PBV (Nilai Buku) – Pengertian, Contoh, Rumus & Cara Menghitung Price to Book Value

Sebelumnya Analis.co.id sudah bahas semua info soal PER, nah sekarang kita bahas bagaimana cara menghitung pbv perusahaan serta contoh soal PBV. Hanya saja, tidak lengkap kalau kita lewatkan rumus nilai buku per lembar saham dan pengertian price to book value menurut para ahli. Jadi kita bahas saja semua sekalian.

Warren Buffet sendiri, yang dikenal sebagai bapak value investor dunia, dalam melakukan analisa nilai wajar sebuah saham ternyata hanya menggunakan 2 rasio saja, yaitu PER dan PBV.

Selain 2 rasio di atas sebenarnya ada beberapa lagi rasio yang bisa digunakan untuk menilai harga wajar suatu saham, seperti PEG (Price to Growth Ratio), dividend yield, price to cashflow, dan DCF (Discounted Cash Flow). Tapi sekali lagi saya ulangi, yang bisa jadi orang terkaya di dunia saja hanya menggunakan yang 2 di atas, jadi ngapain repot-repot?

Yang terpenting dari investasi yang dilakukan oleh seorang investor adalah untung. Mau dianalisa sedetail apa pun kalau ujung-ujungnya rugi juga kan percuma? Bukan begitu?

Sebenarnya, maksud dari menghitung nilai buku perusahaan atau PBV ini adalah untuk mengetahui seberapa mahal atau murah kah harga saham dari suatu perusahaan saat ini.

Dan untuk mudah memahami PBV ini maka membacanya dengan menambahkan ‘kali’ di akhirnya. Maksudnya, jika misalnya saham PTBA ternyata PBVnya 2,2 kali, maka harga sahamnya saat ini dua kali lebih mahal dari nilai bukunya.

Ini ibarat kamu mau beli motor second yang sebenarnya harganya cuma 10 juta, tapi kamu bayarnya 22 juta. Bisa dapat kan maksudnya kalau contohnya seperti ini? Pasti bisa dong! Dan kalau sudah ada yang nyangkut, mari kita mulai belajar.

Seperti Apa Pengertian Price to Book Value Menurut Para Ahli?

Pada dasarnya, secara sederhana defenisi dari PBV adalah rasio harga saham terhadap nilai buku perusahaan. Namun, untuk lebih memahami maksudnya perlu diketahui juga beberapa pengertian dari para pakar maupun media online, di antaranya:

Menurut salah satu situs info investasi ternama, bahwa P/B ratio is a ratio used to compare a stock’s market value to its book value. Artinya, rasio yang digunakan untuk membandingkan antara nilai pasar dari suatu saham dengan nilai bukunya. (Investopedia)

Rasio untuk menilai harga wajar suatu saham dengan menghitung nilai harga saham terbaru atas nilai buku dari laporan keuangan perusahaan yang terbaru pula.” (Zulbiadi Latief, 2018)

Analisis rasio PBV adalah analisis untuk mengetahui hubungan antara harga saham dengan book value dari tiap saham. (The Strategic CFO – financial advisory and consulting firm)

Untuk pengertian kedua di atas, jelas sekali bahwa untuk menghitung akurasi dari PBV perusahaan adalah dengan menggunakan harga penutupan saham yang terbaru di hari itu dan book valuenya yang terbaru pula yang didapat dari rilis laporan keuangan pada periode tersebut.cara menghitung PBV perusahaan

Inilah alasan mengapa nilai buku disebut juga dengan present value. Ya, karena nilainya dihitung berdasarkan nilai ekuitas dan jumlah lembar saham terbaru, bukan periode sebelumnya.

PBV sering juga disebut dengan P/B Ratio atau Net Asset Value per share yang disingkat dengan NAV.

Adapun rumus NAV ini adalah total nilai aset perusahaan dikurangi dengan total liability-nya, kemudian dibagi dengan jumlah lembar saham yang dimiliki perusahaan. Dari rumus NAV ini maka wajar kalau dikatakan bahwa PBV ini merupakan nilai ekuitas per saham.

Rumus Nilai Buku per Lembar Saham dan Contoh Soalnya

Jika mau tau semua rumus 35 rasio keuangan, silahkan Download Kalkulator Saham Excel

Bicara soal rumus PBV maka itu artinya belajar bagaimana formula perhitungan PBV. Sekarang coba kita buat dalam bentuk contoh soal cara menghitung PBV di bawah ini:

Berapakah PBV saham PTBA jika nilai kuitasnya saat ini adalah 13,6 triliun dan jumlah saham yang beredar 10,54 milyar, sedang harga sahamnya di pasar saham Rp2.830 per lembar?

Untuk bisa menjawab pertanyaan di atas maka ada 3 tahap atau pun data yang perlu dicari, di antaranya adalah:

  • Pertama, Ketahui terlebih dahulu berapa book value atau present value perusahaan.
  • Kedua, cek harga saham terbarunya di bursa.
  • Terakhir, mencari nilai PBV itu sendiri, tentunya dengan rumus dan berdasarkan 2 data di atas.

Jadi, secara sederhana seperti di ataslah proses cara mengetahui PBV dari suatu saham. Untuk yang pertama dan ketiga jelas ada rumus dan kalkulasinya, sedang yang kedua kamu cukup cek saja via tools atau situs khusus. Keterangannya ada di bawah.

Sekarang mari kita mulai melakukan proses di atas:

1. Menghitung book value

Pada langkah pertama ini kamu akan belajar cara menghitung book value per share. Ingat! sebelum mulai kamu sudah harus punya laporan keuangan terbaru dari perusahaan tersebut.

Data yang dibutuhkan dalam menghitung book value adalah ekuitas dan jumlah saham yang beredar saat ini.

Adapun cara mendownload laporan keuangan dari setiap perusahaan di BEI adalah dengan langsung masuk ke situs BEI di sini http://www.idx.co.id/, kemudian klik IDXnet di halaman depannya dan langsung cari dengan mengetik kode saham dan kata kunci ‘Laporan Keuangan‘ di bawahnya. Terakhir, tinggal klik ‘CARI‘.

Sampai disini, anggap saja laporan keuangannya sudah terdownload dan tinggal kamu cek isinya. Dan pastikan download yang bentuknya PDF saja.

Dan karena berhubung saya baru saja menulis artikel analisa fundamental PTBA maka berikut screensshot laporan keuangan PTBA untuk kinerjanya setahun penuh di tahun 2017:

rumus nilai buku per lembar saham dari ekuitasnyaPerhatikan gambar di atas. Ekuitas yang kita hitung adalah ekuitas yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk. Yang dimaksud pemilik entitas induk adalah kita para pemegang saham.

Jadi sudah diketahui bahwa data ekuitas yang akan menjadi dasar perhitungan PBV nanti adalah sebesar Rp13,6 triliun.

Terus ada yang tanya kok bisa triliun padahal di atas yang terlihat hanya jutaan saja? Ya, karena dari keterangan laporan keuangan yang saya download terpisah menyebutkan kalau pembulatan yang digunakan oleh akuntan PTBA adalah jutaan, jadi tinggal tambah 6 angka nol saja di belakangnya.

Di gambar di atas sebenarnya sudah tertera juga jumlah sahamnya yang beredar, yaitu 11,5 milyar lebih.

Hanya saja, karena di dalamnya termasuk juga saham treasury sebanyak 980 juta lembar lebih (sedang jenis saham tersebut tidak dianggap sebagai aktiva), maka data yang kita pakai adalah jumlah saham beredarnya saja, yaitu sebesar 10.540.375.745 lembar saham.

Sekarang, mari kita hitung sesuai rumus mencari book value, yaitu:

= Nilai Ekuitas / Jumlah Lembar Saham Beredar

= 13,6 triliun / 10,54 milyar

= Rp1.291

Jadi nilai per lembar saham PTBA yang seharusnya adalah Rp1.291 per lembar. Dan ini pulalah yang kita katakan sebagai present value atau nilai per lembar saat ini dari saham perusahaan PT. Bukit Asam Tbk. Selanjutnya, tinggal cek berapa harga saham terbaru dari PTBA.

Lebih lengkapnya soal ini, baca Panduan Lengkap Rumus Book Value Ekuitas

2. Cek harga sahamnya

Setelah saya cek langsung, harga saham PTBA yang terbaru adalah Rp2.830 per lembar (pada hari perdagangan 19 Maret 2018)

Mungkin ada yang bertanya, bagaimana cara taunya? Ya baca artikel yang sudah saya publikasikan soal cara mengetahui harga saham perusahaan. Di sana kamu bisa tau 4 cara mencari harga saham terbaru semua perusahaan.

3. Menghitung PBV perusahaan PT. Bukit Asam Tbk

Setelah tau berapa nilai buku dari PTBA dan juga harga sahamnya yang terbaru di bursa saham, maka barulah kita bisa menghitung nilai PBVnya.

Berikut ini adalah rumus PBV untuk menilai valuasi saham PTBA:

= Harga Saham / Book Value

= Rp2.830 / Rp1.291

= 2,19 kali (dibulatkan jadi 2,2 kali)

Terus, apa maksudnya 2,2 kali dari nilai PBV PTBA di atas?

Cara membacanya seperti ini: Anggaplah kamu jadi beli saham PTBA di harga segitu. Jadi saat itu kamu ibarat beli rumah yang harga sebenarnya hanya seharga 100 juta, tapi kamu belinya 220 juta per unit. Paham kan?

Jadi kalau kamu beli PTBA di harganya yang sekarang maka kamu bisa dibilang membayar 2 kali lipat lebih dari nilai bukunya.

Apakah ini dikatakan mahal? Secara nilai ya, tapi dalam melakukan analisa fundamental bukan hanya angka-angka yang dilihat, tapi juga faktor lain seperti nama besar perusahaan dan brand-nya, apalagi PTBA ini salah satu perusahaan plat merah yang transaksi sahamnya lagi ramai.

Selain itu, perlu juga dianalisa kondisi sektornya saat ini, apakah lagi lesu atau sedang hot-hotnya.

Jika nilai-nilai abstrak di atas menunjukkan nilai positif maka bisa saja angka 2,2 kali tersebut kita katakan masih murah.

Hanya saja, kalau dikatakan sudah waktunya membeli saham PTBA maka tunggu dulu karena harus menganalisa dulu faktor lain seperti IHSG dan sentimen-sentimen terkait dengan saham tersebut. Lebih jelasnya baca analisa fundamental PTBA.

Kalau kita persamakan dengan PER, maka menurut banyak analis termasuk saya, Zulbiadi Latief, dan Teguh Hidayat bahwa keunggulan PBV dibanding PER ini adalah:

PBV lebih konsisten dan lebih tepat mewakili nilai harga wajar suatu saham. Karena, PBV dihitung berdasarkan ekuitas perusahaan dimana selama perusahaan mampu menghasilkan laba (walau sewaktu-waktu kadang turun) maka nilainya juga akan terus naik.

Sedangkan PER, dihitung berdasarkan laba bersih perusahaan dimana bila ternyata perusahaan gagal mencatatkan laba di periode tertentu maka nilai PERnya juga akan naik dan itu berarti bahwa sahamnya makin mahal.

Padahal, jika cuma waktu itu saja ia gagal bukan berarti selanjutnya tidak bisa mengembalikan kinerjanya dan bukan juga pertanda kalau perusahaan tersebut buruk.

Kesamaan dari PBV dengan PER adalah dimana semakin besar nilainya maka akan semakin mahal pula harga saham tersebut.

PBV dengan angka 1 kali berarti antara harga saham dan book valuenya sama nilainya, sedang bila lebih maka secara sederhana bisa dikatakan bahwa sahamnya mahal.

Dan lain halnya bila nilanya di bawah 1 kali, anggaplan PBV saham PGAS hanya 0,5 (sekalipun ini sulit terjadi karena PGAS saham bluechip), maka sebagai penilaian awal kita bisa katakan kalau saham PGAS murah.

Kenapa PBV 0,5 kali dikatakan murah? Ya, karena seperti contoh di atas, ibarat rumah yang harga sebenarnya di pasar adalah 100 juta, tapi kamu beli dengan hanya 50 juta atau 0,5 kali dari harga pasarnya.

Di atas baru satu istilah saham saja, kamu bisa belajar hingga puluhan istilah lainnya. Baca saja 50 istilah saham.

Mau tau rumus PBV dari EXCEL langsung, dan 35 rasio keuangan lainnya? Cek di sini: Kalkulator Saham Excel

Inilah tools untuk rumus saham yang terlengkap yang pernah ada, semua bentuk analisis ada di dalamnya, termasuk analisa growth, trend, dan 35 rasio finansial. Dan menariknya SEMUA OTOTMATIS MUNCUL.

Nah, dengan membaca secara seksama artikel di atas maka kamu sudah bisa mendapat 4 ilmu penting, seperti pengertian PBV, cara menghitung rumus nilai buku per lembar saham serta contoh soal cara menghitung PBV. Selanjutnya apa? Ya, tinggal praktek saja. Salam investor!

2 thoughts on “PBV (Nilai Buku) – Pengertian, Contoh, Rumus & Cara Menghitung Price to Book Value

  1. Sore mas, mau nanya tentang jumlah saham beredarnya yg total 10.540.375.745 itu di liat dmnanya?? Mohon di respon. Terimakasih

    1. Biasanya kita lihat di bagian Ekuitas, kalau di gambar di atas terlihat 11,5 milyar, tapi karena ada saham Treasury juga di dalamnya (sebanyak 980 juta lembar lebih) dan itu tidak kita hitung, maka total jumlah saham yang beredar hanya 10,5 milyar saja. Coba buka laporan keuangan PTBA 2017 dulu, di sini: https://analis.co.id/wp-content/uploads/2018/04/Laporan-Keuangan-2017-PTBA-PT-Bukit-Asam-Tbk-31_Des_2017_Released-2.pdf
      Coba lihat di halaman 138 LKnya ada keterangannya disitu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *