Rumus Book Value per Share – Nilai Buku Saham (Ekuitas) Dalam Laporan Keuangan

Cara mengetahui kalau harga saham murah atau mahal adalah salah satunya dengan menggunakan rasio PBV atau Price to Book Value. Sedangkan untuk mencari PBV kita harus tau dulu apa rumus book value per share / BV tersebut. Dalam bahasa Indonesia disebut juga dengan nilai buku ekuitas saham, dalam laporan keuangan.

Dikatakan sebagai nilai buku karena nilai dari book value ini menunjukkan nilai atau harga sebenarnya dari saham perusahaan, jika diukur dari total equity-nya.

Bukan hanya PBV saja, untuk mengukur valuasi saham bisa juga dengan PER atau Price Earning Ratio yang sering juga dilambangkan dengan P/E.

Bedanya, kalau PER membandingkan antara harga saham dengan EPS (Earning per Share) atau laba per sahamnya, sedang PBV membandingkan antara harga dengan nilai buku emiten.

Para analis berbeda pendapat soal mana yang lebih tepat digunakan untuk mengukur harga saham di pasaran. Tapi, bagi value investor, umumnya memilih menggunakan PBV karena lebih mencerminkan nilai dari perusahaan tersebut.

Alasannya tentu karena rumus PBV merupakan bagian dari BV atau book value yang mana dasar perhitungannya adalah dari Ekuitas perusahaan dimana hal tersebut lebih mewakili nilai dari persero.

Ada juga yang bilang, kalau PBV cocok untuk menilai sham second liner atau lapis kedua, sedangkan PER cocoknya untuk saham bluechip atau LQ45 saja.

Karena, perubahan laba dari perusahaan besar sering kali bisa menjadi pemicu naik turunnya sahamnya, sehingga dengan menilai dari PER tersebut akan memungkinkan seorang investor terhindar dari kerugian atau pun memperoleh keuntungan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Rumus Book Value per Share

Perlu saya tegaskan kembali bahwa maksud dari nilai buku adalah nilai atau harga sesungguhnya dari saham perusahaan.

Sehingga, tujuan adanya rasio PBV adalah untuk mengukur semahal atau semurah apakah harga saham tertentu di bursa saat ini.

Berikut adalah furmula atau cara menghitung nilai buku ekuitas perusahaan:

Book Value = Total Ekuitas / Jumlah Saham yang Beredar

Kedua data di atas dapat diperoleh dengan membaca laporan keuangan dari perusahaan yang akan diketahui nilai bukunya.

Adapun cara memperoleh laporan keuangan tersebut, maka harus didownload langsung dari situs resmi BEI, yaitu idx.co.id. Untuk lebih lengkapnya silahkan baca panduannya di sini: Cara Download Laporan Keuangan Perusahaan

Dan mengenai letak Ekuitas ada di halaman kedua. Begitu pula untuk jumlah saham yang beredar ditampilkan juga di dalam bagian ekuitas tersebut.rumus book value per sahare

Jadi, BV ini digunakan untuk mencari PBV, sedangkan EPS / laba per saham digunakan untuk mencari rasio PER.

Yang berbeda dari keduanya adalah kalau BV atau nilai buku tidak perlu disetahunkan jika ingin mencari rasio PBV karena ekuitas yang dijadikan dasar perhitungannya di laporan keuangan sudah ditampilkan dalam bentuk total ekuitasnya.

Lain halnya kalau EPS untuk mencari PER, karena kalau Laporan Keuangan kuartal I yang kita gunakan, perlu disetahunkan dulu EPSnya, yakni dengan mengalikan 4 nilai EPS tersebut. Dasarnya dikali 4 karena dalam setahun emiten merilis 4 kali laporan kuangannya.

Contoh Nilai Buku per Lembar Saham

Sehubungan dengan ini saya mau mengambil contoh laporan keuangan dari PTBA. Jika ada yang belum mendownloadnya silahkan ke laman ini: LK Tahunan PTBA 2017.

Perhatikan gambar laporan keuangan PTBA di bawah ini:

rumus nilai buku per lembar saham dari ekuitasnya

Diketahui:

Berdasarkan Laporan Keuangan terbaru PTBA yang dirilis pada tanggal 30 Maret 2018, untuk kinerja setahun penuhnya di 2017, maka diketahui bahwa Ekuitas PTBA adalah Rp13,6 triliun (yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk)

Adapun jumlah saham beredar, sekalipun di atas disebut 11,5 milyar lebih, tapi karena ada kurang lebih 980 juta lembar lebih sebagai saham treasury, maka totalnya yang kita ambil hanya 10.540.375.745 lembar saham saja.

Hasilnya:

= Ekuitas / Jumlah Saham Beredar

= 13,6 triliun / 10,54 milyar

= Rp1.291

Jadi inilah harga real atau sebenarnya dari saham PTBA, sehingga jika di pasar anda mendapati harganya lebih mahal maka bisa anda hitung dengan rumus PBV selanjutnya, yakni dengan membagi harga saham tersebut dengan hasil nilai buku di atas.

Hasil di atas hanya contoh untuk laporan keuangan tahun 2017 PTBA, jika PTBA sendiri telah merilis LKnya yang terbaru, dalam hal ini kuartal I 2018 maka tentunya hasil perhitungan rasio nilai bukunya nya juga sudah berubah. Ya, karena nilai ekuitasnya juga sudah ada perubahan.

Adapun untuk jumlah saham beredar biasanya jumlahnya akan bertahan lama, kecuali jika emiten talah melakukan Right Issues maka bisa saja angkanya akan berubah juga.

Akhirnya pembahasan kita soal rumus book value per share atau rumus nilai buku ekuitas per lembar saham telah selesai. Selengkapnya, anda harus belajar rumus PBV untuk mengetahui lebih lanjut perbandingannya dengan harga saham di bursa efek Indonesia.

19 thoughts on “Rumus Book Value per Share – Nilai Buku Saham (Ekuitas) Dalam Laporan Keuangan

  1. Untuk rumus PBV nya yang nilai ekuitas pake datanya bukan yg “Total Ekuitas” kenapa yg ekuitas oleh pemilik entitas induk? Gak ngerti gan apa hanya untuk rasio PBV pke nilai ekuitas pemilik entitas bukan yg “TOTAL EKUITAS”, mohon penjelasannya

    1. oleh pemilik entitas induk karena yang itu ekuitas untuk pemilik saham, kalau totalnya berarti kita menghitung semua modal dari perusahaan padahal tidak semua dihitung sebagai milik pemilik saham, ada juga modal pemilik dan pihak lain.

  2. Itu kan mas rumus pbv nya harga saham penutupan per nilai buku harga saham..
    Itu cara mencari harga saham penutupan itu dari mana di laporan keuangan? Dan nilai buku harga saham itu dari mana di laporan keuangan?
    Cobak tolong jelaskan mas mengenai rumus itu saya mau mencari hasil pbv nya.

    1. harga saham tidak ada di dalam laporan keuangan mas bro… nilai buku juga harus dihitung sendiri… kunjungi saja tautan soal PBV untuk menghitung valuasi saham yang lagi dianalisa.

  3. Kalau saya mau lihat harga pasar per saham di tahun 2014, apa benar saya bisa lihat di ikhtisar saham di laporan keuangan tahun tersebut?

  4. Terima kasih pak atas penjelasannya yang sangat detail.
    Saya buka laporan company report PTBA via IDX, ada informasi langsung untuk BV. Nah ketika saya lihat BV DEC 2017 Rp 5.989,23, sedang analisis bapak BV DEC 2017 Rp 1.291.

    Mohon penjelasannya, knapa bisa berbeda.

    1. Diperhatikan lagi cara menghitungnya pak, yang dihitung saham yang ditempatkan dan disetor penuh dan untuk ekuitasnya diambil dari totalnya…. mungkin salah download laporan keuangan, dicek lagi! karena setahu saya BV segitu untuk tahun 2016. Dan kalau pun hasil hitungan saya beda, paling bedanya sedikit dan itupun karena dari LK penyesuaiannya.

  5. ada konak yang bisa dihubungikah mas? banyak yang ingin saya tanyakan kebutulan saya sedang menyusun skripsi dan variabel Y nya adalah tentang PBV

  6. Hasil book value pershare nya 0,29 itu boleh tidak, karna ada beberapa perusahaan transportasi yang saya hitung hasilnya tidak diatas angka 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *