Cara/Metode Perhitungan Nilai Intrinsik Saham dan MOS (Margin of Safety)

Metode perhitungan nilai intrinsik saham PDF atau pun Excel sebenarnya mudah sekali. Yang bikin kamu bingung sebenarnya blog2 Indonesia he he!

Kok seperti itu sih omongannya? Bukannya itu meng-underestimate blogger saham lain. Maaf just kidding bro!

Jadi begini, ketika teman2 mau belajar estimasi atau cara menghitung nilai intrinsik saham pada laporan keuangan dan mencari di blog Indo, maka pasti kesimpulan yang didapat adalah bahwa mencari nilai intrinsik itu hanya satu caranya.

Betul begitu kan? Ya, karena saya sudah cek semua di berbagai blog, termasuk apa yang dipaparkan oleh Pak Teguh Hidayat, Rivan Kurniawan, Bolasalju dan lainnya.

Tapi, pada dasarnya estimasi nilai intrinsik saham yang sebenarnya bisa dilakukan dengan berbagai pendekatan. Bahkan bukan cuma 1-2 cara saja, tapi beberapa cara. Di antaranya adalah dengan pendekatan:

  1. Benjamin Graham Model, pertama kali diperkenalkan tahun 1962 pada bukunya Security Analysis dan The Intelligent Investor 1973, dan kemudian direvisi tahun 1974.
  2. Disconted Cash Flow (DCF), dipopulerkan oleh Irving Fisher tahun 1930 dalam bukunya, The Theory of Interest. Rumus ini punya sedikit perbedaan dengan Gordon growth model (GGM)
  3. Residual Income Model / Method (RIM) atau Residual Income Valuation (RIV) berawal dari Edwards & Bell (1961)
  4. Earnings Power Value (EPV) diperkenalkan oleh Bruce Greenwald

Dan kebetulan sekali, nomor 1 sampai 3 sudah saya buat kalkulatornya. Kahusus untuk Ben Graham Formula sudah saya rilis (lihat di sini: https://youtu.be/OSr277iaBuQ ). Adapun yang DCF dan RIV juga sudah saya buat, tapi belum dirilis karena lagi ada revisi.

Selain 5 yang disebut di atas, masih ada beberapa cara lain dalan menghitung nilai intrinsik saham teman2, sebut saja Dhandho Intrinsic Value Calculation yang diperkenalkan oleh Mohnish Pabrai yang merupakan Indian-American businessman yang juga mengikuti jejak Warren Buffett.

Masih ada lagi, ada juga yang menggunakan pendekatan dari Expected Returns Model yang diantaranya menggunakan market cap dan discount rate sebagai dasar perhitungannya. Soal rumusnya kita bahas dikesempatan lain saja.

Intinya di artikel ini hanya ingin memberikan pemahaman dasar kepada teman2 bahwa nilai intrinsik itu bisa dengan berbagai pendekatan. Anda bisa menggunakan salah satu saja, atau juga membandingkan hasil perhitungan dari beberapa kalkulatornya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *