Cara Mendapatkan Capital Gain. Kapan dan Rumus Cara Menghitungnya?

Pada dasarnya, capital gain adalah satu dari dua jenis keuntungan dalam bermain saham, selain dividen. Nah, cara mendapatkan capital gain ini saya peruntukkan khusus untuk pemula yang baru terjun di bursa saham.

Dan buat yang belum tau apa defenisinya, silahkan baca dulu pengertian capital gain (langsung kunjungi saja link ini dan baca segala hal menyangkut CG ini)

Sebelum membahas panjang lebar, saya langsung sampaikan dulu kalau sebenarnya untuk memperoleh keuntungan dari capital gain dari saham simpel sekali.

Simpel maksudnya bagaimana master?

Ya, gimana gak gampang, kan sebenarnya ini hanya istilah saja, kalau dibahasa Indonesia-kan artinya ‘keuntungan modal’. Sebagaimana dipublikasikan oleh Wikipedia.

Jadi, apa pun bentuk keuntungan yang kamu dapat dari modal yang kamu investasikan maka itu sudah dikategorikan dalam capital gain, termasuk dalah keuntungan investasi saham karena pada bidang investasi inilah kata capital gain banyak digunakan.

Contoh nih, ini sesuai yang saya alami sendiri, saya beli rumah seharga Rp. 200 juta, dan dua tahun kemudian rata-rata harga rumah di daerah tersebut harganya naik semua. Ya, karena ada beberapa pengembangan fasilitas publik dan bisnis yang menyebabkan lokasinya dan harga rumah disekitarnya juga semakin tinggi.

Setelah melakukan kroscek, ternyata beberapa rumah yang dijual di sekitar rumah saya harganya berada di rata-rata minimal Rp. 350 juta.

Itu artinya, jika saya ikut menjual rumah tersebut seharga demikian (tapi kenyataannya saya tidak akan menjualnya segitu, karena pas awal beli – seharusnya rumahnya dihargai minimal 250 tapi saya belinya cuma 200 juta, karena alasan sudah full renovasi dan keramik serta tambahan bangunan di sisi samping dan belakangnya), maka saya akan untung kurang lebih 150 juta.

Dari gambaran di atas, maka capital gainnya adalah selisih harga rumah saya saat ini yang lebih mahal dari harga belinya dua tahun yang lalu, yaitu lebih mahal 150 juta sebagaimana sudah saya sebut di atas.

Di atas baru gambaran umum soal properti, belum dalam dunia saham. Selanjutnya, kita masuk ke materi inti…!

Bagaimana Cara Mendapatkan Capital Gain?

Jadi kalau kamu mau dapat keuntungan dari dana investasimu, istilahnya capital gain. Maka, kamu harus melalui beberapa tahap investasi berikut ini.

Sebelumnya, ingat dua hal ini dulu!

  1. Capital gain bisa didapat dari berbagai instrumen investasi, tapi yang kita bahas saat ini khusus untuk investasi saham.
  2. Menjadi seorang investor saham tak harus jadi orang kaya dulu. Saat ini, untuk bisa buka akun di perusahaan sekuritas modal awalnya yang termurah saat ini sudah bisa dari Rp. 250.000 saja.

Berikut ini langkahnya:

Pertama, kamu harus punya modal dulu untuk digunakan investasi atau beli saham.

Ya, ini sudah pasti. Masa mau mau investasi gak modal? Kecuali kalau mau coba simulasi saham dari Sekuritas, ya mungkin bisa.

Di atas sudah disebutkan berapa minimalnya. Tapi, saran saya, minimal punya duit 1 juta dulu. Kalau sudah ahli baru ditambah lagi.

Kedua, buat akun untuk transaksi saham.

Para newbie banyak yang keliru, mereka berpikir kalau beli saham itu lewat bank. Ini jelas salah besar.

Ada juga yang mengira bahwa kalau mau transaksi saham langsung ke Bursa Efek Indonesia (BEI) atau IDX, dan ini juga salah kaprah. Tidak mungkin BEI bisa menghandel jutaan orang yang ingin transaksi dalam detik yang sama.

Jadi jawabannya? Ya, lewat pialang yang sering disebut dengan Perusahaan Sekuritas.

Sekuritas inilah yang jadi perantara dalam transaksi saham di BEI, baik untuk transaksi saham Tunai maupun Reguler.

Ketiga, beli saham.

Ya, kalau kamu mau dapat capital gain maka caranya kamu harus untung dulu dari saham yang kamu beli. Lha, bagaimana bisa untung kalau tidak pernah beli?

So, syaratnya kamu harus beli saham dulu baru bisa menunggu keuntungan dari saham jika nantinya harganya naik.

Dan untuk bisa untung di saham juga ada caranya, yaitu kamu harus jeli melihat mana saham yang layak investasi atau tidak.

Sebab jika salah, jangankan untung, kamu malah bisa rugi banyak. Bahkan berkali-kali lipat bila harga saham yang telah kamu beli ternyata anjlok.

Jadi sampai di sini kamu sudah tau 3 langkahnya, yaitu miliki modal dulu, kemudian buka akun di perusahaan sekuritas, dan selanjutnya (setelah deposit) mulai investasi dengan beli saham lewat akun sekuritasmu.

Keempat, jual saham yang sudah untung.

Kalau sebelumnya kamu sudah beli saham, dan setelah beberapa bulan atau bahkan hari saja, harga saham tersebut ternyata naik, maka yang kamu lakukan tinggal menjualnya saja.

Bagaimana cara menjualnya?

Caranya, ya tinggal lakukan offer atau penawaran jual melalui akun saham kamu di perusahaan sekuritas tempat dimana pertama kali membuat akun trading, entah itu di Mandiri Sekuritas, Panin Sekuritas dan lain sebagainya.

Biasanya, kalau harganya match (sesuai dengan harga bid atau penawaran beli) dari investor lain, maka saham tersebut akan langsung berpindah ke akun sekuritas investor lain. Jika perusahaan sekuritas yang digunakan sama maka hanya akan pindah akun, tapi bila beda perusahaan brokernya maka akan pindah ke akun broker lainnya.

Setelah berhasil menjual, terus bagaimana cara menariknya?

Ya, tinggal kamu withdraw atau tarik ke rekening pribadimu. Tentunya langkah-langkahnya ada dalam tutorial yang disediakan oleh perusahaan sekuritas tempat kamu bertransaksi saham.

Contoh Soal dan Rumus Capital Gain

Sebelum saya berikan contoh soal capital gain ini, silahkan simak screenshot grafik harga saham PGAS per 1 bulan terakhir ini. Dan ini pula yang akan kita buat sebagai contoh cara menghitungnya.

cara mendapatkan capital gain

Berdasarkan gambar di atas, Pak Teguh membeli saham PGAS seharga 2.340 per saham pada tanggal 9 Februari 2018 sebanyak 50 lot. Dan pada tanggal 21 di bulan yang sama, yakni Februari 2018, ternyata saham PGAS naik menjadi 2.720 per saham.

Pertanyaannya:

Berapa keuntungan yang diperoleh pak Teguh jika ia menjual saham PGAS pada 21 Februari 2018? Sebutkan dalam jumlah rupiah dan persentase keuntungannya!

Jawaban:

Jadi dari soal capital gain di atas diketahui:

  • Harga beli saham : 2.340
  • Harga jual saham : 2.720
  • Jumlah lot : 50

Adapun rumusnya:

Capital Gain = harga jual – harga beli x jumlah lembar saham

Pertama-tama, ketahui dulu ketentuan jumlah lembar saham per lot menurut BEI saat ini. Dan kebetulan jumlah per lot-nya adalah 100 lembar per lot

Jadi, 100 x 50 = 5000

Sehingga, modal rupiah yang harus disiapkan pak teguh untuk membeli 5000 lembar saham tersebut adalah

2.340 x 5000 = Rp. 11.700.000

Selanjutnya, cari keuntungan investasi anda, yaitu harga jual – harga beli

2.720 – 2.340 = 380

Nah, tinggal kalikan saja hasil dari selisih harga di atas dengan jumlah lembar sahamnya, yaitu:

380 x 5000 = Rp. 1.900.000

Jadi, dengan modal Rp. 11.700.000 pak Teguh mendapat keuntungan Rp. 1.900.000. Dan itu artinya, uang pak Teguh telah berkembang menjadi Rp. 13.600.000

Berapa persenkah itu? Ya, tinggal bagi saja hasilnya dengan jumlah modal kemudian kali 100. Berikut cara menghitungnya:

Rp. 1.900.000 / Rp. 11.700.000 x 100 = 16,23%

Wow…! Dengan demikian, pak Teguh mampu menghasilkan 16,23% hanya dalam kurung waktu 12 hari saja. Coba bandingkan dengan deposito, paling 5 persen per tahun kan. Tapi ini hitungannya cuma minggu lho! Luar biasa kan?

Tapi di atas belum kita kurangi dengan fee trading dan pajak nya. Kalau misalnya trading melalui Mandiri Sekuritas maka total biayanya adalah

= fee beli 0,18% + pajak beli 0,10% + fee jual 0,28% + pajak jual 0,10

= (Rp. 11.700.000 / 100 x 0,18) + (Rp. 11.700.000 / 100 x 0,10) + (Rp. 13.600.000 / 100 x 0,28) + (Rp. 13.600.000 / 100 x 0,10)

= 21.060 + 11.700 + 38.080 + 13.600

= Rp. 84.440 (total fee dan pajak nya)

Jadi total keuntungan setelah dipotong trading fee dan pajak adalah

Rp. 1.900.000 – Rp. 84.440 = Rp. 1.815.560 atau setara dengan 15,51%

Kapan mendapatkan capital gain?

Umumnya yang sudah master pasti akan berkata, “Walah… ini kok ditanyakan!” Tapi saya lain teman, walau sudah lama berkecimpung di pasar saham, saya tetap mengerti para newbie, mengenai poin-poin apa saja yang seharusnya dijelaskan biar semua tau dunia persahaman he he!

Pemegang saham baru akan mendapatkan capital gain bila harga saham yang ia beli telah naik dan melebihi biaya trading fee-nya.

Umumnya, trader yang beraliran growth investor akan langsung menjual sahamnya bila sudah dapat untung minimal 3% saja.

Tapi bagi value investor,  dalam melakukan penjualan saham untuk memperoleh capital gain, mereka umumnya tidak melihat nilai persentase keuntungannya, tapi apakah harga sahamnya sudah mahal atau tidak.

Jadi, sekalipun sudah untung bahkan sampai 100% mereka tetap hold sahamnya sampai ada faktor-faktor lain yang menyebabkan ia harus menjual sahamnya saat itu.

Di antara yang jadi alasan value investor menjual sahamnya untuk kemudian mendapatkan capital gain, yaitu:

  • Kondisi makro ekonomi Indonesia yang tampak terjadi masalah
  • Kondisi global yang bisa mengakibatkan Indonesia mengalami dampaknya
  • IHSG yang tampak anjlok dalam beberapa hari terakhir dan penurunannya cukup tinggi setiap harinya
  • Laba perusahaan yang tampak turun pada laporan keuangan per kuartal-nya yang terbaru.

Nah, Waktunya?

Khusus untuk saham, waktu mendapatkan capital gain bisa kapan saja, selama harga dari saham yang dibeli telah naik dari harga belinya semula. Dan selama transaksinya dilakukan pada saat bursa saham IDX masih buka, yaitu jam 9.30 – 12.00 siang dan 01.30 siang sampai 03.55 sore.

Terkadang ada saham yang baru dibeli saat awal perdagangan saham di bursa buka, pada sore harinya harganya sudah naik 10% lebih. Nah, kalau begini ceritanya, kamu sudah bisa dapat capital gain dengan langsung menjual saham yang kamu punya.

Dan bahkan nih, kadang ada yang tidak sampai sejam sudah langsung dijual karena harganya yang langsung loncat.

Karena total biaya trading saat membeli dan menjual saham kurang lebih sekitar 0,5% dari total harga saham yang dibeli (sudah termasuk dividen), jadi saran saya usahakan kalau profitnya sudah sampai 3%. Tapi sekali lagi, itu kalau kamu alirannya growth investing, bukan value investing.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa capital gain akan didapat bila:

  1. Harga saham telah naik dan keuntungannya sudah melebihi fee trading dari sekuritas tempatmu bertransaksi saham.
  2. Saham yang dimiliki investor dijual (melalui bursa saham di BEI lewat perantraan perusahaan sekuritas)
  3. Transaksinya dilakukan di jam buka bursa saham di BEI.

Namun, keuntungan dari capital gain baru akan maksimal bila saat membeli saham belinya di harga murah dan dijual saat harganya sudah mahal. Untuk ini kamu harus tau cara mengetahui harga saham murah dan mahal serta kapan mulai beli saham.

Demikian proses cara mendapatkan capital gain dari mulai buat akun hingga menjualnya di pasar bursa. Jadi, siapa pun kamu bisa karena modalnya tidak perlu ratusan juta. Asalkan itu tadi, beli sahamnya di harga murah dan fundamental perusahaannya mendukung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *