Cara Menghitung Saham Salah Harga – Lo Kheng Hong (Tips Mencari dan Daftarnya)

Artikel ini sebenarnya menjawab pertanyaan banya investor pemula soal pernyataan saham salah harga lo kheng hong. Intinya, Cara Menghitung Saham Salah Harga dan daftarnya merujuk pada valuasi dari saham itu sendiri.

Rasio yang digunakan sudah pasti rasio valuasi atau harga wajar dari saham.

Bisa dibilang, pembahasan ini adalah artikel yang paling awal dipublish di blog Analis.co.id. Hanya saja, mungkin bahasanya yang berbeda.

Maksud salah harga sebenarnya adalah harga saham yang dijual lebih murah di book value atau nilai bukunya, maupun dari earning per share (EPS) yang sebenarnya.

Biar lebih jelas soal istilah yang saya blok di atas, silahkan baca di artikel sebelumnya:

  1. Rumus Book Value
  2. Cara Menghitung EPS

Tapi tunggu dulu, dua rasio sederhana di atas baru perhitungan awalnya, masih ada perhitungan selanjutnya untuk mengetahui mahal atau murah saham yang akan dibeli. Ya, tentunya kembali ke harga pasar terbaru dari saham tersebut.

Lalu apa sih menariknya kalau kita bisa mencari dan menemukan saham seperti ini?

Ya, bagi Lo Kheng Hong ini adalah peluang investasi yang menggiurkan. Di saat banyak trader menjauhi saham seperti ini, si LKH malah memborong sahamnya dan berani mengambil resiko dengan jumlah investasi yang cukup besar.

Ya memang salah satu ciri saham undervalued ini adalah banyak dijauhi oleh trader. Alasannya, biasanya saham semacam ini pernah jatuh sebelumnya karena isu atau pun masalah tertentu.

Bagi saya pribadi, jika jatuhnya harganya karena alasan rumor saja maka akan saya analisa dalam-dalam sahamnya baru saya putuskan layak atau tidak. Tapi bila karena alasan fundamentalnya yang kurang baik atau malah bermasalah, maka saya juga akan ikut menghindari sahamnya.

Soal fundamental di sini juga punya beberapa pertimbangan. Kalau karena perusahaan sedang rugi besar, tidak bisa membayar utang ke kreditur, lahan bisnisnya direbut pesaing, bisnisnya terdampak dari keputusan pemerintah dan sebagainya, maka saya juga tidak suka saham seperti ini.cara mengetahui saham salah harga

Akan tetapi, kalau misalnya masalah fundamentalnya hanya karena kinerjanya yang lagi turun, mungkin karena daya beli masyarakat yang menurun atau karena siklus bisnisnya sedang belum timingnya, maka bisa saja saham ini kita hold. Tapi tentunya dengan analisis yang mendalam dalam semua aspek.

Di samping itu, buat yang investasinya murni long term atau investasi jangka panjang, maka kadang mereka tak butuh timing yang pas sama sekali.

Buat yang jangka waktu investasinya tidak terlalu lama alias middle term aja. Ya mungkin karena orangnya tidak sabaran seperti Lo Kheng Hong, maka timing beli saham itu penting diperhatikan.

Timing yang saya maksud sebenarnya dari sisi analisis teknikalnya. Objek analisisnya tentu pada arah pergerakan dari harga sahamnya, seperti analisis candle stick, moving average, downtren & uptrend dan lainnya.

Cara Menghitung Saham Salah Harga – Lo Kheng Hong

Pertanyaan soal cara mencari saham salah harga dan daftarnya akan dibahas juga di sini. Tapi sebelum itu kita bahas dulu cara menghitungnya bagaimana.

Saya sudah menyebutkan di atas bahwa maksud dari…

“Saham salah harga adalah saham yang dihargai atau dijual di bursa, yang lebih rendah dari nilai bukunya atau pendapatan per sahamnya (EPS).” – Zulbiadi Latief

Soal rumus keduanya sudah saya sebutkan linknya di atas. Silahkan dipelajari dulu.

Nah, lalu sebenarnya bagaimana cara menghitungnya?

Jawabannya sederhana sekali, cukup hitung berapa rasio PBV (Price-to-Book Value) dan PER (Price-to-Earnings Ratio) nya.

Sehubungan dengan rumus dan cara menghitung kedua rasio di atas sudah dijelaskan dalam artikelnya masing-masing. Kunjungi tautannya dan baca sampai tuntas langkah-langkahnya.

Dan biar lebih jelas dan mudah menangkapnya, maka sedikit saya jelaskan di sini.

  1. PBV

Ini adalah rasio keuangan yang paling lazim digunakan dalam menilai rasio valuasi atau harga pasar dari sebuah saham.

Dari sekian banyak cara biar bisa mengetahui harga saham murah atau mahal, oleh Warren Buffett sendiri hanya menggunakan PBV dan PER ini. Bahkan penulis sendiri demikian.

Untuk menghitung PBV diperlukan beberapa langkah. Pertama, ketahui dulu berapa nilai ekuitas dari laporan keuangannya, begitu pula dengan jumlah saham terbaru yang beredar di bursa.

Setelah itu, Kedua, tinggal bagi jumlah ekuitas dengan jumlah sahamnya, maka hasilnya itulah yang disebut dengan book value atau nilai buku.

Berikutnya, mari cari PBVnya!

Setelah tau nilai bukunya, anggaplah saham ABCD nilainya Rp2.000 per lembar. Kemudian cek berapa harga saham terbarunya di pasar, contoh Rp2.500 per lembar. Terakhir tinggal bagi harga saham Rp2.500 tersebut dengan nilai bukunya Rp2.000 tadi. Nah hasilnya itulah yang kita sebut dengan PBV.

Cara membacanya sederhana. Kalau hasilnya ternyata lebih dari 1 kali maka kita katakan mahal. Contoh di atas, kalau kita hitung, Rp2.500 / Rp2.000 = 1,25 kali. Ini artinya lebih tinggi dari nilai bukunya.

Anggaplah misalnya harga sahamnya di bursa juga Rp2.000 atau sama dengan nilai bukunya. Maka ini bisa kita katakan kalau harga pasarnya dengan harga BVnya sama. Jadi, tidak murah, tidak mahal juga.

Nah, kapan dikatakan salah harga menurut Lo Kheng Hong? Ini dia pertanyaan intinya.

Jadi, kalau misalnya nilai bukunya Rp2.000 sedangkan harga sahamnya di pasar anggaplah hanya Rp1.000 saja per lembarnya, maka ini bisa kita katakan salah harga. Karena, ini artinya PBVnya hanya 0,5 kali saja, yang mana artinya harga pasar dari saham tersebut hanya separuh dari nilai bukunya.

Akan lebih menarik lagi dikoleksi sahamnya, bila saat sahamnya sedang salah harga sedang trend sektornya lagi sedang hot. Ditambah, jika IHSG sedang uptrend dan banyak sentimen positif yang menyokong saham tersebut, maka pada saat itulah sahamnya bisa memiliki prospek yang sangat cerah.

Mau tau kriteria lainnya, lihat di Daftar Saham Salah Harga

Atau tonton video ini:

Namun, biar bagaimana pun, dengan satu artikel ini saja belum bisa menyeluruh pembahasannya. Pastikan miliki Kalkulator Saham Excel atau video tutorial yang sebental lagi jadi.

Kenapa harus begitu?

Ya, karena didalam kalkulator tersebut, anda tidak hanya bisa menghitung valuasi harga, tapi juga profitabilitas, solvabilitas, likuiditas dan lainnya. Pokoknya lengkap deh!

Di samping itu, masih ada sinyal beli lainnya yang perlu anda ketahui jika memang betul-betul mau belajar bagaimana Cara Menghitung Saham Salah Harga Lo Kheng Hong ini. Ya, tentunya tanpa harus susah cari daftar saham salah harga 2019, 2020 dan seterusnya. Kan lebih baik mencari sendiri.

Caranya bagaimana? Ya, miliki VIDEO TUTORIAL INVESTASI SAHAM yang sebentar lagi jadi.

2 thoughts on “Cara Menghitung Saham Salah Harga – Lo Kheng Hong (Tips Mencari dan Daftarnya)

  1. Malam gan, maaf masih belum mengerti salah harga, jadi masih harus belajar lagi. Setelah dicari di RTI, data PBV tidak ada yang ada EPS dan PER saja, dapatkah diterangkan dimana arti salah harga ?

    1. Sebenarnya makna salah harga bisa juga dari analisis historical value nya, tapi agak panjang dijelaskan di sini. Tunggu saja video tutorial step by step analisis fundamental yang sebentar lagi jadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *