartphone atau komputer PC dan Laptop yang terhubung dengan internet.

Dan ngomong-ngomong soal keuntungan dari reksa dana ini sebenarnya masih kalah jauh dengan saham. Sebab saham dalam sehari bisa naik sampai 35%, sedangkan reksadana karena menggunakan prinsip manajemen resiko berinvestasi maka dalam sehari paling tinggi bisa naik 5%-10%. Itu pun jarang terjadi.

Jadi sebagai kesimpulan dari jurnal, eh salah… artikel maksudnya, investasi syariah yang paling menguntungkan maka saham lah yang jadi solusi investasi syariah terbaik. Tapi, ya kembali lagi ke pengetahuan dan pengalaman dari masing-masing trader.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *