Perkembangan dan Sejarah Bursa Efek Indonesia (BEI) dari Tahun ke Tahun

Tau cara bermain saham pasti tau apa itu pengertian BEI. Dan kebetulan sekarang kita mau bahas sejarah bursa efek Indonesia dan perkembangannya dari tahun ke tahun.

Teman2 Analis perlu tau bahwa BEI ini berdiri berkat penggabungan dua bursa yang telah lebih dulu ada di Indonesia, yaitu Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES).

Atau kalau dalam bahasa Inggris di disebut dengan Indoesia Stock Exchange (IDX). Jadi, kata IDX yang sering anda dengar sebenarnya merujuk ke singkatan ini, sekaligus karena situs resmi bursa efek Indonesia alamatanya idx.co.id.

Fungsi atau tugas utama dari kehadiran bursa ini adalah sebagai sarana perdagangan efek atau surat berharga antara perusahaan yang menerbitkan efek tersebut dengan masyarakat atau pun lembaga selaku investor.

Oleh Tandelin disebutkan bahwa tujuan kehadirannya adalah untuk:

“Menciptakan pasar secara berkelangsungan atau terus menerus bagi efek atau surat berharga yang telah ditawarkan kepada masyarakat, serta menciptkan harga wajar bagi efek yang diperjualbelikan melalui mekanisme pasar, dan membantu perkembangan dunia usaha melalui modal yang didapat dari penawaran sahamnya di bursa.

Sedangkan oleh Tjiptono Darmadji merincinya dalam beberapa poin, yaitu:

  • Mengupayakan likuiditas efek yaitu terjadinya perputaran dana secara cepat dari efek-efek yang ditransaksikan.
  • Menyediakan sarana transaksi efek
  • Menyebarluaskan informasi bursa perdagangan saham ke-seluruh lapisan masyarakat dan warga asing.
  • Untuk menarik calon investor baru dan mendorong perusahaan go public.
  • Memasyarakatkan perdagangan efek di pasar modal
  • Menciptakan instrumen pendanaan dan investasi yang baru

Selain itu, tugas Bursa Efek sebagai Self Regulatory Organization (SRO), yaitu lembaga yang menjadi pengawas atas proses transaksi efek di bursa agar tercipta pasar yang kondusif dan bersih dari prktek transaksi yang merugikan publik.

Profil BEI

  • Nama Perusahaan : PT Bursa Efek Indonesia
  • Situs : www.idx.co.id
  • Email : callcenter@idx.co.id.
  • Alamat/Gedung : Tower 1, Lantai 6. Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53. Jakarta Selatan 12190, Indonesia. 0800-100-9000.
  • Lokasi‎: ‎Jakarta, Indonesia
  • Tipe‎: ‎Stock exchange

Baca juga: Cara Bermain Saham di BEI

Sejarah Bursa Efek Indonesia

Secara historis, pasar modal di Indonesia telah ada dan berlangsung jauh sebelum Indonesia memperoleh kemerdekaannya.

Banyak literatur menyebutkan bahwa aktifitas pasar modal telah berlangsung sejak jaman penjajahan Belanda, tepatnya pada tahun 1912 di Batavia.

Pasar modal dibentuk oleh pemerintah yang berkuasa saat itu, yakni pemerintah Hindia Belanda yang mana tujuannya untuk kelancaran roda ekonomi pemerintah VOC sendiri.

Meskipun sejak tahun 1912 pasar modal di Indonesia telah beroperasi, perkembangan dan juga pertumbuhannya tidak berjalan sesuai yang diharapkan, bahkan pada di periode-periode tertentu kegiatan pasar modal sempat terhenti.

Banyak faktor yang menjadi penyebab dihentikannya bursa saat itu, seperti akibat terjadinya perang dunia ke I dan II, proses pemindahan kekuasaan dari pemerintah VOC ke pemerintah Indonesia yang baru, dan berbagai keadaan lainnya yang memaksa bursa tidak bisa beroperasi sebagaimana mestinya kala itu.

Dan berkat inisiatif pemerintah Republik Indonesia bursa saham kemudian diaktifkan kembali pada tahun 1977.

Dan seiring dengan dukungan berbagai regulasi yang diciptakan pemerintah, termasuk insentif untuk kemajuan bursa Indonesia, akhirnya pasar modal semakin tumbuh dan berkembang.

Perkembangan Bursa Efek Indonesia dari Tahun ke Tahun

Untuk lebih jelasnya, mari kita runut perjalanan bursa di Indonesia hingga terbentuk BEI sebagai lembaga resminya saat ini.

14 Desember 1912

Tahun inilah awal dimana Bursa Efek pertama di Indonesia didirikan di Batavia oleh Pemerintah yang berkuasa saat itu, yaitu pemerintah Hindia Belanda.

Sebagai tahap awal, perusahaan sekuritas yang menjadi pilang untuk para investor, baru berdiri 13 perusahaan saja, di antaranya Fa. Dunlop & Kolf dan Fa. Gebroeders.

1914 – 1918

Dan akibat dari perang dunia, tepatnya Perang Dunia ke I waktu itu, maka Bursa Efek di Batavia ditutup untuk sementara waktu.

1925 – 1942

Seiring dengan kondusifnya keadaan pemerintahan hindia Belanda, maka antara tahun 1925-1942 Bursa Efek di Jakarta dibuka kembali.sejarah bursa efek indonesia

Dan bersamaan dengan dengan dibukanya bursa di Jakarta, maka Bursa Efek di Semarang dan Surabaya juga mulai dibuka.

Awal 1939

Sama halnya pada kurun waktu antara tahun 1914 – 1918 yang mana waktu itu bursa efek di Batavia ditutup, maka pada tahun 1939 juga terjadi hal yang sama, hanya saja isu politiknya kala ini adalah karena efek dari Perang Dunia II. Dan bursa yang mengalami dampaknya adalah Bursa Efek di Semarang dan Surabaya.

1942 – 1952

Lagi-lagi karena isu perang Dunia. Bursa Efek di Jakarta akhirnya ditutup kembali selama berlangsungnya Perang Dunia II.

1956

Akibat dijalankannya program nasionalisasi perusahaan Belanda, perkembangan Bursa Efek semakin tidak tampak karena sempat tidak aktif lagi.

Jadi setelah ditutup karena efek perang, suara hilir mudik investor makin tidak nampak karena program tersebut.

1956 – 1977

Berbeda dengan sebelumnya, di tahun-tahun ini walau bursa buka, perdagangan di Bursa Efek vakum.

10 Agustus 1977

Bursa mulai hidup kembali setelah diresmikan kembali oleh Presiden Soeharto.

Sebagai perusahaan, BEJ saat itu dijalankan dibawah BAPEPAM (Badan Pelaksana Pasar Modal) – sekarang sudah diganti OJK.

Diresmikannya kembali pasar modal ini juga dibarengi dengan go public / IPO dari PT Semen Cibinong selaku emiten pertama waktu itu. Ini sekaligus menjadi jalan perkembangan Bursa Efek Indonesia yang baru.

1977 – 1987

Transaksi di Bursa Efek tampak seperti tak ada aktifitasnya dan bisa kita katakan tidak nampak perkembangannya. Jumlah emiten yang terdaftar hingga 1987 bahkan baru berjumlah 24.

Karena kurang popolernya bursa efek saat itu dan masih enggannya perusahaan mendaftarkan usahanya maka banyak masyarakat kemudian lebih memilih instrumen perbankan dibanding instrumen Pasar Modal.

1987

Sebagai inisiatif pemerintah menghidupkan pasar modal, maka lahirlah kebijakan PAKDES 87 atau Paket Desember 1987 yang mana memberikan kemudahan bagi para perusahaan untuk melakukan IPO atau Penawaran Umum Perdana dan juga investor asing yang diberi izin berinvestasi di Indonesia.

1988 – 1990

Paket deregulasi dibidang Perbankan dan Pasar Modal akhirnya diluncurkan.

Dan semenjak pintu BEJ terbuka untuk umum, termasuk asing, maka tampaklah aktivitas transaksi di bursa meningkat.

2 Juni 1988

Muncul yang namanya Bursa Paralel Indonesia (BPI) dan mulai beroperasi 2 Juni 1988 tersebut. Badan tersebut dikelola oleh PPUE atau Persatuan Perdagangan Uang dan Efek, sedangkan organisasinya terdiri dari dealer dan broker.

Desember 1988

Bisa dibilang jilid 2 lahirnya PAKDES, tapi kali ini dinamakan dengan PAKDES 88 yang mana isi kebijakannya memberikan kemudahan perusahaan untuk melakukan go public dan kebijakan lain yang pro bagi pertumbuhan pasar modal di Indoneisa.

16 Juni 1989

Di tahun ini sejarah baru perkembangan bursa di Indonesia dimana di tahun inilah Bursa Efek Surabaya (BES) mulai aktif dan dinahkodai oleh perusahaan bernama PT Bursa Efek Surabaya.

13 Juli 1992

BEJ terkena dampak swastanisasi dan kemudian BAPEPAM sendiri berubah peran menjadi Badan Pengawas Pasar Modal. Dan tepat di tanggal ini juga menjadi HUT BEJ.

22 Mei 1995

Di tahun ini perdagangan di bursa efek Jakarta mulai menggunakan sistem canggih yang disebut dengan Sistem Otomasi perdagangan JATS (Jakarta Automated Trading Systems).

10 November 1995

Sebagai inisiatif dan guna menjamin berjalannya aktifitas pasar modal dengan baik di Indonesia maka pemerintah melahirkan Undang –Undang No. 8 Tahun 1995 yani tentang Pasar Modal.

1995

Bursa Paralel Indonesia melakukan merger dengan Bursa Efek Surabaya

2000

Sistem Perdagangan dengan Tanpa Warkat (scripless trading) akhirnya mulai diaplikasikan di pasar modal Indonesia.

2002

Seiring dengan perkembangan zaman dan tingginya mobilisasi warga Indonesia, maupun asing, BEJ mulai menerapkan sistem perdagangan jarak jauh (remote trading). Jadi, dengan sistem ini tidak perlu lagi langsung ke broker untuk membeli atau menjual saham.

2007

Tahun inilah awal berdirinya BEI, yakni dengan digabungkannya Bursa Efek Surabaya (BES) dengan Bursa Efek Jakarta (BEJ) maka di Indonesia hanya dikenal satu perusahaan bursa, yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI).

02 Maret 2009

PT. Bursa Efek Indonesia meluncurkan sistem trading baru bernama: JATS-NextG.

2011

Jumlah perusahaan yang melakukan IPO di tahun 2011 adalah yang terbanyak sepanjang 10 tahun terakhir, yakni sebanyak 25 emiten. Ini sebagai contoh mulainya BEI berkembang.

Adapun dalam hal kapitalisasi pasar, per 30 Desember 2011 kapitalisasi pasar BEI telah mencapai Rp3.537 triliun.

6 Januari 2014

Perubahan satuan lot yang baru mulai diberlakukan, dari sebelumnya 500 lembar saham per lot menjadi 100 lembar saja dalam tiap 1 lotnya.

3 Januari 2017

Sistem auto rejection atau penolakan otomatis oleh JATS mengalami perubahan, yakni harga saham antara Rp 50-Rp 200 maka maksimal naik dan turunnya adalah 35 persen saja dalam sehari.

Adapun harga saham antara Rp Rp 200-Rp 5.000 maka batas naik-turunnya 25 persen dalam sehari. Dan terakhir untuk yang di atas Rp 5.000 maka bisa naik dan turun 20 persen.

19 Februari 2018

IHSG mencatat sejarah baru poin tertingginya yang berada di level 6.689,29 yang merupakan poin tertinggi yang dicapai selama bursa saham di Indonesia didirikan.

Itulah sejarah perkembangan bursa efek Indonesia dari tahun ke tahun hingga sekarang. Semoga bisa menjadi rujukan untuk pembaca Analis.

Untuk informasi terkini selain sejarah bursa efek Indonesia, termasuk laporan keuangan, profil perusahaan tercatat, silahkan search langsung di blog ini. Selamat berkarir sebagai trader saham syariah! Hari ini kosultasi mulai dibuka lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.