Jenis-jenis Saham PT Menurut Para Ahli dalam Akuntansi

Apa saja jenis-jenis saham menurut para ahli dalam dalam ilmu akuntasi? Serta bagaimana membedakan masing-masing saham PT / Perusahaan Terbatas tersebut jika dilihat dalam berbagai aspek?

Nah, dalam kesempatan ini Analis.co.id ingin berbagi bukan hanya jenis saham PTnya, tapi juga kriteria dan contoh dari masing-masing jenis tersebut.

Dalam bahasa Inggris, saham disebut dengan ‘stock’ atau ‘share’. Dan dalam prakteknya saham bisa dikelompokkan dalam beberapa macam tergantung karakter dan kinerjanya.

Jenis-jenis Saham PT menurut Para Ahli dalam Akuntansi

Dari berbagai macam saham yang ada maka untuk memudahkan pengelompokannya maka akan dibagi dalam beberapa kriteria.

Di antara kriterianya adalah berdasarkan kepemilikannya, karakternya, kapitalisasi pasar yang dimiliki, serta jenis dokumennya.

Nah kita mulai dulu dari A. Jenis Saham Berdasarkan Hak Kepemilikannya. Khusus untuk ini, kalau ditanya: ‘sebutkan jenis jenis saham yang biasanya diterbitkan oleh perseroan terbatas?’ maka 2 berikut inilah yang dimaksud:

1. Saham Biasa (Common Stock)

Jika kita menyebut saham maka sebenarnya yang dimaksud adalah saham biasa ini. Karena yang ditransaksiskan di Bursa Efek Indonesia umumnya dari jenis saham ini.

Menurut ahlinya, di antaranya Wibowo SE., Ak. bahwa saham biasa adalah saham yang tidak memiliki hak istimewa atas saham-saham lain (Akuntansi Keuangan Dasar 2 – Cikal Sakti)

Hak istimewa yang dimaksud di atas di antaranya hak penentuan pengurus atau direksi atau pun hak sisa harta perusahaan manakala perusahaan mengalami pailit dan harus dilikuidasi.

Selain itu, dividend tetap setiap tahun juga tidak diberikan pada pemegang saham ini. Yang ada hanya dividend yang dibagikan bila perusahaan memperoleh laba yang cukup, dan itu pun tidak mesti diberikan setiap tahun.

Untuk dividend pada umumnya, biasanya baru diberikan setelah hasil RUPS memutuskan bahwa perusahaan akan membagi dividen di tahun tersebut. Tapi bila ada rencana ekspansi atau pun membayar utang maka biasanya tidak diberikan.

Selain dikategorikan berdasarkan kepemilikannya, saham biasa dan preferen juga dikelompokkan atas dasar hak tagihnya.

Berdasarkan pemaparan pakar lain, Hartono (2008), menyebutkan bahwa:

Saham biasa (common stock) merupakan saham yang memiliki hak klaim bagi pemiliknya berdasarkan laba atau pun rugi yang diperoleh perusahaan.

Akan tetapi, bila emiten mengalami pailit dahn harus terjadi likuidasi, maka pemegang saham biasa  hanya mendapatkan prioritas paling akhir dalam hal pembagian dividend perusahaan.

Kalau di IDX, di pasar saham, bentuk saham yang diperdagangkan dalam bentuk data elektronik bentunya hanya terdiri dari kode 4 huruf saja. Tanpa ada tambahan, seperti pada saham waran.

2. Saham Preferen (preferrend stock)

Ini masih merupakan kelanjutan dari Hartono di atas. Jenis ini mempunyai sifat gabungan antara obligasi dan saham biasa.

Alasan dikatakan sama dengan obligasi karena pada obligasi juga membayarkan bunga atas    pinjamannya. Sama halnya dengan saham preferen yang juga memberikan hasil tetap berupa dividen preferen.

Jika ingin tau bentuk saham preferen dan biasa di perdagangan saham di bursa efek Indonesia, maka untuk saham biasa ditulis biasa dengan kode 4 huruf, seperti WSBP, ASII dan lainnya.

Adapun jenis saham preferen maka bentuknya ada tambahan huruf ‘P’ di belakang kodenya. Misal, UNTR-P, MYOR-P dan sebagainya.

Hanya saja, sekarang ini di perdagangan bursa yang muncul hanya saham waran saja, dengan tambahan huruf ‘W’ di akhirnya, seperti sekarang ada FREN-W dan lainnya.

Selanjutnya, B. Jenis Saham Berdasarkan Peralihan Haknya:

Maksud dari peralihan hak adalah bagaimana lembaran saham tersebut dipindahtangankan dari satu investor ke investor lain.

Adapun jenis yang dimaksud menurut Darmadji dan Fakhrudin (2011) adalah:

3. Saham atas unjuk (bearer stock)

Adapun bentuknya dimana pada saham yang diterbitkan tidak tertulis nama pemiliknya. Tujuannya tentu agar pemindahan kepemilikannya lebih mudah.

4. Saham atas nama (registered stock)

Bentuk yang satu ini kebalikan dari yang di atas. Pada saham ini nama pemiliknya ditulis dengan jelas.

Sehingga, bentuk peralihan kepemilikan dari registered stock ini bisa dibilang tidak mudah karena ada prosedur tertentu yang harus dipenuhi.

Dari dua saham yang terakhir disebut di atas, jelas sekali kalau bentuk sahamnya adalah berupa piagam atau sertifikat. Hanya saja, dewasa ini saham lebih umum ditemui dalam bentuk scripless atau tanpa sertifikat.

Memang perdagangan saham di Indonesia dan di dunia umumnya menggunakan scripless. Hanya saja, KSEI sendiri sudah memberikan pernyataan bahwa scripless tidak langsung menghapus saham dalam bentuk sertifikat.

Melainkan, selain mengelola saham dalam wujud data elektronik, pihak broker dan KSEI juga sekaligus mengelola efek dalam bentuk sertifikat. Jadi dikelola dalam dua bentuk sekaligus.

Nah, sekarang lanjut soal C. JENIS SAHAM BERDASARKAN KARAKTER DAN CIRINYA:

Karakter di sini mencakup likuiditasnya, imbal hasilnya, resikonya dan sebagainya.

5. Blue chip

Sederhananya, saham blue chip ini bisa kita katakan saham dari perusahaan bonafit.

Sebenarnya tidak ada pengertian pasti mengenai jenis saham ini, hanya saja banyak pakar dan juga situs investasi yang sudah membuat defenisinya.

Oleh Investopedia, mendefenisikan sebagai perusahaan yang diakui secara  nasional (bahkan bisa juga internasional), mapan, serta sehat secara finansial.

Dalam kenyataannya, perusahaan yang digolongkan blue chip umumnya memiliki produk dan layanan berkualitas tinggi serta diterima secara luas.

Mengenai ini silahkan baca keterangan lengkapnya di sini: Pengertian, Contoh dan Daftar Perusahaan Blue Chip.

6. Income/Dividend stocks

Untuk pengertiannya, mari kita simak defenisi income stock yang dibuat oleh Campbell R. Harvey:

“A stock that pays a high dividend compared to other stocks.”

Jika diartikan, yaitu saham yang membayar dividen lebih tinggi dibanding dengan saham lainnya.

Umumnya juga, saham jenis ini lebih cenderung mengarah ke saham blue chip juga karena cirinya kurang lebih sama. Ya, biasanya pendapatannya lebih stabil dan outlook finansialnya juga lebih solid.jenis-jenis saham PT

Kalau di Indonesia, jenis saham ini banyak ditemukan di perusahan ‘plat merah’ yang sudah berdiri sejak lama.

Kenapa demikian?

Ya, karena saham dari BUMN biasanya punya kewajiban membagi dividend kepada negara, baik itu dalam bentuk dividen rutin atau pun dividen biasa. Jadi itulah sebabnya jenis ini banyak terdapat pada saham plat merah.

Selain itu, ada juga saham umum yang memang dari dulu sudah terbiasa membagi dividen yang kemudian dimasukkan dalam kategori ini. Tentunya, teman-teman harus melihat historinya juga bila ingin tau kebenarannya.

7. Growth stocks

Mengenai pengertian yang panjang soal ini dan juga penjelasan lengkapnya silahkan simak di sini: Ciri-ciri dan Contoh Saham Growth Stock.

Tapi untuk defenisi sederhananya, mari kita simak defenisi dari Investopedia langsung berikut ini:

“A growth stock is a share in a company that is anticipated to grow at a rate significantly above the average for the market.”

Intinya, bahwa jenis saham yang satu ini merupakan saham yang diperkirakan akan tumbuh pada tingkat signifikan dibanding dengan rata-rata pasar.

Pemahaman di atas lebih menekankan pada ‘harga sahamnya’ sebenarnya.

Tapi yang harus diketahui, bahwa ada growth stock dan ada juga growth company. Kalau yang sudah dijelaskan di atas lebih tepat pada peningkatan harganya. Tapi kalau growth company lebih cenderung mengarah pada peningkatan kinerja perusahaannya.

Yang paling baik dipilih adalah yang mampu tumbuh pada dua sisi tersebut, yaitu kinerja dan harganya.

Karena banyak juga saham yang secara harga bertumbuh, tapi kinerja nol besar. Nah, inilah sebenarnya jenis saham yang harus dihindari karena berpotensi berbalik arah pergerakan harganya.

8. Value Stock

Mengenai ini sudah dibahas panjang lebar sebelumnya, silahkan simak: Pengertian Value Stok dan yang Terkait.

Tapi sekalipun begitu, ada baiknya saya berikan penjelasan singkat juga di sini.

Jadi, untuk jenis saham ini bisa dibilang bagian dari pilihan para value investor.

Adapun kriterianya dinilai dari valuasi sahamnya. Penilaian yang digunakan adalah dari sisi rasio PER maupun PBV nya.

9.    Speculative stocks

Maknanya adalah saham dari emiten yang tidak bisa mendapatkan pendapatan secara konsisten dari tahun ke tahun.

Saham ini tergolong saha yang high risk atau beresiko tinggi, terutama untuk tujuan jangka panjang. Biasanya ini banyak terdapat pada penny stock (saham kecil, dari segi kapitalisasi dan likuiditasnya) dan juga emerging growth stock.

Namun, selain resikonya yang tinggi, jenis saham spekulatif ini juga menjanjikan keuntungan yang besar karena pergerakan harganya yang memiliki volatility yang tinggi juga.

10. Cyclical stocks

Macam saham ini adalah saham yang naik turunnya punya siklus atau waktu tertentu. Jadi tidak bisa konsisten mengalami peningkatan kinerja maupun pada harganya.

Umumnya, bila sektornya lagi hot maka barulah kinerjanya, khususnya labanya, akan naik. Tapi, bila sedang lesu, maka perolehan labanya dan harganya pun akan ikut turun.

Di antara contoh saham seperti ini adalah saham pertambangan, property dan lainnya yang punya siklus kejayaan tersendiri.

Jika niatnya hanya trading jangka pendek, maka saham ini cocok ditransaksikan. Tapi, bila untuk tujuan investasi jangka panjang, maka sebaiknya dihindari.

10.    Emerging Growth Stocks

Emerging maksudnya sedang atau baru muncul sebagai saham yang bertumbuh.

Umumnya saham ini relatif dari perusahaan yang masih baru namun ia berada pada industri yang memiliki prospek pertumbuhan yang baik. Contoh misalnya Go-Jek, jika seandainya perusahaannya listing di bursa efek juga.

Di satu sisi, saham ini juga menyimpan resiko yang tinggi. Karena, selain belum teruji kehandalannya seperti pada blue chip, kemungkinan gagal karena faktor-faktor lazim dalam bisnis juga bisa terjadi, misalnya kalah bersaing, trend yang berubah dan lainnya.

Untuk jenis lainnya silahkan baca di artikel berikutnya:

Jenis Saham Ke-11 sampai ke-15

Di sana sudah termasuk kategori berdasarkan kapitalisasi pasarnya, jadi pastikan membaca juga artikelnya.

Sengaja kita lanjutkan pada artikel berikutnya, sebagai penyegaran dan teman2 tidak terlalu panjang membaca artikel ini.

Jika ada pertanyaan terkait jenis-jenis saham PT menurut para ahli dalam akuntansi ini, silahkan komentar yang sopan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *