6 Prinsip Poduk Berkualitas dari Manajemen Perusahaan yang Baik

Artikel soal 6 Prinsip Poduk dari Manajemen Perusahaan yang Baik ini merupakan lanjutan dari artikel Analis sebelumnya yang membahas cara menilai perusahaan yang sehat dari sisi kinerja keuangannya.

Berbeda dengan sebelumnya, kalau di artikel pertama lebih fokus pada laporan keuangan dari perusahaan, kali ini lebih kepada layanan konsumen dan output produk yang dihasilkan oleh manajemen perusahaan.

Banyak sisi penilaian yang bisa digunakan untuk menilai baik tidaknya suatu perusahaan menjalankan bisnisnya, tapi 2 hal ini (kinerja keuangan dan produk) adalah yang paling dominan dan paling mudah menilai future value dari perusahaan.

Memang produk tidak bisa secara langsung menggambarkan kinerja perusahaan karena belum tertuang dalam pembukuan hasilanya, tapi yang namanya kinerja perusahaan semua dimulai dari apa dan bagaimana ia menjual produknya. Semakin berstandar produknya maka tentunya akan semakin baik pula kinerjanya.

6 Prinsip Poduk dari Manajemen Perusahaan yang Baik

Smua poin yang penulis sebut di bawah adalah pengajaran dari Georgi Tsvetanov, pakar yang fokus di bidang training dan coaching dalam bidang finansial. Tapi khusus untuk penjelasan dan contoh-contohnya murni dari ilmu pengalaman penulis sendiri.

Dan artikel ini saya tujukan untuk yang mau menerapkan Yuk nabung saham dan cara bermain saham online. Tepatnya, untuk menilai produk berkualitas seperti apa sehingga sahamnya bisa dipilih sebagai tempat berinvestasi.

1. Inovasi

Sudah kita ketahui bersama bahwa inovasi adalah syarat utama bagi perusahaan untuk bisa tetap tumbuh dan bersaing dengan perusahaan lain dalam sektornya yang serupa. Tanpa ini, maka mau sebaik apa pun manajemennya tetap saja akan sulit berkembang.

Berusaha mengembangkan teknologi yang lebih canggih dari pesaing lainnya adalah salah satu contoh dari inovasi.

Contoh kecilnya, misal pada layanan internet banking pada bank Mandiri Syariah. Dulu saya sering pakai layanan internet banking dari BCA, tapi sayang, karena harus pakai alat token segala dan itu pun sering error, akhirnya karena muncul inovasi lebih simpel yang ditawarkan Bank Mandiri dimana tokennya tidak lagi menggunakan alat khusus tapi cukup dengan handphone, maka mau tidak mau saya pun kini beralih menggunakan layanan e-banking dari bank Mandiri.

Selain untuk persaingan, inovasi tiada henti juga menjadi cara perusahaan untuk terus bertahan dan menjadi leader di bidangnya. Sebut saja Indofood, saat mengetahui ada produk baru dari MYOR, yaitu mi instan ‘Bakmi Mewah’, ia langsung melakukan inovasi dengan memunculkan produk tandingan baru yang kurang lebih serupa, namanya ‘Real Meal”. Dan masih banyak lagi contoh inovasi serupa dari berbagai jenis produk.

Baca juga: Modal Rp5.000 sudah bisa beli saham

2. Kualitas produk

Jika inovasi lebih cenderung pada penerapan ide cemerlang dari tim kerja perusahaan, nah pada kualitas produk kepuasan pelanggan atas produk yang mereka beli.

Dengan produk yang lebih berkualitas dan biaya perbaikan serta komplain yang lebih sedikit, maka orang-orang akan puas dengan produk tersebut. Biasanya produk seperti ini mudah memancing pelanggan merekomendasikan produk dari mulut ke mulut tanpa diminta. Kalau sekarang, istilah kerennya adalah ‘viral’.

ciri produk berkualitasUmumnya, produk dengan kualitas tinggi lebih banyak menghasilkan keuntungan karena dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi. Kata orang “ada harga, ada kualitas!” Maksudnya, tidak masalah harganya mahal kalau memang produknya bisa ‘diadu’.

Bahkan, ada produk tertentu yang orang lebih senang membelinya kalau dijual lebih mahal ketimbang dijual murah.

Sebagaimana dituturkan oleh CEO dari Aqua. Pada saat awal beroperasi, di tahun-tahun awal menjalankan bisnisnya, usaha air Aqua gallon yang ia jalankan selalu mengalami kerugian. Akhirnya, mucullah ide untuk menjualnya dengan harga yang lebih tinggi dari biasanya. Dan tanpa disadari, masyarakat langsung merespon dan ramai-ramai menganti air munumnya dari air yang dimasak dengan air Galon yang bisa langsung diminum.

Sekalipun di atas bukan contoh persis dari kualitas produk, paling tidak bisa jadi pelajaran bahwa penentuan harga juga bisa menjadi penentu penilaian dari masyarakat bahwa produk yang kita jual berkualitas dan layak beli.

Baca juga: Pengalaman Dapat Dividen Saham

3. Servis atau layanan

Layanan bisa mencakup pada layanan di saat proses transaksi atau pun pada layanan aftersale-nya setelah konsumen membeli produk kita. Sering kali konsumen lebih senang belanja kalau CSnya ramah dan murah senyum, padahal itu belum bisa menjamin kalau kita puas dengan produknya.

Dan mengenai layanan aftarsale atau purna jual sebuah produk, biasanya banyak dijadikan calon konsumen sebagai syarat memilih produk, terutama pada produk elektronik yang sering mengalami kerusakan.

Oleh karena itu, perusahaan yang mampu menyediakan layanan servis di berbagai kota dan cabangnya bisa dikatakan sebagai perusahaan yang memiliki manajemen yang baik dan mudah membukukan keuntungan yang cukup setiap periodenya. Tentunya dengan faktor lain yang sifatnya fundamental.

4. Unik

Unik berarti berbeda dari yang lainnya. Produk yang dibuat berbeda dari produk lain dan memiliki nilai tambah dibanding produk lain seringkali mudah menarik perhatian calon konsumen walau tanpa promosi yang masif sekalipun.

Intinya, bisa menghadirkan produk yang ‘berbeda dan menarik’ sudah bisa masuk dalam kategori ini.

Misalnya saja, lazimnya kalau mau buat website, sekalipun dengan CMS yang sudah siap pakai seperti WordPress, harus dengan klak-klik atau Drag n Drop baru bisa jadi. Nah sekarang, malah muncul aplikasi pembuat web dengan hanya menggunakan suara saja. Jadi cukup ngomong apa yang diinginkan maka aplikasinya akan langsung berkerja.

Nah itulah salah satu contoh produk unik yang penulis maksud yang mewakili ciri dari output manajeman perusahaan yang bagus. Semakin unik suatu produk maka akan semakin digemari banyak pelanggan. Apalagi kalau ditambah dengan kualitas dan harga yang lebih murah.

5. Kostumisasi

Maksud kostumisasi adalah dengan memberikan kemudahan pada pelanggan terhadap produk yang mereka gunakan. Konsep ini berusaha memahami sebaik mungkin apa yang diinginkan oleh mereka dan menyediakan sesuai yang mereka harapkan.

Seringkali bahasa iklannya dibuat seperti ini:

“Tentukan apa yang Anda mau!”

Contoh sederhananya yang sering penulis temukan saat ini adalah pada para penyedia Theme WordPress.

Kalau dulu, orang yang tidak tau coding atau bahasa pemrograman dan mau membuat web costum yang desainnya sesuai keinginan, maka harus memesan ke jasa web yang sudah handal, tentunya dengan biaya yang lebih mahal. Setahu saya, biayanya bisa sampai 20 juta untuk 1 web saja.

Tapi sekarang, sudah bermunculan aplikasi bernama ‘page builder’ yang mana kita bisa membuat web wordpress semau kita dengan modal Drag n’ Drop saja. Bahkan, bentuk, warana, dan widget yang ditampilkan bisa diatur sesuka kita.

Atau contoh sederhananya untuk perusahaan sekuritas misalnya, sekarang sudah ada layanan auto order yang mana para nasabah bisa dengan mudah menentukan waktu jual maupun beli dari saham tertentu tanpa harus duduk berjam-jam di depan komputer.

Nah, itulah yang dimaksud dengan layanan kostumisasi dimana dengan layanan tersebut bisa menjawab keinginan pelanggan yang dulunya belum bisa disediakan oleh perusahaan lain. Bila ini bisa dilakukan maka akan sangat mudah menarik banyak pembeli.

6. Cepat & Murah

Contoh sederhananya dari pertarungan marketplace di Indonesia, dalam hal ini strategi marketing yang dilakukan oleh Shopee. Dengan slogan ‘free ongkir’ yang setiap hari dipromosikan di berbagai media, kini Shoppe sudah menjadi 5 besar marketplace dengan pengguna terbanyak di Indonesia.

Terkadang, kualitas bisa biasa-biasa saja, tapi kalau harga yang ditawarkan lebih bersaing maka bisa saja penjualannya mengalahkan produk bermerek yang lebih berkualitas.

Seperti halnya antara mobil Eropa dan mobil Jepang. Walau kendaraan pabirkan asal Jepang bisa dibilang pemain baru di awal-awal Indonesia berkembang, tapi tidak butuh waktu lama produknya bisa langsung laris di pasaran dan menyingkirkan banyak merek asal Eropa yang sudah lebih dulu terkenal.

Bahkan sampai pada hari ini, kalau orang Indonesia ingin menyebut kata ‘motor’ dengan maksud ‘kendaraan’ maka mereka jauh lebih senang kalau menyebut ‘honda’, padahal Honda adalah nama merek.

Selain kinerja laporan keuangan, 6 prinsip produk dari manajemen perusahaan yang baik di atas bisa dijadikan juga sebagai pertimbangan dalam menilai kemampuan bersaing perusahaan. Jika keenam prinsip tersebut bisa digabungkan dan dimiliki pada output produknya maka akan semakin baik pula kinerjanya dari masa ke masa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *