Stock Split Saham: Pengertian, Contoh Soal & Tujuan Pemecahan Saham

Sebagai perusahaan tebuka maka tidak cukup dengan menunggu sahamnya naik saja, tapi harus tau juga soal strategi pemecahan saham. Nah, artikel ini akan membahas soal pengertian stock split saham, contoh soal dan jawaban pemecahan saham, tujuan/keuntungan, serta maksud dari stock reverse.

Seperti yang saya sebutkan di atas bahwa aksi korporasi ini merupakan bagian dari strategi bagi perusahaan Go-Publik yang ingin meningkatkan pergerakan atau pun nilai sahamnya. Tapi tentunya ada ketentuannya, seperti jika harga sahamnya sudah terlalu tinggi.

Umumnya, saham yang telah dipecah dengan rasio perbandingan tertentu, misalnya 5 : 1 (lima banding satu), akan cenderung lebih ramai ditransaksikan dan harganya mudah bergerak naik. Mengenai ini baca di soal tujuan stock split di bawah.

Intinya, bagi trader pemula atau pun yang sudah ahli banget, harus tau betul efek dari kebijakan seperti ini karena akan mempengaruhi juga tingkat return saham yang diperoleh nantinya, diluar dari dividen dan capital gain yang didapat secara normal.

Pengertian Stock Split Saham

“Stock split adalah  sebuah aksi korporasi yang dilakukan oleh emiten atau perusahaan terbuka untuk memecah nilai nominal saham menjadi lebih kecil dari sebelumnya dengan rasio tertentu yang berdampak pada jumlah lembar saham beredar yang lebih banyak.”

Namun perlu diketahui bahwa pemecahan atau split ini tidak mempengaruhi modal saham yang dipegang oleh investor atau pemegang saham.

Demikian juga pada valuasi saham tersebut, sekalipun tampak nilai rupiahnya lebih rendah, tidak berarti sahamnya menjadi lebih murah dari sebelumnya.

Hanya saja, yang sering kali terjadi, saham yang baru mengalami stock split biasanya mudah naik. Hal ini dikarenakan harganya yang lebih terjangkau oleh trader ritel kebanyakan atau pun karena banyak yang mengira bahwa harganya menjadi lebih murah.

Mengenai defenisi reverse stock split atau stock merge sendiri adalah proses di mana saham perusahaan secara efektif digabungkan untuk membentuk sejumlah kecil saham proporsional.

Maksudnya, jumlah saham yang lebih banyak digabungkan sehingga jumlah saham yang beredar menjadi lebih sedikit dan tentunya harganya juga lebih tinggi.

Contoh saja, saham BNBR milik Grup Bakri. Karena harganya di level Rp50 per lembar tidak likuid dan tidak menarik banyak investor, sehingga oleh pemilik dibuat kebijakan reverse untuk sahamnya dengan rasio 10 : 1.

Namun, karena dasar kinerja perusahaanya buruk, maka setelah melakukan reverse di harga Rp.500 per lembar, sahamnya malah anjlok hingga 79%, yakni di harga Rp104 per lembar. Itu artinya, emiten telah melakukan kebijakan yang keliru.

Tujuan Perusahaan Melakukan Pemecahan Saham

Sebagaimana disebut di atas bahwa ini adalah aksi korporasi yang sering dilakukan oleh perusahaan Go-Public yang telah diperdagangkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikenal dengan situs resminya IDX.co.id

Penjelasan ini kurang lebih menjawab pertanyaan-pertanyaan soal: stock split atau pemecahan saham akan mengakibatkan apa? dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah daftar beberapa maksud kebijakan stock split bagi pemegang saham atau pun emiten::

1. Meningkatkan daya beli investor ritel.

Sebagaimana diketahui bahwa membeli saham di bursa efek tidak bisa per lembar, ada istilahnya satuan per lot.

Sehingga, bila harga saham sudah semakin tinggi, misalnya saham MYOR yang waktu sebelum stock split di kisaran Rp39.000 an per lembar, maka para investor ritel (istilah untuk pemain saham yang modalnya kecil) akan sulit untuk membeli saham tersebut.

Mengapa demikian? Ya, karena jika per lot-nya berjumlah 100 lembar saham maka Rp29.000 dikali 100 maka dibutuhkan modal minimal Rp2.900.000 untuk membeli 1 lot saja saham MYOR tersebut.

Beda halnya, setelah MYOR melakukan stock split dengan harga di kisaran Rp1.600-an per lembar, maka para investor kecil tentu akan mudah membelinya karena untuk tiap 1 lot saham MYOR yang mereka beli, hanya butuh dana kurang lebih Rp.160.000 saja. Tentunya lebih murah bukan?

Hal ini juga dikarenakan semenjak slogan ‘Yuk Nabung Saham!” gencar dipublikasikan oleh BEI, kini hampir semua lapisan masyarakan sudah mengenal dunia saham, termasuk banyak mahasiswa yang memulai investasinya hanya dengan modal minimal Rp200.000 saja.pengertian stock split saham - tujuan & contoh soal pemecahan

2. Meningkatkan likuiditas perdagangan saham

Alasannya sudah disampaikan di atas bahwa harga saham yang terlalu tinggi bisa membuat banyak investor ritel yang bermodal kecil sulit membeli saham tersebut.

Sebaliknya, dengan nilai yang lebih kecil maka secara otomatis transaksi pembelian dan juga penjualannya otomatis akan menjadi lebih likuid atau ramai ditransaksikan.

Dan efek atau dampak dari saham yang likuid umumnya akan diminati banyak trader sehingga grafik pergerakan saham tersebut juga akan cenderung lebih baik, dan bila fundamentalnya mendukung maka harganya juga mudah naik.

3. Mempercepat pertumbuhan nilai perusahaan

Hal ini juga merupakan efek domino dari 2 manfaat stock split saham di atas, dimana bila saham semakin likuid dan pergerakan uptrend-nya semakin baik maka nilai dari perusahaan juga semakin tinggi.

Nilai yang dimaksud di sini adalah karena saham merupakan nilai yang mewakili atas perusahaan tersebut sehingga jika harga sahamnya semakin tinggi dan mahal karena efek dari semakin ramainya diperdagangkan maka nilai market capitalization-nya juga akan semakin besar.

Kapitalisasi pasar sendiri dihasilkan dengan mengalikan harga saham terbaru dengan jumlah saham yang beredar.

Jadi, bila stock split diilakukan sedang jumlah lembar sahamnya semakin banyak dan ditambah dengan harga sahamnya yang semkin tinggi maka lambat laun emiten tersebut akan tumbuh menjadi perusahaan besar dengan kapitalisasi pasar yang semakin jumbo.

Sangat berbeda jika ada saham yang harganya sudah sangat tinggi dan kurang diminati investor, sedang harga sahamnya cenderung sideway dan kurang pergerakan, maka jika dibiarkan akan berdampak pada pertumbuhan nilai perusahaan yang stagnan, padahal bisa jadi kinerjanya dan fundamental perusahaanya selama ini selalu baik-baik saja.

Selain kasus yang disebutkan di atas, saham yang likuid dan memiliki kapitalisasi pasar yang besar biasanya juga lebih mudah menarik dana dari masyarakan jika sekiranya emiten tersebut melakukan right issues atau pun strategi fundraising lainnya.

Contoh Soal Stock Split

Sebagai contoh kasus kebijakan pemecahan saham yang bisa dijadikan rujukan bagi para mahasiswa / dosen yang mencari jurnal soal stock split maupun reverse stock, maka berikut contoh soal dan jawaban perhitungannya:

Diketahui:

Perusahaan PT Mayora Indah Tbk dengan kode saham MYOR akan melakukan pemecahan saham pada 3 Agustus 2016 dengan rasio pemecahan unit saham 1 : 25

Adapun Nilai Nominal lama saham MYOR adalah Rp500 per lembar, dan harga pasar saat Akhir (Cum) perdagangan saham dengan nilai nominal Rp500 adalah berada di kisaran Rp39.700-an

Pertanyaannya:

  1. Berapakah nilai nominal baru saham MYOR setelah stock split?
  2. Berada di kisaran berapakah harga saham MYOR setelah melakukan pemecahan saham?

Jawabannya (rumus):

1. Nilai Nominal Baru

= Nilai Nominal Lama/ Rasio Pemecahan Unit Saham

= Rp500 / 25

= Rp20

Jadi nilai nominal baru saham MYOR ada Rp20 per lembar

2. Kisaran Harga Saham

= Harga Pasar Saham / Rasio Pemecahan Unit Saham

= Rp39.700 / 25

= Rp1.588

Jadi kisaran harga MYOR setelah melakukan stock split adalah sekitar Rp1.588 per lembar.

(data contoh ini bisa digunakan sebagai referensi makalah/skripsi asal menampilkan alamat situs Analis.co.id dan penulisnya: Zulbiadi Latief)

Dikatakan ‘kisaran’ atau perkiraan karena saat PT. Mayora Indah Tbk mengumumkan akan melakukan pemecahan saham tersebut harganya akan berbeda atau tidak sama pada saat hari pemecahan sahamnya.

Kecuali sudah kita ketahui bahwa harga penutupan saham MYOR di hari terakhir nominal lamanya maka hasil split-nya juga bisa kita pastikan.

Sampel di atas bisa diterapkan untuk saham BBRI, HMSP, UNVR, MAPI, PTBA, BBCA dan lainnya.

Semoga tulisan mengenai pengertian stock split menurut para ahli dan tujuan serta contoh soal stock split saham ini bisa menjawab pertanyaan tentang pemecahan saham dari trader semua. Happy sharia trading!

2 thoughts on “Stock Split Saham: Pengertian, Contoh Soal & Tujuan Pemecahan Saham

  1. Kalau menghitung stock split itu bagaimana ya ? Saya sedang menyusun skripsi tentang pengaruh stock split terhadap harga sahamm… tp tidak bagaimana cara hitung harga pasar saham relatif sebelum/sesudah.. dan juga cara mengitung 5harisebelum atau sesudah.. mhon bantuannya🙏

    1. Biasanya stocksplit ada rasio pemecahannya, misalnya 1:5, maka tinggal bagi saja harga penentuannya menjadi 5 bagian tiap lembarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *