Kriteria & Defenisi Saham Second Liner + Pengalaman Cuannya

Salah satu strategi trading saham adalah dengan fokus pada satu jenis saham saja, diantaranya adalah pada saham second liner. Pada kesempatan ini kita akan membahas pengertian saham second liner (lapis kedua) maupun third liner / lapis 3.

Dan tak ketinggalan contoh dan daftar rekomendasi emiten yang fundamentalnya bagus dan layak invest akan disinggung juga di artikel ini.

Mungkin selama ini cari daftar saham second liner hanya di kontan co id kan? Nah, sekarang blog Analis.co.id yang dikelola dari analis saham syariah langsung juga menyediakan daftaranya.

Hal paling mendasar yang wajib diketahui dari karakter saham lapis kedua atau pun ketiga adalah dimana umumnya likuiditasnya kurang baik. Itu sebabnya banyak trader saham beraliran growth investor cenderung malas membelinya jika belum ramai ditransaksikan.

Tapi salah satu keunggulan dari saham second liner adalah potensi capital gain yang bisa didapat cenderung lebih tinggi. Hal ini dikarenakan votalitas harga saham yang kurang likuid cenderung lebih tinggi juga, dimana jika lagi uptrend atau pun downtrend, selisih dari harga pembuka dengan penutupannya sangat jauh.

Bahkan jika sentiment positif yang melekat di saham lapis 2 ini cukup kuat, sering kali terjadi ARA atau auto reject karena sudah mencapai batas maksimal persentase kenaikkan atau penurunannya.

Belum lagi kalau saham tersebut tergolong saham fundamental bagus berdasarkan laporan keuangan terbarunya, tentu akan semakin diminati trader.

Pengertian saham second liner

Secara bahasa second liner berasal dari bahasa Inggris. Second artinya ‘kedua’, sedangkan liner diambil dari kata ‘line’ yang berarti ‘baris’.

Sehingga jika diartikan secara istilah maka saham second liner adalah saham yang tidak termasuk dalam daftar saham unggulan yang kapitalisasi pasar maupun likuiditasnya lebih kecil dari saham lapis pertama.

Mengenai dasar dalam membedakan unggulan dengan tidak, maka baca lebih lanjut perbedaan kapitalisasi dari ketiganya di bawah.

Dan khusus untuk berbagai saham yang likuiditasnya tinggi atau ramai ditransaksikan di pasar maka baca soal defenisi dan daftar dari LQ45.

Perbedaan antara Saham First, Second, dan Third Liner

Kalau semua kita terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maka masing-masing artinya saham lapis pertama, kedua dan ketiga.

Dari sisi kapitalisasi pasar (baca: Maker Cap):

  1. First Liner (Lapis pertama): > Rp10 triliun (lebih besar dari sepuluh triliun.) Sesuai untuk kategori saham blue chip.
  2. Second Liner (Lapis kedua): Rp500 milyar – Rp10 triliun (antara lima ratus milyar hingga sepuluh triliun)
  3. Third Liner (Lapis ketiga) : < Rp500 milyar (lebih kecil atau dibawah lima ratus milyar)

Seiring dengan berjalannya waktu dan harga-harga saham di BEI semakin mahal maka bisa jadi standar nilai market capitalization tersebut akan berubah, menjadi lebih tinggi.

Adapun cara menghitung kapitalisasi pasar dari tiap saham adalah cukup dengan menggunakan rumus ini:

Market Capitalization = Harga Saham Terbaru x Jumlah Saham Beredar

Untuk tau cara mencari harga dan jumlah lembar saham yang diperdagangkan di bursa maka kunjungi tautan di rumus tersebut.

Selain dari sisi kapitalisasinya, antara saham second liner dengan blue chip juga memiliki perbedaan dalam hal fundamental dan resikonya.

Umumnya, saham blue chip memiliki fundamental bagus karena memang dasar penentuannya adalah dari perusahaan yang memiliki tingkat return laba yang stabil.

Sedangkan untuk saham lapis kedua cenderung banyak – tapi tidak semua – fundamentalnya buruk.

Itu pula sebabnya banyak perusahaan sekuritas jauh lebih memilih tidak merekomendasikan, bahkan membatasi membeli saham kategori tersebut pada nasabahnya yang membeli saham dengan sistem margin (ini saham haram lho..!).pengertian saham second liner

Alasannya jelas sekali, karena bermain di saham tersebut memang resikonya lebih tinggi dan bisa mengakibatkan kerugian yang besar dalam waktu singkat. Tapi, ya itu kembali lagi ke manajeman resiko investasi yang diterapkan setiap investor, sebagaimana telah dipublikasikan sebelumnya di blog ini.

Di samping itu, asalkan kamu ingin belajar dengan baik soal 2 cara menilai harga saham mahal atau murah, maka paling tidak kamu sudah mengurangi resiko bermain di saham second liner ini.

Dan bicara soal pengalaman selama bermain saham di bursa, memang betul kalau second liner itu lebih banyak menghasilkan keuntungan dari capital gain. Karena, begitu mendapat sentimen positif maka sahamnya juga akan langsung terbang.

Contoh Saham Lapis Kedua

Contoh sederhana, saham DEWA dari PT Derma Henwa, salah satu saham grup Bakri. Waktu itu, penulis membelinya di harga Rp53 per lembar.

Dan karena saya tau waktu itu harga batubara mulai naik lagi dan saham bakri mulai dilirik banyak investor, maka sebelum BRTnya (saham maksudnya) jalan, saya tidak pikir panjang dan langsung memborong saham DEWA tersebut.

Dan betul sekali, kurang dari 1 bulan harganya langsung loncat menjadi Rp107 per lembar, tapi waktu itu saya menjualnya di harga Rp103, jadi persis 50 poin cuan saya, dan kalau dipersentasekan nilainya sama dengan 94,3%.

Luar biasa karena jumlah tersebut didapat hanya dalam waktu sebulan saja. Coba bandingkan dengan deposito, mungkin 10 tahun baru bisa dapat segitu kan?

Rekomendasi Daftar Saham Second Liner Fundamental Bagus

Silahkan lihat Disini.

Akhirnya, kita sudahi sampai di sini dulu artikel soal pengertian saham second liner ini dan ulasan lainnya soal daftar saham second liner fundamental bagus terbaik rekomendasi untuk tahun 2018 ini. Semoga mencerahkan dan investasi berkah dengan saham syariah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *