Materi Contoh Soal Cara Analisis Vertikal dan Horizontal Laporan Keuangan serta Tujuan dan Kelebihan/Kekurangannya

Selain contoh soal cara analisis vertikal dan horizontal, pada artikel kali ini kita juga akan membahas materi tujuan, serta kekurangan dan kelebihan analisa ini.

Horizontal artinya “terletak pada garis atau bidang yang sejajar dengan horizon atau garis datar” atau simpelnya diartikan “mendatar”. Sedangkan pengertian Vertikal adalah tegak lurus dari bawah ke atas atau kebalikannya, sebagaimana disebutkan oleh KBBI.

Baca juga: 5 Rekomendasi Saham untuk Pemula

Cara Analisis Vertikal Laporan Keuangan

materi tujuan teknik contoh soal cara analisis vertikal laporan keuangan horizontal

Dalam melakukan analisa, pada satu jenis analisis saja, taruhlah analisis vertikal, maka jenisnya pun beragam, ada yang menggunakan rasio, persentase komponen, atau pun analisis impas. Tapi, yang paling banyak digunakan adalah dengan rasio keuangan.

Rasio maksudnya perbandingan, yaitu perbandingan antara satu bagian atau pos dalam LK dengan pos lainnya dalam laporan keuangan yang sama.

Disebut vertikal karena perbandingan yang dilakukan dari atas ke bawah atau sebaliknya, bukan dari samping kiri ke kanan atua sebaliknya.

Dalam hal analisis laporan keuangan, analisis vertikal menurut para ahli, sebagaimana dikutip dalam makalah Anitha Paulina Tinambunan, SE, M.Si, yaitu metode analisis dengan menganalisis laporan keuangan pada satu (1) periode tertentu dengan membandingkan antara pos laporan keuangan yang satu dengan pos yang lainnya dalam laporan keuangan yang sama.

Contoh soal sederhana:

  • Total Aset Lancar: 10.000.000.000
  • Liabilitas Jangka Pendek: 5.000.000.000

Jika kita ingin melakukan analisa secara vertikal maka kita bisa menggunakan data di atas untuk menghitung Rasio Lancar saham ABCD, yaitu dengan rumus:

Rasio Lancar : Total Aset Lancar / Liabilitas Jangka Pendek

Nah hasilnya dalam bentuk sekian kali itulah yang kita sebut dengan rasio Lancar yang merupakan salah satu cara analisis vertikal.

Dikatakan demikian, karena data di atas ada dalam satu laporan keuangan kemudian diperbandingkan satu sama lain.

Tujuan perhitungan di atas adalah untuk mengetahui seberapa baik kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dari Aset Lancar yang ia miliki.

Analisis Horizontal

Menurut Harahap (2009:227), maksud analisis perbandingan adalah teknik analisis laporan keuangan dengan menyajikan laporan keuangan secara horizontal dan membandingkan antara satu dengan yang lain, dengan menunjukkan informasi keuangan atau data lainnya baik dalam rupiah atau dalam unit.

Sederhananya, analisis horizontal dilakukan dengan cara membandingkan antara satu data laporan keuangan dengan data laporan keuangan di periode atau tahun yang berbeda.

Contoh Analisis Horizontal Laporan Keuangan

Kita ambil contoh data LK JPFA:

  • Pendapatan 2020 : 36,742,561,000,000
  • Pendapatan 2019 : 34,012,965,000,000

Nah untuk melakukan analisis secara horizontal maka kita menghitung berapa persentase perubahan pendapatan atau Sales dari JPFA dari dua periode yang kita gunakan.

Caranya:

(Pendapatan 2020 – Pendapatan 2019) / Pendapatan 2019

Maksudnya hasil pendapatan 2020 dikurangi dengan pendapatan 2019, kemudian hasilnya baru dibagi kembali dengan pendapatan 2019. Nah itulah hasil analisis horizontal laporan keuangan untuk sales atau pendapatan atau penjualan perusahaan.

Bukan cuma data penjualan, semua data dalam laporan keuangan, termasuk data Neraca (Aset, Liabilitas, Ekuitas) dan laba rugi bisa dihitung dengan cara ini. Semakin tinggi nilai nya maka akan semakin baik.

Data yang digunakan untuk tujuan analisis laporan keuangan ini maka tidak harus dengan 2 periode saja, bisa lebih, misalnya 5 tahun terakhir atau pun 10 tahun terakhir. Semakin banyak data yang digunakan maka hasil analisa saham yang dilakukan akan semakin baik.

Ini disebut juga analisa perbandingan atau komparasi. Hasilnya bisa dinilai dalam bentuk persen atau pun nilai seskian kali.

Selain cara di atas, dalam analisa horizontal saham dari laporan keuangan bisa juga dengan cara analisis trend atau yang disebut juga analisis indeks.

Analisis Trend (Indeks), yaitu teknik analisis untuk mengetahui tendensi atau kecenderungan dari keadaan atau posisi keuangan dan kinerja perusahaan, apakah menunjukkan tendensi tetap, menurun atau naik.

Mengenai ini sudah kita bahas di dalam Kalkulator Saham Excel : https://analis.co.id/kalkulator-saham-excl.html

Atau teman2 bisa lihat penjelasannya melalui video Youtube ini : https://youtu.be/F9_xjZY-vaI

Demikian penjelasan singkat soal materi contoh soal analisis vertikal dan horizontal laporan keuangan serta cara analisisnya. Jika ada pertanyaan silahkan komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *